Lindungi Komoditas Lokal, 8 Jenis Bahan Asal Hewan dan Tumbuhan Dimusnahkan.

RemajaIslamHebat.Com - Untuk melindungi kelestarian sumber daya alam hayati dari serangan organisme pengganggu tumbuhan karantina (OPTK) dan hama penyakit hewan karantina (HPHK), hari ini (20/11) Karantina Pekanbaru musnahkan 8 jenis bahan asal hewan dan tumbuhan yang berpotensi membawa masuk hama dan penyakit dari luar negeri.

Kedelapan jenis bahan asal hewan dan tumbuhan tersebut adalah sarang burung walet (0.1 kg) asal Malaysia, benih tamanan (1 kg) asal Cina, bibit kembang sepatu (6 batang) asal Taiwan, bibit kantong semar (7 batang) asal Malaysia, buah tanaman kelor (0.5 kg) asal Hongkong, daging sapi (5 kg) asal Singapura, daging ayam (0.78 kg) dan daging kambing (0.25 kg) asal Singapura.

Semua komoditas tersebut dimusnahkan karena tidak dilengkapi sertifikat kesehatan dari negara asal sehingga melanggar Pasal 5 Undang-Undang RI No.16 Tahun 1992 tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan yang berpotensi membawa masuk penyakit mulut dan kuku yang belum ada di Indonesia.

Kegiatan dipimpin oleh Kasi Pengawasan dan Penindakan Karantina Pekanbaru, Ferdi SP M.Si dan dihadiri langsung Kepala Karantina Pekanbaru, Imam Djajadi SP, MM serta instansi terkait seperti Dirkrimsus Polda Riau, Kanwil Bea Cukai, Kantor Pos Pekanbaru dan Karantina Ikan. Kegiatan ini juga dihadiri oleh Kasi Karantina Hewan drh. Marni Yenti, Kasi Karantina dra. Rina Delfi Tumbuhan dan pejabat fungsional Karantina Pekanbaru.

Dalam sambutannya, Kepala Karantina Pekanbaru memberikan apresiasi yang tinggi kepada instansi terkait seperti Bea & Cukai, Kantor Pos Pekanbaru dan Petugas Avsec Bandara SSK II Pekanbaru karena telah membantu petugas karantina dalam memberikan informasi tentang adanya komoditas ilegal tersebut yang masuk melalui Kantor Pos dan Bandara Pekanbaru.

"Kepada seluruh instansi terkait yang hadir saya ucapkan terima kasih atas kerjasama dan bantuannya karena tanpa kerjasama dan bantuan dari semua pihak, tugas dan fungsi Karantina Pekanbaru dalam menjaga dan melindungi negeri tidak dapat berjalan secara maksimal", ujar Imam.[Badan Karantina Pertanian]

Post a Comment

0 Comments