Membaca Cara Memperkaya Narasi dan Bahasa

RemajaIslamHebat.Com - Bismillah. Pernahkah anak-anak bertanya akan suatu hal yang pernah kita sampaikan, diwaktu lalu? atau kemudian tiba-tiba saja mengajukan pertanyaan yang bisa bikin bingung untuk menjawabnya.

Kejadian yang seringkali dialami, dan terjadi sama anak no.2, umur 9thn yang bicaranya ekspresif, kritis dan kalimat pertanyaannya suka bikin saya bingung, mikir ulang agar ga disalahpahami atau bahkan membuat saya perlu menyiapkan secara khusus membuka buku literatur pendamping bahkan mencari di google.

Pernah saat pagi hari, sudahlah memakai kaus kaki untuk pergi kesekolah, dan tinggal menunggu jemputan ojek langganan saja. Anak ini masih sempat mengajukan pertanyaan.

Semisal gini. Umi, kenapa dalam Islam tidak dikenal istilah remaja, dari masanya anak-anak kemudian ditandai baligh, dan lantas statusnya berubah menjadi dianggap dewasa.

Umi : ehm, agak kaget. Mba Z, bukannya waktu itu udah pernah kita bahas ya? owh apa mungkin umi masih kurang detail atau masih butuh penjelasan ulang.

Anaknya : ya, masih butuh diulang.
Umi : ini udah mepet waktu akan berangkat sekolah, umi akan jelaskan singkat saja ya. Intinya. Tapi penjelasan detailnya akan kita bahas sore nanti ya saat sudah pulang sekolah atau agenda 1821.

Kemudian saya jelaskan pertanyaan anak itu dengan waktu yang terbatas. Intinya perubahan bentuk tubuh, hormonal yang diberikan Allah untuk siap menanggung tanggung jawab ibadah, peran diri dan siap bereproduksi ( secara tubuh). Jadi karena kesiapan tersebut perlu latihan dari masanya sebelum baligh.  Dengan menjaga diri, tubuh serta berlatih sikap mandiri. Maka dari itu, ya nak udah paham kan kenapa ini itu perihal yang harus dijaga dan dilakukan.

Paham mi, alhamdulillah. Terima kasih

Selepas itu saya lega sejenak. Sambil inget-inget PR saya nanti sore kembali check pemahaman anak sejauh mana ini

Itu baru sedikit dari sekian pertanyaan kritis yang banyak ditanyakan. Yang lainnya bikin lebih deg-degan euy.

Belum lagi mesti mengartikan dan menjelaskan  setiap kata yang bingung saat anak ini membaca buku. Contohnya ini:

condong ~ cenderung
dibelenggu
seuntai
terhenyak
para pembesar
terlunta-lunta
memalingkan wajah

Perlu dijelaskan euy, pakai kalimat pula kasih contoh semirip-mirip itu. Namun dari apapun pertanyaan anak, saya justru merasa bersyukur. Artinya anak ini sedang berfikir, merenung dari tiap penjelasan yang ia terima dan dibaca.

Kebayangkan yaa, jika anak ga pernah diajak ngobrol, diskusi, sharing tentang hidupnya.
Kemanakah anak ini akan bertanya? 
Kira-kira bahasan apa yang menarik bersama anak?

Bolehlah yaa bicara santai, namun alangkah baiknya pembicaraan juga tidak sekedar sekenanya pada pertanyaan udah makan, PR sekolah kapan dikerjakan, nilai ulangan dapet berapa?

Sesering mungkin usahakan ngobrol yang sekiranya membawa anak bisa pada menggapai impiannya, nilai2 spiritual dan masa depan, serta cita-cita akan kehidupan dunia dan akhiratnya kelak.

Intinya dari cerita ini, ingin mengajak ayah ibu ga bosen-bosen untuk mengarahkan, dan mendampingi anak anak menyukai membaca buku, agar ruang diskusi dan tanya jawab menjadi sarana memperluasnya ruang berfikir dan mengolah bahasa dalam keseharian.

*Sebelum ajak anak, baiknya dicontohkan juga*
Demikian sharingnya. Semoga bermanfaat.

Penulis : Nurliani

#SukaMembaca
#MemperluasDayaFikir

Sumber:


Post a Comment

0 Comments