Hidup Adalah Pilihan: Islam Pilihan Hidup Kita (Bag. 1)

RemajaIslamHebat.Com - Mendungnya pagi yang mengintip langit-langit Kota Wonosobo asri tidak menyurutkan langkah para pemuda istimewa, apa yang mereka lakukan ? Pagi itu ( 26/11 ) para pelajar istimewa ini menghadiri " taman-taman Surga", sebuah taman yang di dalamnya penuh dengan doa para malaikat, sebuah taman yang ketika langkah kaki kita menapakkan setiap jejaknya akan terhitung sebagai pahala, setiap putaran roda motor kita yang melukiskan jejak keshalihan mereka mengukir peradaban berkemajuan, yakni peradaban Islam.
-
Ya pagi itu para pemuda shalih ini dari IPM, Kliker, dan FKRM mengadakan kajian inspiratif dengan tajuk judul " Life Is Choice ". Dihadiri lebih kurang para akhi yang ganteng dan ukhti yang cantik sebanyak total 30an ini berjalan rame dan antusias. Dibuka oleh MC sahabat kita Akhi Affan Noor Huda, dilanjutkan suara merdu adik kita Akhi Hadi dengan tartil Qur'annya. Dilanjutkan sambutan suntikan motivasi oleh Bapak Agus, mewakili takmir Masjid Al Huda Sudagaran, lanjut sambutan inisiator Kliker Ustad Muda dari Wonosobo Akhi Ma'ad, yang memperkenalkan betapa asyik dan menyenangkanya aktivitas ngaji itu. Kemudian sahabat kita Imawan Kang Mas Slamet mewakili IPM memotivasi kita untuk bersemangat mengkaji Islam. Dan terakhir sambutan dari koordinator Forum Komunikasi Rmaja Masjid ( FKRM ) Mas Ardian yang menyampaikan visi FKRM adalah "DariMasjidRemajaBangkit".
-
Begitu selesai acara seremonial di atas, yang ditunggu-tunggu akhirnya datang, yakni berbagi semangat berbagi Inspirasi. Namun apa hendak dikata, guru kita trainer yang diundang yakni Ustad Aaz Aisyal istrinya mengalami kecelakaan, maka kedatangan beliau ke Wonosobo ini ditunda ( kita doakan semoga urusan-urusan beliau dimudahkan, amin..).
-
Tapi jangan khawatir, untuk menggantikan beliau dihadirkan Islamic Motivator lokal Wonosobo yang tak lain dan tak bukan adalah Koordinator FKRM yakni, Akhi Al Kaarim Ardian. Dengan penuh power full trainer kita ini memberikan 3 rumus dasar " Life is Choice; PERTAMA : Apa yang terjadi pada diri kita hari ini adalah hasil dari akumulasi pilihan-pilihan kita dimasa yang lalu. Contoh kalau kita dapati ada seorang pemuda yang baca Qur'annya bagus,sementara diwaktu yang sama ada pemuda lainnya gak bisa baca Al Qur'an, mengapa bisa begitu ? Karena yang baca qurannya bagus ia memilih dimasa-masa yang sebelumnya untuk bersusah-susah mendaki untuk belajar secara serius membaca Al Quran, ia gunakan hari-harinya untuk memilih berlatih dengan tekun memperbaiki bacaan qurannya, bersungguh-sungguh mempelajari makhrajnya, dst... Jadi kemahirannya saat ini membaca Al Quran pemuda tadi hasil dari pada pilihan-pilihannya dimasa yg sebelumnya.
-
Maka dari itu rumus yang KEDUA; Apa yang akan terjadi pada diri kita dimasa yang akan datang adalah hasil akumulasi pilihan-pilihan hidup yang kita lakukan SAAT ini. Oleh karenanya jika kita ingin berubah menjadi lebih baik, maka mulailah saat ini. Jika kita ingin menjadi remaja berprestasi maka mulailah untuk tekun belajar mulai saat ini. Termasuk jika kita memilih untuk menjadi pemuda shalih maka mulailah saat ini juga, tanpa nanti.
-
Langsung nyambung rumus KETIGA adalah bahwa setiap pilihan pasti ada risikonya. Taat ada risikonya, maksiyat pun ada risikonya. Taat risikonya mungkin akan dituduh-tuduh sok alim, radikal, dan tuduhan mengerikan lainnya. Maksiyat pun ada risikonya, apa risikonya ? Risiko paling mengerikan dari bermaksiyat adalah diancam neraka oleh Allah SWT. Maka jika semua berisiko lantas mengapa kita tidak memilih untuk mendapat Risiko dalam ketaatan saja ?
-
Setelah selesai materi pertama, langsung gas poll masuk materi yang kedua, jadi gak enak nih, karena yang menulis tulisan ini, adalah yang berposisi sebagai pemateri ke dua :-)  Jika materi pertama kita dapat suntikan semangat motivasi, maka materi sesi yang kedua ini kita lebih banyak diajak untuk BEEPIKIR, MIKIR ( Mode On Cak Lontong ). Berpikir tentang apa ?
-
Nanti malam tak lanjutin ya tulisan curcol ini, sekarang mau kerja dulu, nyiapin obat suntikan... ( Bersambung )

Penulis : Ustadz Pristian Surono Putro

Post a Comment

0 Comments