Sukses Butuh Proses

Oleh : Way Revolt

“Setiap yang benyawa akan merasakan mati. Dan hanya pada hari kiamat sajalah diberikan dengan sempurna balasanmu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, sungguh, dia memperoleh kemenangan. Kehidupan dunia hanyalah kesenangan yang memperdaya.”(QS.Ali-Imran:185)

Guys mau sukses nggak? Pasti semua jawabnya, mau. Ya iyalah siapa sih manusia yang nggak ke pengen sukses dalam kehidupan. siapa sih nggak ke pengin jadi penulis hebat, masuk perguruan tinggi favorit, jadi penghafal Qur’an, atau berharap kelak memiliki pasangan hidup yang shalih/shalihah? Atau apalah itu yang penting bisa sukses. Pasti semuanya kepengen sukses karena secara fitrahnya manusia memiliki gharizatun baqa’ keinginannya untuk selalu eksis dalam kehidupan. Berarti nih guys semua orang itu ingin berhasil dalam kehidupan. namun guys, tidak semua orang paham kalau keberhasilan itu tidak datang secara instan dan harus ditempuh dengan jalan yang benar. Karena ada juga lho, orang yang menggunakan segala cara untuk meraih kesuksesannya, sehingga cara yang haram pun dilakoninya. Waduh! Jangan sampai deh guys menempuh jalan itu, kudu hati-hati bin wara’ saja ya.. karena setiap perbuatan akan dimintai pertanggungjawabannya dihadapan-Nya kelak. Nah lho!

Oke guys lanjut to topic ya..kali ini saya mau ajakin kamu berpetualang atau menjelajahi dunianya orang-orang yang istimewa yaitu gimana resep atau cara meraih sukses, meskipun saat ini saya juga masih dalam proses menuju ke-sukses-an, Insya Allah tapi tidak apalah jika kita saling berbagi inspirasi dengan belajar dari pengalaman orang-orang yang lebih dulu telah membuktikan kesuksesan mereka, tentunya bukan hanya di dunia ya guys tapi di akhirat juga pastinya!
Tidak ada keberhasilan yang instan seperti kita makan mie. Misalnya nih, coba kita lihat pekerjaan tukang batu, dia mungkin butuh lima, sepuluh atau malah lima belas kali pukulan buat memecahkan sebuah batu. Semakin besar dan kokoh batunya, semakin besar pula energy yang harus dikerahkan. Begitupun juga para penulis hebat negeri ini misalnya saja Asma Nadia, Helvy Tiana Rosa dan Asri Supatmiati dll seberapa keras usaha mereka untuk bisa membuat sebuah tulisan yang berkualitas. Baju yang kita pakai juga lahir dari sejumlah usaha; pertanian kapas, pemintalan benang, sampai ke usaha konveksi pakaian. Bahkan Rasul SAW sajabutuh waktu 13 tahun untuk membangun masyarakat Islam. Dengan cucuran peluh, pengorbanan waktu, bahkan penganiayaan yang harus beliau peroleh dari orang-orang kafir sehingga berdirilah Negara Islam pertama di Madinah. Di Madinah pun kerja itu tidak berhenti.

Tercatat Rasulullah SAW memimpin peperangan sebanyak 28 kali untuk memerangi kekafiran dan membebaskan sejumlah negeri-negeri Islam. Sepeninggal beliau, kita menguasai lebih dari sepertiga dunia selama hamper 13 abad lamanya. Subhanallah.
So guys sukses itu butuh proses, salah satunya dengan kerja keras. Sebagaimana firman Allah SWT, “Dan katakanlah, bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukminakan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada Allah yang Maha Mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan.”(QS. At-Taubah:105)

Nah guys ada juga nih yang perlu diingat bahwa kesuksesan itu bukan karena adanya bakat. Tidak ada orang yang sukses hanya sekadar mengandalkan bakat tapi kudu ada tekad dan kegigihan. Sebagaimana tidak ada orang yang mengatakan kepada Imam Syafi’i, Imam Bukhari dan Musim, “Kalian pantas berhasil karena kalian orang yang berbakat”, seandainya Imam Bukhari hanya duduk-duduk didesanya,  di Bukhara, Uzbekistan tentu ia tidak akan jadi seorang penghafal ribuan hadits  dan bergelar “amirul mukminin” hadits. Tapi, Imam Bukhari memilih hijrah dari Bukhara ke Jazirah Arab, berkeliling ke banyak tempat untuk mengumpulkan hadits-hadits Nabi. Sering beliau pergi sejauh ribuan mil hanya untuk mengecek kebenaran satu hadits saja. Masya Allah. Lalu bagaimana dengan sosok Imam Syaf’i? Subhanallah dalam usia 7 tahun sudah menghafal Qur’an dan pada usia 15 tahun karena kecerdasan dan ketekunannya, Imam Malik mengizinkannya untuk mengajar dan member fatwa kepada masyarakat. Subhanallah. Begitupun dengan teman-teman kita yang menjadi penghafal Qur’an tidak akan pernah bisa menghafal 30 juz kalau hanya tidur-tiduran menunggu keajaiban. Imposibble! Guys, apakah itu karena mereka genius? Tentu bukan ya guys, karena genius itu bukan takdir, tapi kerja keras. Coba liat nih apa yang dikatan oleh Thomas Alfa Edison bahwa, genius itu 1 % inspirasi dan 99 % kerja keras. Dan itu benar lho guys. Lihat saja dunia olahraga, setiap saat ada saja rekor-rekor baru yang dibuat memecahkan rekor lama. Makin keras usaha seseorang, maka tinggi peluang mereka berhasil.

Karena itu guys, kalau kamu pengen menjadi orang yang sukses, salah satu sifat yang harus kamu miliki adalah kerja keras. Jadi apapun, kerja keras adalah pijakannya. Tanpa kerja keras, cita-cita kita sama dengan khayalan atau thulul amal.

Yuk azzamkan dalam diri kalimat ini, “Man Jadda wa Jadda”, Siapa saja yang bersungguh-sungguh pasti akan sukses. Semangat. Allahu Akbar!!

Post a Comment

0 Comments