The Power Of Muslim

Oleh: Mira Rahmatul Jannah (Anggota  Pena Umat)

ALLAH SWT telah menetapkan bahwa kaum muslimin adalah umat yang terbaik diantara manusia.

Sebagaimana firman Allah SWT dalam Al Qur an surat Al-Imran ayat 110:

"Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma`ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka; di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik."

Allah SWT telah menjadikan umat Islam mampu menjadi pemimpin dan penuntun umat-umat yang lain karena umat Islam memiliki pedoman hidup yang lengkap, menyeluruh, praktis dan sesuai dengan fitrah kemanusiaan.

Aqidah Islam yang dianut oleh umat Islam selain sebagai aqidah ruhiyah (yang mengatur hubungan manusia dengan Rabb-nya), juga merupakan aqidah siyasiyah/ politik (yang mengatur hubungan antara sesama manusia dan dirinya sendiri.

Politik senantiasa diperlukan oleh masyarakat manapun. Berpolitik adalah hal yang sangat penting terutama bagi kaum muslimin.

Setiap saat kaum muslimin harus senantiasa memikirkan urusan umat yang menjadi tanggung jawabnya, urusan bangsanya, ideologi dan pemikiran-pemikirannya.

Bentuk kepedulian kaum muslimin dengan segala urusan umat ini bisa berarti mengurusi kepentingan dan kemaslahatan mereka, mulai dari urusan pemerintahan, ekonomi, peradilan, kesehatan, pendidikan, keamanan, aturan interaksi antar individu pria dan wanita serta seluruh kepentingan umat lainnya, mengetahui apa yang diberlakukan penguasa terhadap rakyat, mengingkari kejahatan dan kezholiman penguasa, menasehati pemimpin yang lalim, mendongkrak otoritas penguasa yang melanggar syari’at Islam, serta membeberkan makar-makar jahat negara-negara musuh serta hal-hal lain yang berkenaan dengan urusan umat.

Termasuk menjaga agar seluruh urusan ini terlaksana sesuai dengan hukum syari’at Islam.

Sebab umat Islam telah diperintahkan untuk berhukum (dalam urusan apapun) kepada apa yang diturunkan Allah kepada Rasul-Nya, yakni Risalah Islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW.

Firman Allah SWT dalam surat Al-Maidah : 48

"….maka putuskanlah (perkara) mereka menurut apa yang Allah turunkan dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu…..".

Terlebih lagi ‘memikirkan/memperhatikan urusan umat Islam’ hukumnya fardlu (wajib) sebagaimana Rasulullah bersabda :

"Barangsiapa di pagi hari perhatiannya kepada selain Allah, maka Allah akan berlepas dari orang itu. Dan barangsiapa di pagi hari tidak memperhatikan kepentingan kaum muslimin maka ia tidak termasuk golongan mereka (kaum muslimin)".

Terlaksananya urusan umat sesuai dengan hukum syari’at Islam tidak hanya meliputi urusan dalam negerinya saja, melainkan juga urusan luar negeri.

Hal ini dilakukan dalam rangka mengetahui strategi makar (tipu daya) negara-negara kafir terhadap kaum muslimin. Sehingga mampu membeberkan makar tersebut agar kaum muslimin waspada dan mampu menolak ancamannya.

Di samping itu politik luar negeri ditegakkan dalam rangka menyebarkan da’wah Islam kepada seluruh umat manusia di bumi ini.

Ini sudah menjadi kewajiban kaum muslimin. Sebab Islam diturunkan untuk seluruh manusia dan akan menjadi rahmat untuk seluruh alam.

Allah SWT berfirman dalam surat Al-Anbiya: 107
َ

"Dan tiadalah Kami mengutus kamu (Muhammad SAW) melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam."

Inilah sebenarnya yang menjadi kekuatan utama dan senjata unggulan umat Islam dimanapun dan sampai kapanpun.

Oleh karena itu Islam tidak bisa dilepaskan dari aturan yang mengatur urusan masyarakat dan negara. Islam bukanlah agama yang mengurusi ibadah mahdloh individu saja.

Namun saat ini umat Islam kehilangan kekuatan utama dan senjata unggulan tersebut. Sehingga umat Islam berada dalam kondisi dan situasi yang lemah serta paling rendah bahkan tercerai berai.

Umat Islam tidak satu suara. Sehingga dengan mudahnya diadu domba lalu kemudian dikuasai.

Dalam bidang ekonomi, kita mendapati banyak negara-negara miskin yang mayoritas warga negaranya merupakan muslim seperti Somalia, Sudan, Afghanistan, bahkan Indonesia, dll.

Bidang militer atau pertahanan, hampir tidak ada negari umat Islam yang kekuatan militernya sanggup menyamai kekuatan militer AS, dan para sekutunya.

Tidak mengherankan jika kemudian mereka, musuh-musuh Islam, dengan sangat mudahnya menyerang dan menghancurkan negeri-negeri umat Islam.

Dalam kebudayaan, sangat jelas terasa bahwa budaya yang berkembang dan menjadi panutan adalah budaya Barat yang bebas, permisif, Hedonis, dll.

Umat Islam sekarang justru berperilaku layaknya orang-orang kafir, mendorong kepada kemungkaran, bukannya bersemangat melakukan kebaikan, dan malah menghalang-halangi orang-orang yang ingin taat beragama.

Tak heran jika zaman now banyak kajian keislaman yang dibubarkan secara paksa bahkan oleh orang Islam itu sendiri dari kelompok yang berbeda pandangan.

Pada intinya, kondisi umat Islam sekarang sedang mengalami kemunduran hingga hilang kekuatan dimana musuh-musuh Islam dengan mudahnya mencengkram kehidupan umat Islam.

Sebenarnya tidak ada cara lain untuk menyelamatkan umat dan membangkitkannya kembali menempati kedudukan mulia, selain dari mengembalikan umat pada sifat yang menjadikannya umat terbaik.

Yakni beriman kepada Allah SWT, melaksanakan amar ma’ruf dan mencegah kemungkaran (nahi mungkar), sebagaimana yang telah diungkapkan oleh Allah SWT dalam berbagai ayat Al-Qur an yang merupakan kompas kehidupan kita.

Wallahu a’lam bisshowab.

#Menulisuntukumat
#Penaumat

Post a Comment

0 Comments