Lika-Liku Jalan Menuju Hijrah

Oleh : Ana Nazahah

Bersyukur banget ya teman-teman hijrah, kita dilahirkan dalam keluarga muslim. Kita ga harus bertukar aqidah dulu untuk taat, seperti sebagian saudara mualaf kita lalui,  berat looh..

Kebayang ga pas minta izin " Mah, Pah  saya mau masuk Islam!, pasti syok sekelurga, bisa²  kena usir dan dihapus dari daftar warisan.

Bersyukurlah  teman-teman dari pertama hadir ke dunia  kita sudah dikenalkan Islam, jadi tak perlu beban mental, tinggal syariat Allah kita terapkan. Ya ga?.

Maunya sih begitu, tapi ternyata beda lagi di lapangan, jalan hijrah yang kita lalui tidak semulus yang dibayangkan, keluarga dan lingkungan yang tak sepaham justru jadi hambatan.

Tak jarang keluarga terdekat kaget dan protes , melihat saudaranya tiba² 'kealiman', jelbaban atau jenggotan. Ada yang mencemoohi dan bahkan menakut-nakuti juga melabeli dengan stigma² negatif. Adeuwh., mau taat aja repot ya.

Pernah juga nieh, temen deket ana yang baru berhijrah nangis bombay ga tahan dihina dan diejek di kampus, karena waktu itu ana bingung mau bilang apa, ya udah ikut nangis bareng aja. Bukan solusi ha ha.

Dan besoknya ana harus ikhlas melihat dia melepas kembali jilbabnya karena tak sanggup menghadapi beratnya ejekan dari sesama.

Lika-liku jalan hijrah tak semudah dibayangkan, namun kita juga harus paham bahwa memilih menentang perintah Allah swt  bukanlah pilihan.

Ingatlah apa yang akan Allah berikan kepada orang-orang yang memilih melanggar perintahnya. Kehidupan yang sempit di dunia dan di akhirat akan mendapat siksa.

percayalah Allah tidak memberi ujian di luar batas kemampuan kita, Firman Allah swt

Allah tidak membebani seseorang diluar kemampuannya (Al-Baqarah: 286).

Jika kita mau sedikit bersabar, In Sha Allah tak ada aral yang mampu mematahkan semangat hijrah kita.

Jadi ukhtuna sholihaat yang sedang berada di jalan hijrah, bertahanlah, bersabarlah, sedikit lagi, sekejab saja, sungguh penderitaan di dunia ini tak akan lama, dibandingkan siksa neraka yang menyala-nyala.

Perasaan sakit dihina itu hanya bertahan sebentar saja, namun kenikmatan berada dalam jalan taat itu akan abadi selama-lamanya.

Keep Calm, salam hijrah...[]

Post a Comment

0 Comments