Pacaran Islami' Bolehkah?

Oleh : Ana Nazahah

Pacaran Islami itu, sebelum dimulai ucapin bismillah, ketemuannya di mesjid kampung sebelah sambil belajar tajwid, aktvitasnya diakhiri alhamdulillah, Gubraaak he he.

Hey..pacaran Islami itu, sanaaa..ketemu walinya, lamar dengan mahar dan komitmen mengayomi pada suka duka hidup bersama dalam ijab-qabul disaksikan 2 orang saksi pernikahan namanya.

Menikah itu untuk ibadah, jelas dalam rangka melangsungkan keturunan, ada pertanggung jawabannya pada wali dan kepada Allah tentunya. Beda kayak pacaran, uda ga sepaham, atau ada idaman lain bubar barisan.

Kalo nikah belum siap, udaah jangan sok soan mau maksiat pake acara labelin kemaksiatan dengan label Islami segala, sampai kapanpun pacaran (mendekati zina) hukumnya tetap haram.

Trus isi hari dengan kegiatan positif lainnya dan sering-sering  berpuasa itu lebih baik bagimu, itu bukan kata saya ya, tapi Baginda Muhammad saw  pernah mensabdakannya ;

“Wahai sekalian para pemuda, barang siapa di antara kalian telah mampu untuk menikah maka hendaknya ia menikah, karena menikah dapat lebih menundukkan pandangan, dan lebih menjaga kehormatan. Barang siapa yang belum mampu menikah maka hendaklah ia berpuasa, karena puasa adalah penjaga baginya.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Nah, sekarang kamunya mau pilih yang mana? terus dalam kemaksiatan atau segera berbenah dengan taubat?.

Tulisan ini hanya sekedar pengingat, diterima Alhamdulillah, ditolak juga ga masalah. Maunya sih bisa diterima sehingga kita senantiasa berada dalam rahmat sehingga Allah jauhkan dari laknat.

Wallahu'alam.[]

Post a Comment

0 Comments