Surat Cinta Atas Luka Judulnya

Oleh : Ana Nazahah

Begitu sulit untuk memulai kata- kata, di bawah langit kaki berpijak serasa hampa. Lagi, ku dengar kabar duka, ada pertentangan antar saudara.

Bukan aku tak pernah mendengarnya, namun aku sering berpikir itu tak ada, hanya dugaan saja. Ya seharusnya begitu harapku.

Namun sepertinya yang terjadi berbeda. Dukaku adalah nyata. Kau menusuk saudaramu dengan alasan yang tak dibenarkan.

Apa yang sebenarnya kau tentang?, Apa yang kau cari di dunia ini hingga memilih menghadang "Jalan" pilihan yang sudah DIA titahkan?.

Tidakkah kau berpikir sedikit saja apa kiranya yang didapat jika mencoba menghentikan laju kebangkitan yang sudah Allah janjikan?.

Umat melihat, penduduk langit dan bumi melihat, Rabbul Izzati juga melihat. Tidakkah ada sedikit takut di hatimu menghadang para pecinta yang menetes keringat, dan air mata pengorbanannya?.

Sebesar apa kiranya kehendak itu, sehingga mampu menghapus Cinta akan sesama saudara seIslam?. Atau kehendak apa kiranya itu hingga membutakan mata hatimu sampai begitu?.

Ya aku terus dan terus bertanya, kenapa dan kenapa, taukah kau kenapa ku bertanya?, karena aku masih tidak percaya, kuharap itu hanya dugaan saja, meski tak ada yang bisa melawan fakta.

Karena itu kawan, Surat Cinta ini ku tulis. Setidaknya hanya ini yang bisa ku lakukan untukmu yang  masih ku anggap saudara karena masih dalam satu keimanan.

Janganlah begitu kawan, Jangan kau hadang dakwah ini, jangan kau menjadi musuh- musuh Ilahi.

Tak ada kebaikan sedikitpun yang akan kau raih, di dunia kau akan dimusuhi penduduk langit dan bumi. Di akhirat kebengisan Allah menanti, itu hal yang pasti.

Setidaknya begitu, itu yang tertulis dalam kalam ilahi :

"Ingatlah, kutukan Allah (ditimpakan) atas orang-orang zalim, (yaitu) orang-orang yang menghalangi (manusia) dari jalan Allah dan menghendaki (supaya) jalan itu bengkok. Mereka itulah orang-orang yang tidak meyakini adanya hari akhirat. Mereka itu tidak mampu menghalang-halangi Allah untuk (mengazab mereka) di bumi ini. Sekali-kali tidak ada bagi mereka penolong selain Allah SWT. Siksaan itu dilipatgandakan atas mereka”. ( Hud : 18-22).

Kembalilah di barisan Agama Allah, jadilah penolong Agama-Nya, bukan Sebaliknya.

Wallahu'alam bi Asshawab.

Saudarimu..

Post a Comment

0 Comments