Idolamu : Bisa Jadi Surga atau Nerakamu

Oleh : Salam el Fath

Idola bukanlah klaim bibir, tapi pada hati yang diikuti perbuatan di kehidupan nyata. Jika yang diidolakan adalah Nabi Muhammad SAW, maka pasti perilakunya akan patuh dan mengikuti sang idola.

Para ulama berkata:

Azhari berkata: “Arti cinta seorang hamba kepada Allah dan Rasul-Nya adalah menaati dan mengikuti perintah Allah dan Rasul-Nya.”

Al-Baidhawi berkata, “Cinta adalahkeinginan untuk taat."

Ibnu Arafah berkata, “Cinta menurut istilah orang arab adalah menghendaki sesuatu untuk meraihnya.”

Al-Zujaj berkata, “Cintanya manusia kepada Allah dan Rasul-Nya adalah menaati keduanya dan ridha terhadap segala perintah Allah dan segala ajaran yang dibawa Rasulullah saw.”

Itulah makna cinta pada Allah SWT dan sang idola. Namun jika yang diidolakan adalah artis korea, artis bola, dan artis selebrita, maka shalat boleh lewat, belajar boleh tinggal, membantu orang tua boleh diabaikan, yang terpenting adalah nonton film korea, nonton bola, dan nonton film kesukaan karena pemainnya artis idola.

Maka di sinilah peringatan dan ancaman itu, Allah SWT berfirman :
ِ

Dan di antara manusia ada orang yang menyembah tuhan selain Allah sebagai tandingan yang mereka cintai seperti mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman sangat besar cintanya kepada Allah. Sekiranya orang-orang yang berbuat zalim itu melihat, ketika mereka melihat azab (pada hari Kiamat), bahwa kekuatan itu semuanya milik Allah dan bahwa Allah sangat berat azab-Nya (niscaya mereka menyesal). Q.S. Al-Baqarah : 165.

Siapa yang diidolakan oleh seseorang, maka ia akan bersama orang yang diidolakannya di Akhirat kelak.

Seorang laki-laki pernah bertanya kepada Rasulullah saw. tentang kiamat. Ia berkata, “Kapan terjadinya kiamat ya Rasulullah?” Rasul berkata, “Apa yang telah engkau siapkan untuknya?” Laki-laki itu berkata, “Aku tidak menyiapkan apa pun kecuali sesungguhnya aku mencintai Allah dan Rasul-Nya.” Rasul saw. berkata, “Engkau bersama apa yang engkau cintai.” Anas berkata; Kami tidak pernah merasa bahagia dengan sesuatu pun yang membahagiakan kami seperti bahagianya kami dengan perkataan Nabi, “Engkau bersama apa yang engkau cinta”, Anas kemudian berkata, “Maka aku mencintai Nabi, Abû Bakar, dan Umar. Dan aku berharap akan bersama dengan mereka karena kecintaanku kepada mereka meskipun aku belum bisa beramal seperti mereka.” (H.R. Mutafaq�un 'Alaih).

Jadi, siapa idola kamu saat ini, dialah temanmu di Akhirat nanti. Sebaik-baik teman duduk adalah Al-Qur'an, sebaik-baik teman bergaul adalah sahabat taat, dan sebaik-baik idola adalah Rasulullah saw dan para sahabatnya.

Post a Comment

0 Comments