Strategi Ampuh nan Abadi

Oleh : Etiana Milka Sari,S.Pd

Pembatalan dan penolakan dilaksanakannya pengajian yang rencananya akan di isi oleh seorang ustadz keturunan cina kembali  terjadi, tepatnya di salah satu masjid di Bangil dan hal ini bukan yang pertama kali terjadi, karena telah terjadi hal serupa sebelumnya dan bukan hanya menimpa satu ustadz saja. Bagi umat Islam berita ini bukan hal yang menggembirakan bahkan bisa jadi berita yang menyedihkan karena yang di tolak umat Islam, yang menolak umat Islam yang di bubarkan juga umat Islam, jadi seharusnya umat ini harus berpikir kenapa pembubaran atau penolakan terhadap ustadz (umat islam) yang dilakukan oleh umat islam sendiri bisa terjadi?

Jika kita telaah kembali di kalangan umat islam wajar jika di adakan kajian-kaijian islam, tablik akbar,dan lain-lain yang biasanya di isi oleh Ulama, Kiayai, Habib, Tuan guru, Ustadz dan Ustadzah dan ini sudah lama terjadi  bahkan berpuluh-puluh tahun yang silam dan semua berjalan sewajarnya. Akan tetapi ketika akhir-akhir ini terjadi penolakan tehadap kajian-kajian yang akan di isi oleh para ustadz maka hal ini bukan sesuatu yang wajar. Karena selayaknya pengajian yang akan membahas tentang Al Qur’an dan As Sunnah dan yang pesertanya pun umat islam itu sesuatu yang semestinya dilakukan, lain jika pengajian terhadap umat islam tapi membahas bukan yang berasal dari Al Qur’an dan As Sunnah maka kita sebagai umat Islam harus mengingatkannya, jadi masalahnya di mana sehingga terjadi penolakan yang di lakukan oleh sebuah ormas terhadap para ustadz yang menyampaikan ajaran islam ini.

Marilah kita lihat beberapa tahun belakangan ini kondisi umat islam di Indonesia, yang mana Semangat (ghiroh) ke islamannya mulai nampak bahkan bangkit seiring dengan semakin eratnya persatuan umat islam, yang wujudnya bisa kita lihat saat umat bersatu menghadapi penista Al Qur’an. Hal ini merupakan sesuatu yang seharusnya kerena sudah kita pahami bahwa bahwa umat islam memiliki kitab yang satu Al Qur’an, Nabi yang satu Nabi Muhammad SAW dan Kiblat yang satu, bahkan seperti  yang di sampaikan Rasulullah SAW bahwa umat islam itu bersaudara yaitu saudara seakidah. Tidak bisa di pungkiri saat ini penduduk  di Negara ini yang jumlah terbesarnya adalah umat islam sehingga yang paling banyak merasakan kebijakan-kebijaka yang di terapkan oleh penguasa juga umat islam terutama kebijakan –kebijakan yang merugikan umat, sehingga jika umat islam ini sadar apa yang terjadi pada dirinya atau dengan kata lain umat islam ini bangkit, maka hal ini merupakan masalah serius bagi pihak yang tidak ingin umat islam bangkit.  Maka harus dilakukan sesuatu agar  umat islam yang merupakan mayoritas penduduk negeri tidak bangkit secara pemikiran dan semangat, walaupun berbagai kalangan bahkan dunia Barat pun telah menyadari kebangkitan Islam itu adalah sebuah keniscayaan. Maka untuk menghentikan kebangkitan umat islam ini perlu dilakukan strategi yang aman dan telah terbukti efektif dan tidak lengkang oleh waktu, karena telah dipraktekkan oleh umat manusia jauh sebelum perang dunia I dan II,yang hingga saat ini strategi ini masih tepat untuk dilaksanakan yaitu strategi belah bambu atau divide et empera, dimana strategi ini sangat jitu dipakai untuk menghabisi lawan tanpa harus turun tangan langsung menghadapinya, tapi lawan dapat dilumpuhkan oleh bagian dari diri mereka sendiri. Sehingga terkait dengan umat islam maka untuk melemahkan umat ini, buatlah umat islam berselisih sesama umat islam, maka benturkan sesama umat islam dengan membuat pengkotak-kotakan umat islam itu  dalam kelompok-kelompok, yang terbagi 4 yaitu, kelompok fundamentalis, tradisionalis, modernis dan sekuleris, caranya dukunglah kelompok tertentu untuk menyerang kelompok lain, hal ini adalah upaya penghancuran islam dari dalam dengan memecah belah umat dan akan menjauhkan umat dari ajaran islam yang benar.

Dalam konteks umat islam harus sadar mengapa umat islam diserang oleh umat islam sendiri, karena saat ini umat sedang termakan politik belah bambu yang mana jika umat tidak cepat menyadarinya maka akan membawa kehancuran bagi umat islam itu sendiri. @mps_id

Post a Comment

0 Comments