Perempuan Terjerat Syahwat

Oleh Kholda Naajiyah

Heboh video mesum. Perempuan sudah pasti jadi sorotan. Ya, menyandang status alumni perguruan tinggi ternama, adalah sebuah kehomatan. Semestinya dimanfaatkan dengan baik untuk menjadi pribadi yang bermanfaat. Mengaplikasikan ilmu yang didapatkan dengan susah payah. Namun hal itu tidak berlaku bagi alumni UI berinisial HA ini. Ia malah bikin heboh dunia maya dengan video mesumnya.
.
Padahal konon kuliah jurusan kriminologi, tetapi ironisnya malah terlibat tindak kriminal. Semua tahu, berbuat mesum dengan bukan pasangan sah, tersebar di media sosial, adalah tindakan melanggar norma-norma hukum sekaligus norma agama.
.
Mengapa begitu mudahnya para perempuan terlibat video mesum? Sudah sebegitu murahnyakah harga diri mereka? Ini bukan kasus pertama. Episode video mesum selalu berulang. Demikian pula maraknya prostitusi yang melibatkan kaum perempuan. Tak bisakah kaum perempuan sendiri menghentikannya?
.
PEREMPUAN KIAN LIAR
.
Banyaknya perempuan yang terjerat video mesum dengan pasangan bukan sah, menunjukkan lemahnya benteng pertahanan iman mereka. Mereka begitu lemah dan tunduk pada kekuasaan pasangannya. Padahal, mereka tidak sedang diperkosa. Melainkan sukarela menyerahkan harga dirinya. Ini adalah fenomena liberalisasi seksual yang telah sukses menjajah pola pikir perempuan.

Barat mengajarkan bahwa perempuan memiliki hak reproduksi, dimana ia boleh dan bebas memilih pasangan yang disuka. Meski tanpa ikatan pernikahan sekalipun. Inilah yang menyebabkan terjadinya pergeseran budaya. Perempuan masa kini sungguh tak malu lagi menjadi penikmat syahwat. Perempuan yang pemalu telah berganti menjadi perempuan liar.
.
Jika perempuan pelaku video mesum menyerahkan harga dirinya pada laki-laki yang ia suka secara gratis, ada lagi para perempuan yang menjual kemaluan dengan segepok rupiah. Termasuk di lokasi-lokasi pelacuran, tempat surga dunia –meminjam istilah Ahok.
.
Padahal, tanpa ada peran perempuan sebagai objek seksual, video mesum tidak akan tercipta.  Siapa yang tertarik video telanjang jika pemerannya hanya seorang laki-laki saja? Kecuali video mesum kaum homoseksual, tetap dicari oleh para pemuja syahwat.
.
Jadi, tanpa ada peran perempuan yang bersedia dieksploitasi, insya Allah teknologi akan bersih dari polusi syahwat. Prostitusi juga akan mati jika tanpa ada peran perempuan. Karena itu, perempuan memiliki tanggung jawab besar dalam menghentikan kebejatan syahwat ini.
.
Ini bukan menuduh perempuan semata-mata sebagai sumber kebejatan moral. Karena bagaimanapun, lelaki juga banyak andil dalam melanggengkan kemaksiatan. Karena, kemaksiatan syahwat memang selalu melibatkan dua jenis manusia: laki-laki dan perempuan. Hanya saja, kita ingin agar perempuan memiliki kontribusi untuk menghentikannya. Bisakah?
.
KENDALIKAN SYAHWAT
.
Perempuan-perempuan yang terjerat nikmat syahwat, baik menjadi pacar pezina atau pelacur, hanya bisa diselamatkan jika aturan Islam ini diterapkan. Sebab, Islam memiliki seperangkat aturan yang berfungsi untuk memenej syahwat. Mengendalikan manusia agar tidak berinteraksi secara liar.
.
Realitas menunjukkan, munculnya naluri seksual karena ada stimulan alias rangsangan. Stimulan ini terkait erat dengan interaksi antara pria dan wanita. Sebab munculnya ketertarikan antara laki-laki dan perempuan didahului oleh fakta adanya interaksi di antara keduanya. Munculnya video mesum, perzinaan atau prostitusi, disebabkan laki-laki dan perempuan bebas berinteraksi.
.
Islam memiliki seperangkat aturan bagaimana mengendalikan stimulan pembangkit naluri seksual ini. Diharamkan bagi laki-laki dan perempuan untuk menampakkan auratnya di depan umum. Termasuk, menyuting auratnya sendiri dan menyebarkannya. Diharamkan laki-laki dan perempuan memperbincangkan hubungan intim di ranah publik, apalagi mempertontonkan atau menjual-belikan aktivitas seks kepada khalayak. Diperintahkan bagi laki-laki dan perempuan menundukkan pandangan (ghadh al-bashar) (QS an-Nur [24]: 30-31).
.
Diharamkan bagi  laki-laki dan perempuan berdua-duaan tanpa disertai mahramnya (khalwat). Video mesum dan perzinaan terjadi karena khalwat bukan dianggap dosa oleh masyarakat hari ini. Demikian pula keharaman bagi laki-laki dan perempuan bercampur baur tanpa hajat syar’i (ikhtilat). Diharamkan tabaruj alias menampakkan kecantikan di depan umum, termasuk menggunakan wangi-wangian yang baunya merangsang hasrat kaum lelaki. Diharamkan bercumbu atau bermesraan di depan umum, sekalipun suami istri. Diharamkan pula berhubungan dengan sejenis dan lain-lain.
.
Munculnya naluri seksual, diatur Islam melalui pernikahan. Namun perlu digarisbawahi, tujuan pernikahan dalam Islam bukan sekadar pemenuhan kebutuhan biologis atau syahwat. Sementara bagi yang lajang dan belum sanggup untuk menikah, Islam memerintahkan untuk berpuasa guna mengendalikan nafsunya. Dengan berpuasa, seorang muslim mampu mencegah diri dari dorongan-dorongan seksual yang belum mampu ia penuhi. Syahwatnya terkendali, rasa malu menyelimuti diri.
.
Itulah cara seorang muslim memenej syahwatnya. Naluri seksualnya berada di bawah kendali naluri beragama yang telah dibingkai oleh akidah Islam. Sabda Nabi saw: ''Tidak beriman seorang dari pada kamu sehingga hawa nafsunya tunduk (sesuai) dengan apa yang telah aku datang dengannya (sesuai dengan sunnahku)'' (HR Nawawi dalam Hadist Arba'in).
.

PERADABAN PRODUKTIF
.
Gambaran masyarakat bebas maksiat syahwat, pernah mengisi peradaban dunia selama 13 abad ketika Khilafah Islamiyah tegak. Para muslim dan muslimah saling menjaga interaksi dan harga diri. Tidak pernah terdengar kabar-kabar miring soal perilaku seksual dan penyimpangan-penyimpangannya.
.
Hal itu bukan semata-mata karena di era itu belum ada teknologi, belum ada globalisasi, tetapi karena segala aktivitas terkendali dengan aqidah Islam. Masyarakatnya produktif dan bermanfaat dengan karya-karya, bukan mengejar syahwat.
.
Seperti pada masa kejayaan Islam di Andalusia, Cordoba, Granada dan Sevilla, pada masa Khalifah Banni Abbasiyah pada 756 Masehi. Bangsa Barat (Eropa) tercengang dengan kemajuan kebudayaan, filsafat, ssains dan teknologi, yang lahir di wilayah semenanjung Iberia (Spanyol) tersebut.
.
Tokoh-tokoh besar dengan karya fenomenal yang tetap lestari hingga kini, seperti Imam Hambali, Hanafi, Maliki, Al-Bukhari dan Imam Ghazali adalah produk peradaban yang steril dari pornografi dan pornoaksi. Tak terhitung pula cendekiawan-cendekiawan muslimah dengan ilmu mumpuni yang diaplikasikannya dalam kehidupan.
.
Tidak seperti saat ini, ketika ideologi sekuler kapitalis mengajarkan perempuan bebas syahwat. Laki-laki bebas syahwat. Membebaskan pemenuhan kebutuhan syahwat tanpa aturan tegas, tapi liar. Maka, menciptakan masyarakat bebas maksiat syahwat bukan mustahil jika aturan sekuler kapitalis dicampakkan dan aturan Islam ditegakkan secara menyeluruh. Dan untuk menghadapi konspirasi global liberalisasi seksual, maka harus dihadapi dengan kekuatan jaringan global pula. Wallahu’alam.(*)
.

Post a Comment

0 Comments