Demokrasi Merenggut Senyum Setiap Insan

Oleh : Ria Hastami

Insan yang seharusnya tersenyum lebar kini tak ubahnya Benang Kusut. Derita setiap umat seharusnya menjadi tanggungan mereka yang diberi amanah tuk memimpin suatu Negeri. Tapi nyatanya mereka sibuk dengan urusan pribadinya, tanpa memperdulikan jeritan Rakyatnya. Harta dan Tahta berhasil membutakan mata hati mereka, melupakan fitrahnya sebagai manusia dengan angkuhnya mereka memposisikan dirinya layaknya Tuhan seperti halnya Raja Fir’aun, lupa bahwa membuat Hukum adalah hak Sang Pencipta Langit dan Bumi.      

Ratapan rakyat jelata tak cukup membuat hatinya terenyuh hati mereka masih saja keras melebihi kerasnya batu. Sudah seharusnya pemimpin negeri melindungi rakyatnya, tapi nyatanya ? Rakyat dipaksa memikul beban yang seharusnya tidak mereka pikul.           

Senyum mereka hilang bagai ditelan bumi akibat derita yang menimpanya. Sungguh malang mereka yang hidup di era Kapitalis dan sistem Demokrasi, mereka harus berjuang Mati”an demi menegakkan keadilan. Terlebih kasihan kepada mereka yang tertipu oleh janji beraselimutkan dusta.

Pencitraan dan pencitraan terus mereka lakukan demi kelangsungan akal busuknya. Sungguh biadab mereka” ini, mereka tak ubahnya binatang yang tak memiliki akal sehat. Sistem rusak hanya akan melahirkan orang orang rusak, bahkan orang yang baik sekalipun bila terperangkap didlamnya tak butuh waktu lama sistem ini berhasil meracuninya dengan ide-ide sampah. Sistem ini tak bisa dipertahankan, apabila dipertahankan untunglah para kapitalis dan tak akan lama lagi hancurlah para rakyatnya.

Wahai Manusia lupakah kita Siapa yang Menciptakan Bumi dan Langit beserta Isinya ??

Lalu untuk apakah kita diCiptakan ?? Akan kemana setelah Mati ??

Apakah kita diciptakan oleh mereka yang memposisikan dirinya layaknya Tuhan ??

Apakah kita diciptakan hanya untuk berdiam diri melihat kerusakan yang semakin parah ??  

Apakah setelah Mati kita tak dimintai pertanggungjawaban ??

Kembalilah sebelum terlambat, agar tak menyesal dikemudian hari.[]

Editor : Hardi Jofandu


Post a Comment

0 Comments