Tuesday, November 21, 2017

Kecepatan Utsman bin Affan menyambut Seruan Dakwah

Oleh : Dede Yulianti

SIAPA yang tak mengenal Utsman bin Affan. Salah satu sahabat yang membersamai  dakwah Nabi di Mekkah, berhijrah ke Madinah dan menjadi Kholifah ketiga dalam Daulah Islam. Juga termasuk salah satu dari sepuluh sahabat Nabi yang diberitakan masuk surga. Sepenggal kisah pengorbanan Utsman bin Affan dalam perjuangan dakwah. Imam Ahmad telah mengeluarkan hadits dari Abdurrahman bin Hubab as Salamy yang berkata:

Nabi SAW berkhutbah mendorong kaum muslimin untuk membiayai pasukan Al Usrah (perang Tabuk). Utsman bin Affan menjawab: 'Aku akan menanggung 100 ekor unta dengan pelana dan alasnya'. Abdurrahman bin Auf berkata: 'kemudian beliau SAW turun satu tangga dari tangga mimbar, lalu memotivasi kaum muslim.' Utsman berkata: 'Aku akan menanggung lagi 100 (unta) lainnya dengan pelana dan alasnya.'

Dari Hudzaifah bin Yaman berkata: Nabi SAW mengirimkan utusan kepada Utsman untuk meminta tolong membiayai pasukan Al Usrah, maka Utsman mengirim kepada Nabi 10.000 Dinar, lalu nabi membalik tangannya dan mendoakan Utsman: 'Semoga Allah mengampunimu wahai Utsman, tentang segala perbuatan yang engkau rahasiakan maupun yang terang-terangan, dan yang engkau sembunyikan. Dan apa yang dilakukan hingga hari kiamat. Dan apa-apa yang akan dilakukan Utsman setelah ini.'

Ya Rabb.. begitu mudah bagi Ustman bin Affan mengeluarkan hartanya untuk berjihad di jalan Allah. Saat Nabi meminta kaum muslimin membiayai perang Tabuk, Utsman lah yang pertama kali menyambut tanpa banyak berpikir dan menimbang dengan harta yang jumlahnya fantastis. Bahkan saat kali kedua Nabi meminta infak fi Sabilillah di hadapan seluruh kaum muslimin, Utsman lagi yang menyambut. Total 200 ekor unta beserta pelana dan alasnya. Dalam kecepatan menyambut seruan infak beliau tak ada yang menandingi.

Tak berhenti sampai di situ, ternyata pengumpulan infak dari kaum muslimin tak mencukupi kebutuhan untuk perang Tabuk. Karena tempat yang jauh dan jumlah pasukan yang besar (semua laki-laki dikerahkan) sehingga memerlukan perbekalan dan kendaraan (unta) yang tidak sedikit.
Maka Nabi pun mengutus seseorang untuk meminta kembali secara pribadi kepadanya, lalu diberikan lah 10.000 Dinar. Masya Allah, begitu ridho nya Nabi terhadap harta yang diinfakkan Utsman, sehingga ketika datang utusan langsung mendoakan beliau hingga kedua tangannya terangkat.

Inilah sahabat Nabi yang menukar kekayaannya dengan ampunan dan surganya Allah SWT. Sungguh Islam telah menjadi hal terpenting dalam hidupnya. Ketika Allah meminta berjihad dengan harta dan jiwanya. Maka tak ada pikir-pikir dan tak sempat menimbang terhadap pilihan lain, selain tunduk dan taat pada seruan Allah SWT. Tanpa perlu ancaman dan paksaan ketika diminta.

Sesungguhnya tidak akan rugi berjual beli dengan Allah. Harta hanyalah titipan yang dengannya Allah meminta pertanggungjawaban kepada manusia. Meneladani Utsman bin Affan tak perlu menunggu kaya raya. Semangat mempersembahkan apa yang dimiliki untuk perjuangan dalam dakwah Islam. Dengan waktu, tenaga, pikiran, harta dan jiwa, menunaikan setiap amanah dakwah. Cepat dalam menyambut seruan dakwah. Tanpa perlu mencari banyak alasan dan pemakluman.

Surga mesti ditebus dengan pengorbanan, halangan dan rintangan jadikan ujian kesabaran dan keikhlasan. Tundukkan dan atasi bukan diam dan pasrah menghadapinya. Janji Allah pasti tertunaikan, pertolongan bagi hamba yang menolong agama nya di dunia dan akhirat. Semoga kita bisa mengambil ibroh dari sepenggal kisah Utsman bin Affan.[]


Bagikan Yuk!

Pengelola:

Informasi yang ada di web ini semoga bermanfaat buat pembaca sekalian. Amin!

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!