Wednesday, November 22, 2017

Sinopsis Buku 'Ilmu Hadits Perspektif Ideologis'

Sinopsis Buku 'Ilmu Hadits dalam Perspektif Islam' :

Secara subtansial, ilmu hadits memiliki peran signifikan, yakni dalam menjaga ajaran Islam dari rekayasa dan perubahan. Pasalnya, ilmu ini sanggup menelusuri mana ajaran yang memiliki sanad dan mana yang merupakan mitos; mana riwayat yang mengandung distorsi dan mana riwayat yang autentik; mana riwayat yang lemah dan mana riwayat yang shahih; mana riwayat yang terputus dan mana riwayat tersambung; juga mana riwayat yang semestinya diterima dan mana riwayat yang semestinya ditolak.

Berdasarkan itu, para ulama menetapkan, hukum mempelajari ilmu hadits adalah fardhu kifayah bagi masyarakat umum, dan fardhu ain bagi kalangan tertentu yang akan berbicara masalah syariat dan memperdalamnya.
Namun pada masa modern, terutama pasca imperialis Barat mencengkram dunia Islam, vitalitas ilmu hadits mengalami kemunduran. Di sisi lain, kini berkembang pula fenomena, para pengkaji ilmu-ilmu keIslaman yang mengalami dikotomi ketika berbicara ilmu-ilmu syariah. Antara satu ilmu dengan ilmu yang lain, mereka kesankan seolah saling terpisah.

Berdasarkan itu, buku ini hadir dihadapan pembaca untuk menyegarkan dan membangkitkan kembali kajian ilmu hadits dengan perspektif ideologis. Perspektif ideologis disini artinya kajian ilmu hadits dalam buku ini tidak semata-mata dibuat demi kepuasan intelektual belaka. Namun kajian ilmu hadits perspektif ideologis ini hadir agar hadits Rasulullah Saw. mampu dipahami dan diamalkan umat Islam, melalui kaidah-kaidah yang dipaparkan secara seksama, yang dibalut loyalitas tinggi terhadap ajaran Islam.

Pada bab pertama dalam buku ini, pembaca diajak untuk mengenal esensi periwayatan dalam konteks hadits maupun selain hadits. Pada bab kedua dipaparkan mengenai klasifikasi hadits, baik dari aspek kuantitas maupun kualitas periwayatan, beserta jenis-jenis periwayatan yang layak diterima maupun yang tidak. Bab ketiga diulas seluk-beluk struktur hadits, yang mencakup sanad, matan, dan rawi. Pada bab keempat, dibahas kajian penting mengenai upaya memahami dan mengamalkan hadits, yang dikaji melalui metode takhrij dan syarah sekaligus, beserta cara-cara menangani kontradiksi multi riwayat, termasuk kaidah-kaidah tarjih hadits dengan beragam bagiannya. Lalu pada bab akhir buku ini dijelaskan secara global peranan hadits dalam konteks pemikiran Islam, baik berkenaan dengan fiqih, tafsir, sejarah dan lain sebagainya, sehingga secara objektif, karya ini memperlihatkan kajian ilmu hadits yang sangat integral.[]


Bagikan Yuk!

Pengelola:

Informasi yang ada di web ini semoga bermanfaat buat pembaca sekalian. Amin!

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!