Pembinaan Intensif Adalah Ruh Remaja Masjid

Oleh : Ustadz Pristian Surono Putro

Orang sering menyebutnya dengan mentoring, tutorial, kajian, liqa, atau halqah. Itu semua menunjuk pada makna yang sama, yakni proses Pembinaan. Di tulisan yang sebelumnya kita sudah mendapatkan formula dasar menghidupkan remaja Masjid. Formula itu meliputi motiv diadakanya remaja masjid adalah dalam rangka memenuhi seruan Allah SWT untuk melaksanakan aktivitas Dakwah. Yang kedua Remaja Masjid menjadi bagian dari Dakwah Islam untuk mengembalikan kehidupan Islam secara Kaafah. Dan yang ketiga adalah pergerakan Dakwah Remaja masjid musti menjadikan Nabi Saw sebagai role model dalam melaksanakan aktivitas pergerakannya.
-
Kita bahagia dengan semakin semaraknya syiar Islam, dengan ditandai beragam hingar bingarnya kegiatan keislaman, tak terkecuali semakin ramai generasi muda masa kini termasuk di dalamnya remaja Masjid dalam mengagendakan berbagai kegiatan keislaman dalam beragam corak dan tema.
-
Melihat hal ini tampak di permukaan bahwa Remaja masjid geraknya dinamis. Namun ada satu sisi yang terabaikan padahal sisi ini sangat penting. Remaja dengan semangatnya yang menggebu-gebu ghirah Keislamannya harus senantiasa dijaga agar istiqamah dalam pergerakan. Idealitasnya yang membuncah juga perlu diarahkan dengan mengemban pemikiran Islam yang mustanir ( cemerlang ). Penjagaan inilah yang saya maksud PEMBINAAN INTENSIF.
-
Karena tidak jarang kita jumpai, remaja masjid yang awalnya semangat menggelegar, namun kemudian melempem. Kita jumpai pula remaja yang ditarik untuk kepentingan pemikiran pragmatis. Disinilah titik krusial pentingnya Pembinaan intensif. Bahkan bisa dikatakan bahwa Pembinaan intensit adalah RUH nya remaja Masjid. Apa jadinya jika Remaja Masjid tampak hidup namun kehilangan ruh ? Mengerikan ! Akan nampak seperti mayat berjalan.
-
Tujuan dari pembinaan ini adalah membentuk setiap aktivis Remaja masjid untuk meraih Syakhsiyyah Islamiyah ( kepribadian Islam ). Juga sekaligus membentuk mereka menjadi Hamlud Da'wah yang terpercaya. Pembinaan intensif adalah membentuk aqliyah ( pola pikir ) mereka menjadi Islami, yaitu dengan menjadikan Islam sebagai qaidah fikriyah dan qiyadah Fikriyah, menjadikan ahkamul Khamsah sebagai tolok ukur perbuatan. Pembinaan intensif membentuk nafsiyah ( pola sikap ) mereka untuk selalu mengimplemetasikan pemikiran Islam yang mereka emban, juga memenuhi potensi kehidupan (  Hajatul udhawiyah dan al gharaiz ) menurut standart syara'.
-
Sehingga dari pembinaan intensif ini akan muncul ditengah masyarakat Remaja Masjid yang hidupnya dalam ketaatan, dan rajin shalat berjamaah di Masjid. Beberapa Ulama menyebutnya sebagai generasi Ghuraba, atau penerus Para pemuda Kahfi. Sehingga dari tangan Remaja Masjid yang terbina inilah Dakwah Islam akan senantiasa bergolak menerangi kegelapan.

-
#SerialPergerakanDakwahRemaja

Post a Comment

0 Comments