Pribumi dan Tamu yang Tak Tau Diri

RemajaIslamHebat.Com - Sebakda  Anies BAswedan dilantik dan memberikan 'First Speech' sebagai orang nomer satu di DKI, timbul krasak-krusuk istilah 'Pribumi'. Isu-isu rasisme pun diangkat dan digoreng lewat media tipu-tipu. Status di berbagai media sosial dan tagar #BanggaJadiPribumi pun berserankan. Seperti lazimnya musim hujan, para kodok biasanya akan lebih nyaring berbunyi. Jika hujan kita ganti menjadi kata 'Pribumi' maka kodok-kodok yang bersuara adalah manifestasi dari fansboy si doi yang patah hati.

Kita tinggalkan dulu ribut-ribut soal ini, mari kita ngopi sejenak. K-O-P-I; ketika otak perlu Inspirasi. Pada masa Kekhilafahan Utsmaniyah dahulu, ada tradisi yang menarik sekali saat kita bertandang di rumah orang. Kebiasaan saat itu, jika ada tamu datang berkunjung maka akan disuguhi dua jenis minuman sebagai simbol penyambutan. Segelas air dan secangkir kopi. Dan itu bukan tanpa arti.

Pilihan sang tamu menentukan menu yang akan terhidang selanjutnya. Jika tamu memilih gelas berisi air, maka itu bermakna si tamu ingin menyantap hidangan selanjutnya, atau dengan kata lain; si tamu ingin makan. Tapi jika yang diambil adalah secangkir berisi kopi maka itu berarti tamu tidak ingin makan, dan tuan rumah pun tidak akan menyediakan hidangan selanjutnya.

Tentang memuliakan tamu, bangsa ini sungguh luar biasa soal yang satu ini. Serius! Bangsa Indonesia itu sungguh sangat-sangat-sangat memuliakan tamu (baca; Pendatang).Berbilang bangsa datang melebur dan bertabur di negeri Jamrud Khatulistiwa ini; Mulai dari bangsa Eropa, India, Arabia, China, 
sampai Afrika semua disambut dengan pintu terbuka. Ramah tamah, suguhan mewah, dan senyum sumeringah diberikan menyambut kedatangan.  Anda sopan kami segan; itu motto kami.

"Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah memuliakan tamunya" Hadist nabi yang diriwayatkan Bukhori dan Muslim ini begitu diamalkan oleh bangsa ini. Tapi jika tamu tak tau diri  dan malah ingin menang sendiri lalu menindas pribumi. Maka lihatlah panggung sejarah bangsa ini. Portugis, Inggris, Belanda dan Jepang kami usir tanpa ampun. Maka mari memposisikan diri sesuai porsi. Kami pribumi akan sangat menghargai jika para tamu pendatang tau diri. Tapi jika malah sebaliknya. "Lu Jual kita borong!"

Penulis : Fadjar Jaganegara, Perawat Ingatan
---
Ket gambar: Tamu negara pertama bangsa ini adalah orang Arab!

Post a Comment

0 Comments