Satu Maksiat, Seribu Akibat

Oleh : Ima Khushi

Zaman sekarang kalo gak pacaran pasti ga asik, orangnya culun, jomblo abadi, manusia planet, cupu, dan masih banyak lagi julukan yang akan diterima oleh orang yang gak pacaran. Apalagi kalo alasan gak pacarannya tuh karena menganggap pacaran itu haram, pintu zina, dilarang Allah, pastilah itu orang bakal masuk daftar makhluk terasing, sok suci, sok alim, wajib di jauhi. Hadeuuh
.
Realita hidup di zaman now, segala sesuatu yang mengandung maksiat, mengundang murka Allah akan cenderung di dukung, dipuja-puji, di sanjung dan akan dengan mudah diterima dan di gandrungi. Beda dengan hal-hal yang berbau agama, jalan menuju surga, mengandung kebaikan akan cenderung di musuhi dan dijauhi. Kenapa? Jadi ingat lagunya bang haji "kenapa semua yang enak-enak itu diharamkan, kenapa semua yang asik-asik itu yang dilarang, nah nah itulah perangkap setan, umpannya ialah bermacam-macam kesenangan".
.
Ya segala bentuk kesenangan akan membawa kita pada kesedihan dan kesengsaraan sepanjang masa, contoh pacaran nih, dari mulai rasa suka dan sayang yang awalnya memang fitrah jika dibiarkan maka akan menyebabkan jalan pembuka pintu maksiat. Karena rasa suka dan sayang terutama pada lawan jenis yang tidak dikendalikan akan menyebabkan kita melakukan perbuatan mendekati zina, kalo sampe pacaran akan menyebabkan kita menjadi pelaku zina, karena jelas seluruh anggota badan kita sangat berperan menjadi pelaku zina, zina mata, hidung, mulut, tangan, hati dan seterusnya.
.
Imbas dari 1 maksiat ini (pacaran) akan menghadirkan dosa kifayah, kenapa? Selain dosa dari diri sendiri, seluruh anggota keluarga yang mengijinkan aktivitas pacaran ini juga akan kena imbas dari dosa pacaran ini. Belum lagi masyarakat yang membiarkan aktivitas ini dengan alasan bukan urusannya, pasti terkena percikan dosa pacaran ini. Karena seluruh bagian dari keluarga hingga negara punya andil untuk mencegah aktivitas pacaran ini sebab perintah Allah jelas "janganlah kamu mendekati zina" mendekati lho apalagi sampe zinanya.
.
Sebab aktivitas pacaran ini akan mengarah pada perbuatan zina, dan akibat dari zina ini akan benar-benar menimbulkan berbagai akibat, contoh nyata : pacaran terus hamil, ortu panik akhirnya dinikahkah sebelum melahirkan untuk menutupi aib, padahal ini jelas sudah merusak nasab si anak. Karena anak diluar nikah nasabnya ya keibunya artinya Fulan bin/binti ibunya, gak boleh dinisbatkan dengan nama bapaknya meski itu bapak kandung (menghamili ibunya) artinya ini berkaitan dengan perwalian saat si anak menikah nanti. belum lagi kalo tidak dinikahkan maka si anak yang lahir nanti akan dapat julukan "si anak haram" bayangkan predikat yang harus didapat si anak pasti akan mempengarahi kehidupannya. Ditambah lagi anak di luar nikah tidak berhak mendapatkan hak waris. Dari contoh ini kita bisa lihat betapa hanya gara-gara satu maksiat yang dilakukan oleh kita imbasnya sangat mempengaruhi anak keturunan kita. Belum lagi maksiat lainnya yang pastinya akan mempengaruhi generasi-generasi berikutnya.
.
Jadi ayo mulai sekarang kita perbaiki diri dan lingkungan sekitar kita, jaga diri dan lingkungan sekitar agar kembali pada perintah Allah, sehingga meski sekarang belum ada hasil paling tidak kita sudah turut jadi bagian memperbaiki generasi masa depan. Ayo hijrah dan keep istiqomah di jalan dakwah.

#LanjutkanDakwahnya
#YukNgaji
#Ngajiislamkaffah
#Darimulutkemulut
#BelajarNulis
#Ideowriter
#Revowriter
#JanganPilihPartaiProPerppuOrmas

Sumber:

Fb: Salimah Ummu Fikri

Post a Comment

0 Comments