Wednesday, November 22, 2017

Sumber Dari Segala Sumber Hukum

RemajaIslamHebat.Com - Sore ini setelah lama tak bersua, alhamdulillah diperjumpakan kembali dengan salah satu alumni Rohis di Purworejo. Tentu tampilannya sudah tidak unyu-unyu sebagaimana saat ia masih berseragam putih abu-abu. Kini ia sudah dewasa, baru saja wisuda lulus sarjana dari UMS, dan baru saja diterima sebagai pegawai negeri sebagai analis hukum di kantor Kementerian hukum dan ham, jakarta. Beberapa hal kami diskusikan.
-
Salah satu pertanyaan yang saya ajukan ke calon pakar hukum ini adalah, soal rasa penasaran saya bagaimana ceritanya negeri ini berusaha mengusir penjajah namun dalam waktu yang bersamaan justru mengambil hukum penjajah ( Belanda ) ? Menurut sahabat saya ini, saat Indonesia memproklamasikan kemerdekaan, Indonesia mengalami kekosongan hukum, dan " ndilalah " pakar hukum yang mengkonsep itu tokoh-tokohnya alumni Leiden maka untuk sementara waktu menggunakan copy paste hukum Belanda.
-
Pertanyaan saya berikutnya, rujukan dasar dari hukum kita itu asalnya dari mana ? Misalnya ada kasus pencurian,untuk menentukan hukumannya pakar hukum itu apakah berdiskusi untuk menentukan sanksinya yang dirasa pas ? Ataukah bagaimana ? Kalau dalam Islam kan untuk melakukan istimbat hukum kan rujukan dasarnya adalah Al Qur'an dan Sunnah, dan yang ditunjuk oleh keduanya berupa ijma' sahabat dan qiyas syar'ie,  dari rujukan dasar inilah para Ulama Mujtahid menggali hukum, disertai dengan kemampuan ilmu alat berupa bahasa arab, ilmu ushul fiqh, dan perangkat-perangkat lainnya, lantas kalau hukum di Indonesia bagaimana perumusannya dan apa yang menjadi rujukan dasarnya ?

Demikian cecaran pertanyaan saya ke sahabat saya ini.

Dengan tenang bak pengacara handal sahabat saya ini menjelaskan bahwa pakar hukum ketika membuat ( legislasi ) produk hukum mereka melakukan pembandingan antara hukum satu negara dengan negara lainnya, kemudian dielaborasi, dan dirumuskan dalam bentuk rumusan yang dirasa cocok dengan kondisi Indonesia. Bahkan Syariat Islam bisa menjadi salah satu rujukan dari hukum ini setelah diambil substansinya.

Jadi Islam menjadi salah satu alternatif rujukan ya ? Itupun setelah disubstansikan ? Tanya saya sebelum ia menjelaskan lebih luas lagi.

" Ya ", Jawabnya singkat.

Entah mengapa kemudian sahabat saya ini yang menjadi moderator saat dulu saya ngisi di kegiatan rohis bertanya, " Mas, kalau saya membuat hukum yang sifatnya tekhnis yg hal tekhnis itu belum dijelaskan di dalam Al quran dan Sunnah gimana ? ".

" Ada apa ?", Tanya saya menelisik.

" Saya ini seorang muslim mas, takut juga kalau melegislasi hal-hal yang sudah ditentukan aturannya oleh Allah SWT ", jawabnya. Sore itu ditutup dengan penuh senyum dan canda. Darinya Saya jadi pinjam sebuah naskah lengkap tentang naskah lengkap risalah sidang BPUPKI yang kabarnya risalah ini harga aslinya 1.000.000, dan dicetak terbatas untuk fakultas Hukum UI.

Dakwah Sekolah itu membutuhkan waktu dan proses. Ada suatu ketika orang yang tepat akan berbicara di moment yang tepat pula. Dan itulah MOMENTUM. Dan menyiapkan orang yang tepat adalah salah satu tugas pengemban Dakwah, sebagaimana halnya Nabi SAW menyiapkan Mush'ab hingga akhirnya Mushab mendapati momentum bisa berbicara dihadapan Saad Bin Muadz.

Sumber:

Fb: Pristian Surono Putro


Bagikan Yuk!

Pengelola:

Informasi yang ada di web ini semoga bermanfaat buat pembaca sekalian. Amin!

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!