Guru

RemajaIslamHebat.Com - Kemarin saya sillahukhuwah kesalahsatu takmir Masjid di Kota Hujan Wonosobo, saya ditemui 4 orang takmir yang kesemuanya berprofesi sebagai Guru pendidik di Sekolah, satu diantaranya adalah Ustad di Pesantren Pelajar. Apa yang kami bicarakan ? Dalam bincang-bincang diserambi masjid Ba'da Maghriban itu kami membicarakan banyak hal tentang dunia Remaja-pelajar saat ini.
-
Satu persatu para Guru ini mengungkapkan kondisi keprihatinannya dengan kondisi Remaja masa kini. Beliau-beliau yang mengabdikan dirinya sebagai pendidik ini yang sehari-harinya berjumpa langsung dengan para pelajar menggambarkan kepada saya contoh-contoh dalam kehidupan nyata perihal kondisi pelajar masa kini.
-
Salah satu diantaranya adalah guru Madrasah Ibtidaiyah mengungkapkan kepada saya, bahwa beliau begitu serius menanamkan kepada anak didiknya tentang akhlak, seperti bagi siswi perempuan untuk memakai kerudung dan jilbab. Tidak sekedar hanya tuntutan mengajar semata, lebih dari itu beliau secara serius menannamkan nilai-nilai Islam setiap mendidik. TAPI, apa mau dikata, beliau merasa sedih ketika anak-anak didiknya selepas madrasah kemudian menempuh jenjang pendidikan selanjutnya lepas kerudung dengan alasan bahwa dirinya tidak kuat untuk berbeda dengan lingkungan sekolah ia berkawan.
-
Apa yang beliau ceritakan ini memang insidental,namun adalah pengalaman praktis beliau dilapangan. Banyak informasi yang saya dapatkan. Namun kami sepakat bahwa harus ada PERJUANGAN untuk dalam rangka mengubah kondisi ini. Oleh karenanya ketika saya bersama teman-teman Forum Komunikasi Remaja Masjid menawarkan untuk menghidupkan remaja masjid-remaja masjid maka beliau-beliau para guru memberikan dukungan dan suport penuh. Bahkan mempersilahkan Masjid yang beliau-beliau kelola ini dipakai sewaktu-waktu untuk kajian-pembinaan remaja.
-
Beliau para Guru ini bukan hanya sekedar memberikan dukungan moril, bahkan beliau beliau terjun langsung dalam proses perubahan ini. Beliau memberikan pengalamannya ketika membina remaja yang kost disekitar masjid. Beliau menemui RT/RW untuk menghimbau anak kost yang ada di sekitar masjid mengikuti kajian remaja yang ia selenggarakan. Walaupun risikonya beliau beliau ini oleh oknum tertentu dicap " Radikal", intoleransi,dan yang paling mengerikan disematkan tuduhan anti pancasila, dll... termasuk himbauan beliau ditolak oleh pemilik kost karena alasan ekonomis , yakni kost akan ditinggal penghuni atau sepi jika diberlakukan himbauan ini.
-
Dari beliau inilah kami yang muda muda ini banyak belajar. Obrolan ini kami hentikan setelah salah seorang santri mengimandangkan adzan untuk shalat isya.[]

Penulis : Ustadz Pristian Surono Putro

Post a Comment

0 Comments