Apa Kabar Masa Depan?

Oleh : Umi Diwanti

LAGI nunggu antrian di poli rawat jalan. Tetiba ada pemandangan nyentrik. Seorang ibu cantik bebaju merah, bercelana jeans dengan high heel dan rambut lurus hasil rebonding. Menggandeng seorang anak be-rok merah baju putih dan kerudung putih.

Sebenarnya bukan pemandangan baru. Si anak dihias kerudung cantik si emak berhias bak artis. Tanpa hijab tapi menghijabi buah hati.

Entah apa yang mendorong si emak memakaikan kerudung pada anak yang notabene belum wajib karna belum baligh. Mungkin tak ubahnya hanya seperti topi, jepit rambut, bandana atau hiasan kepala lainnya. Atau mungkin biar si baby ga masuk angin.

Well, sebuah kejanggalan yang tak lagi terlihat janggal. Karna yang melakukan dan yang melihat punya satu kesamaan. Sama-sama tak paham apa itu hijab.

Dan jauh dalam hati merasa nyeri. Allahu Rabbi, bagaimana nasib generasi ini nanti? Jika para emaknya sudah tak lagi memahami hakikat hidup ini. Apatah lagi para pelanjut generasi.

Seperti kata pepatah "guru kencing berdiri, murid kencing berlari ." Dan patut digarisbawahi. Ibu alias emak adalah guru pertama dan utama generasi.

Ayo lah mak, kita move on dari ketidak tahuan kita. Pedulilah terhadap nasib generasi kita. Jika sekarang kita tak paham aturan Allah bisa jadi anak kita kelak sama sekali tak mengenali Allah. Naudzubillahi minasy syaiton nirrojiim.

Yuk mari mulailah lirik dan dekati majelis-majelis ilmu. Jangan cuma rajin mantengin gadged dan infotainment. Rajin-rajin mantengin ilmu dari para ulama. Belajarlah yang banyak tentang agama.

Amalkan dan ajarkan pada anak kita, juga pada sesama. Agar kita bisa rame-rame menuju syurga. Sebelum kita menyesal nantinya. Saat anak yang kita harap menjadi pengirim pahala justru membanjiri kubur kita dengan dosa-dosa. Tersebab kesalahan kita dalam mendidik mereka.

Apa kabar masa depan generasi dan masa depan kita di akhirat nanti? Kitalah yang menentukan pilihan!

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda:

Setiap engkau adalah pemelihara, dan setiap engkau akan dimintai pertanggung jawaban mengenai apa yang menjadi tanggung jawab pemeliharaannya: Seorang pemimpin adalah pemelihara, ia akan dimintai pertanggung jawaban mengenai apa yang menjadi tanggung jawab pemeliharaannya. Seorang laki-laki juga pemelihara dalam keluarganya, ia akan dimintai pertanggung jawaban mengenai apa yang menjadi tanggung jawab pemeliharaannya. Dan seorang perempuan adalah pemelihara dalam rumah suaminya, ia akan dimintai pertanggung jawaban mengenai apa yang menjadi tanggung jawab pemeliharaannya. (HR. al-Bukhâri)

-WuD- 04.12.17

#YukNgajiIslamKaffah
#YukDakwahIslamKaffah
#YukJadiSolehSamaSama

Post a Comment

0 Comments