Revitalisasi Identitas Mahasiswa Muslim

Oleh: Nira S
Koordinator BMI Community- Bandung

Setiap tahun ajaran baru, siswa putih-abu yang berganti status menjadi mahasiswa di awal tahunnya dibekali dengan berbagai wejangan intelektual ala kampus tentang siapa mahasiswa, peran mahasiswa, dan fungsi mahasiswa. Namun nyatanya wejangan tadi hanya dianggap angin lalu tanpa mengikat erat di nadinya. Kondisi ini memunculkan benih-benih mahasiswa individualis yang tidak faham identitasnya sebagai mahasiswa yang memiliki peran di masyarakat sebagai agent of change, iron stock, dan social change.

Mahasiswa disibukkan oleh banyaknya SKS dan beban tugas yang bertambah setiap harinya. waktunya habis di depan tugas-tugas kuliah, tak bersisa hanya untuk memikirka nasib masyarakat di sekitarnya. Ketidak pedulian ini menimbulkan malfungsi mahasiswa yang diharapkan akan menjadi intelektual kristis dan pengentas pemasalahan masyarakat. Akhirnya mahasiswa hanya sebagai status kosong, mereka mulai bungkam dan tutup mata pada segala jenis regresi yang terjadi di masyakat.
Salah satu faktor hilangnya identitas ini adalah karena sekularisasi di di tubuh perguruan tinggi, dipisahkannya identitas mahasiswa islam dari keislamannya menjadi faktor terbesar krisis identitas yang terjadi di tengah-tengah calon intelektual masa depan.

Mahasiswa islam menjadi bangga ketika bisa menghapal di luar kepala teori-teori intelektual barat, ketimbang memahami dan mendakwahkan alquran dan hadist. Mereka menjungjung tinggi teori-teori barat, sementara diam ketika alquran dan hadist ternistakan. kemudian, saat ada mahasiswa yang dengan lantangnya menyerukan islam dan kembali kepada syariatnya, nyinyirlah yang menjadi tameng mereka.

Saudaraku yang dimuliakan karena islam, ingatkah kalian? Bersama siapa Rasulullah SAW berjuang menyebarkan islam? Jawabnya mayoritas bersama pemuda, bersama pemuda yang jika dikonversikan pada saat ini adalah mahasiswa.

Mahasiswa islam pada hakikatnya haruslah senantiasa terikat pada hukum Allah dan menyerukan kebenaran hukum Allah di tengah umat. Mendakwahkan keniscayaan islam dalam menyelasaikan segala permasalah dan regresi yang terjadi di masyarakat. Oleh karena itu, ketidakjelasan identitas mahasiswa yang mengakibatkan fungsi dan peran mahasiswa harus segera dituntaskan.

Revitalisasi identitas hakiki mahasiswa islam yang berjuang bersama membela ajaran islam adalah hal mutlak yang tidak bisa ditawar lagi. Sehingga perjuangan, energi, tenaga, dan waktu pemuda islam haruslah terarah pada perjuangan penerapan hukum Allah sebagai solusi permasalahan manusia yang diridhai Allah SWT.
Wallahu’alam

Post a Comment

0 Comments