DARI SANTRI UNTUK NEGERI (Hari Santri Nasional)

RemajaIslamHebat.Com - Kami tidak pernah malu menjadi santri, yang kata orang adalah kaum bersarung dan berpeci. Malah kami bangga!

Kaum santri telah menorehkan nama di dinding cerita panjang perjuangan anak negeri. Dulu, bersama para Kiyai, santri berdarah untuk kemerdekaan bangsa ini. Sekarang dan sampai nanti pun (InsyaAllah) akan tetap sama tak berganti.

Pesantren. Tempat yang mungkin dianggap kuno dan jadul di pandangan banyak orang. Tapi tidak bagi kami. Justru disinilah kami benar-benar memahami arti hidup ini.

Kami belajar hal-hal yang mungkin tidak ditemukan di sekolah terbaik dan termahal sekali pun di muka bumi ini.

Kami belajar sabar dari kekurangan, berusaha tegar dari keterasingan.
Belajar menerima meski seringnya hati tak rela.
Belajar untuk selalu taat, meski terasa begitu berat.
Belajar bersyukur dari banyak hal yang tak terukur.
Kami juga diajari untuk selalu berbagi:
sesuap nasi, secangkir kopi, dan bahkan sekedar remah-remah roti, itu juga kami bagi bersama. Karena teman sudah seperti saudara sendiri.

Kata ustad kami tidak boleh manja dan harus selalu kuat, karena kelak di pundak kami tanggung jawab urusan umat.
Kami juga selalu harus ikhlas, walau kadang amal kerja kami tak berbalas. 'Asal Lillah, InsyaAllah lelah kalian berkah' begitu petuah ustad.

"Tabah sampai akhir, sampai akhir tabah" masih ingat memori teriakan Ustad kala itu. "Tidak ada istirahat hari ini duhai anakku.." terbakar kami mendengar petuahnya, "... Sesungguhnya istirahat kita adalah nanti, saat kaki kita menginjak surga" .

Doakan kami! agar selalu bisa berbakti untuk agama dan negeri.
Kami Santri, Untuk Negeri.

Penulis : Fadjar Jaganegara, Kaum santri.
______
Kredit gambar dari : PPI Darusy Syahadah

Post a Comment

0 Comments