Penghianatan Terhadap Jasa Guru

Oleh : Hikma Sanggala

"Guru… Terima kasih atas semua bimbingan maupun ilmu yang telah engkau beri kepada semua muridmu.”

Kalimat yang tersusun rapi  diatas kembali akrab ditelinga kita khususnya dgn bertepatan hari guru nasional yang jatuh pada hari ini  25 november.
Namun agar tidak menjadi seremonial belaka pada peringatan hari guru ini penting kiranya kita kembali melihat sejauh mana bangsa ini khususnya para pemimpin, dalam menghargai jasa para guru, khususnya dalam memberikan sumbangsihnya dibidang pengetahuan juga akhlaq untuk membangun bangsa ini.

Ini sangat menarik, mengingat dinamika bangsa ini yg kian hari semakin mengantarkan pada keterpurukan. Krisis multidimensi yang terjadi pada bangsa ini disemua aspek, baik kerusakan ekonomi, sosial, politik, hukum dll. Sebenarnya tidak lepas dari dua perkara yakni kepemimpinan dan sistem yang diterapkan. Para guru telah bekerja keras untuk membentuk dan mencetak SDM terbaik yang diharapkan akan memperbaiki bangsa ini. Namun kenyataan hari ini berbicara lain,  harapan para guru untuk mencetak pemimpin-pemimpin yang unggul ternyata jauh panggang dari api. Bagaimana tidak prilaku para pemimpin saat ini sangat memilukan sekaligus memalukan, kerusakan

Di negeri ini justru disebabkan karena ulah mereka yang justru sama sekali tidak pernah dicontohkan para guru, maraknya kasus korupsi, penjualan aset negara, pemangkasan subsidi, dan kriminalisasi ajaran islam menjadi warna perilaku pemimpin kita saat ini. Padahal semua ini sama sekali tidak prnh diajarkan oleh para guru.

Lalu apa yang membuat para pemimpin dinegeri ini berbuat demikian? Kemungkinannya Cuma ada 3.
1. Para pemimpin dinegeri ini lupa dengan apa yg telah diajarkan oleh para guru?

2. Mereka tidak pernah menjadi murid?

3. Penghianatan mereka terhadap jasa para guru?[]

Editor : Hardi Jofandu (Aktivis Komunitas Pelajar Cinta Qur'an)

Post a Comment

0 Comments