Cinta Berujung Petaka

Oleh : Ana Nazahah

Barangkali judulnya terlalu ringan untuk menggambarkan peristiwa tragis yang mengguncang Meulaboh tanoeh para Pahlawan.

Sesak dada hanya mendengar ketragisannya. Seorang suami yang menegak racun rumput untuk mengakhiri hidupnya. Disusul berita mengejutkan setelah suami meregang nyawa, sang Istri ditemukan persis dibawah gundukan tanah 50 cm di depan rumahnya, dengan kondisi mengenaskan. Naudzubillahi minzalik..

Cemburu tanda cinta, berubah petaka maut mengantarkan mereka pada tidur panjang, pergi untuk selama²nya.

Kisah tragis ini tentunya tak perlu terjadi, jika sebuah keluarga dibangun dengan pondasi keimanan kepadaNya.

Berkelurga bukan hanya sekedar memenuhi tuntutan gharizah an-nau (kecondongan pada lawan jenis), tapi ia juga menyimpan amanah mulia sebagai pencetak generasi Rabbani.

Entah adanya PIL atau WIL,  keluarga ideologis takkan terpengaruh karenanya. Karena dibangun atas dasar Keimanan dan ketaqwaan hanya kepada Allah semata. Itulah yang menjadi benteng keluarga dari budaya rusak yang siap menggerus fungsi keluarga.

Hanya kepada Allah kita bermunajat, semoga kita dijauhkan  dari keburukan yang dituai di dunia, baik dari pasangan yang melenakan dari beribadah kepadaNya, atau pada rasa cinta pada manusia yang melebihi cinta kita kepada-Nya.

Dan semoga  Allah hadirkan pasangan yang karenanya cinta bermuarakan ketaatan. Cinta yang darinya Allah hadirkan generasi² terbaik bagi peradaban.

Wallahualam..

Post a Comment

0 Comments