Oke BOS!

RemajaIslamHebat.Com - Entah kenapa saya sangat tidak nyaman jika sewaktu-waktu anak-anak menjawab nasehat atau permintaan saya dengan kalimat "oke BOS".

Walaupun mungkin tidak sedikit anak-anak zaman now memanggil ortunya dengan istilah ini. Kalau di Banjar ada istilah BOS BINI untuk panggilan ke ibu dan BOS LAKI untuk ayah. Dan sepintas lalu para ortu itu pun tidak mempermasalahkan. Entahlah dalam hati mereka seperti apa.

Kenapa saya ga suka? Karna bagi saya seorang bos itu adalah atasan yang selalu berhitung timbal balik. Seorang bos memberi sesuatu pada bawahannya karna telah melakukan sesuatu untuknya.

Dan pada umumnya pemberian bos pada bawahannya atas dasar perhitungan untung rugi, namanya 'upah'. Ya meskipun kadang ada juga yang sifatnya hibah atau hadiah, tapi itu jarang-jarang. Namanya juga bos, atasan. Bukan 'kuitan' (=orang tua, bhs Banjar).

Sementara orang tua ke anak itu hubungan istimewa. Jauh beda dengan hubungan majikan dan pekerja. Orang tua punya kewajiban yang harus ditunaikan tanpa nunggu anaknya berbuat sesuatu untuknya.

Memberi nama yang baik, memberi nafkah, perlindungan, kasih sayang dan pendidikan merupakan hal yang harus dilakukan orang tua. Bahkan perlakuan terhadap anak harus dilakukan jauh sebelum anak itu ada. Ya, sejak mencari pasangan. Mana kiranya yang bisa jadi ayah/ibu sholihah bagi anak kita.

Sementara BOS, dia ga mungkin memikirkan nasib pekerjanya sejauh itu. Sebelum bekerja dengannya jelas itu bukan tanggungannya. Jadi terlampau jauh menyandingkan istilah BOS dengan orang tua.

Adapun hubungan antara penguasa dengan rakyatnya maka sejatinya ia lebih mirip dengan hubungan anak dan orang tua. Apa yang harusnya ia tunaikan untuk rakyatnya tak harus bahkan tak boleh berhitung untung rugi.

Karna sejatinya penguasa adalah wakil Allah di muka bumi untuk mengurus kemaslahatan manusia. Ia merupakan penggembala dan perisai. Bukan pedagang atau pengusaha bagi rakyatnya. Bukan BOS!
ِ

“Imam itu adalah laksana penggembala, dan dia akan dimintai pertanggungjawaban akan rakyatnya (yang digembalakannya)” (HR. Imam Al Bukhari  dan Imam Ahmad dari sahabat Abdullah bin Umar r.a.)

“Sesungguhnya seorang pemimpin itu adalah perisai, ...” [Hadis Riwayat Muslim, 9/376, no. 3428]

Jika saya sangat terusik dengan sebutan BOS oleh anak saya. Maka sebenarnya saya lebih tidak nyaman lagi saat penguasa selalu bilang 'rugi' dalam menunaikan urusan rakyatnya.

Setiap kali akan menaikan harga (kebutuhan publik) yang biasa dikenal dengan istilah mengurangi atau mencabut subsidi. Dalihnya selalu sama. "Negara sudah banyak mengalami kerugian."

Ini sebenarnya sama halnya orang tua bilang ke anaknya "Kami telah banyak rugi membesarkan dan merawat kalian!"

Oh, sungguh sangat menyakitkan!!

#MerinduPenguasaSejati
#PengayomRakyatDenganHukumIlahi
#IslamKaffahRahmatanLilalamin

-WuD- 24.11.17

Post a Comment

0 Comments