Untuk Apa Aku Diciptakan?

Oleh : Agnes Laura Shofa S.Pd

DETIK berubah menjadi menit, tuk menit berubah menjadi jam,jam berubah menjadi hari, hari menjadi minggu, minggu menjadi bulan, dan bulan menjadi tahun.

Manusia tak ada yang abadi hidup di dunia yang fana ini, akan mengalami berbagai proses kehidupan bisa singkat ataupun panjang tergantung janji nya dengan Sang Pencipta.
Secara fitrah manusia akan bertanya-tanya pada dirinya, dari mana asal nya, untuk apa dia hidup, dan kemana setelah mati. ketiga pertanyaan ini harus di jawab, kenapa? Karena setelah ia menjawabnya akan menjadi pandangan hidup dia, bisa mengubahnya menjadi manusia yang seutuhnya sesuai yang ditentukan oleh Sang Pencipta Nya,atau sebaliknya menjadi penantang Allah yang telah menciptakannya.

Jawabannya ada dua: yang pertama yaitu sekuler (memisahkan agama dari kehidupan) menjawab bahwa manusia di ciptakan oleh Tuhan, hidup untuk mencari kepuasan jasmani semata, Setelah mati, akan ada hidup yang abadi di alam lain (?), atau pasti di sorga karena sudah diampuni alam nanti tidak ada hubungannya dengan sekarang (?) ke dua jawaban yang islam. Manusia diciptakan oleh Allah hidup untuk beribadah kepada-Nya Setelah mati akan hidup abadi di alam akherat: di sorga atau neraka

Tergantung hidupnya di dunia: beriman atau tidak; bila beriman, taat atau tidak. Karena kita sebagai seorang muslim maka jawaban yang kita pilih adalah yang islam. Manusia diciptakan Allah untuk beribadah kepada-Nya, dan setelah mati akan kembali kepada Allah untuk mempertanggung jawabkan apa yang telah dilakukan di dunia pada hari perhitungan (yaumu al-hisab), dari itu akan ditentukan sebagai penghuni surga atau neraka.

So, jangan bingung lagi ya sahabat muslimah tentang tujuan hidup. Sangat jelas sekali untuk beribadah kepada Allah sesuai dalam firman Nya adzariyat ayat 56:”Tidak lah Kuciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepadaku”

Ibadah itu tercakup dalam tiga dimensi hubungan manusia kepada Allah yaitu solat,puasa, zakat, haji kemudian hubungannya dengan dirinya sendiri yaitu akhlak, makanan, dan minuman, serta yang selanjutnya yaitu hubungan manusia sesama manusia dalam ruang lingkup yang amat luas ekonomi, pendidikan, sosial, dan juga politik loh, Islam itu keren dengan aturan nya yang Kaffah, sesuai firman Allah dalam al baqarah 208” Hai orang-orang yang beriman masuk lah Islam secara kaffah” gak boleh setengah ya . contoh ya kalo kita solat , kita juga harus berekonomi sesuai aturan Islam, kalo kita puasa, jangan pacaran, atau kalau rajin bersedekah jangan riba ya. Atau pergi haji , eh malah nggak nutup aurat. Rajin solat tapi pas berpolitik nggak mau pake aturan Islam .Nah ini namanya setengah aja jalani agama, ini bertentangan dengan apa yang Allah perintahkan dong.

So, bersemangatlah menjadikan diri sebagai muslim yang kaffah, dengan memperdalam ilmu agama, tentu aktif di kajian or forum-forum islam yang dibina secara berkelanjutan dan aktif menyebarkan kebaikan, Karena Islam itu dicari ilmunya, diamalkan kemudian disebarkan. Wallahu alam.[]

Post a Comment

0 Comments