Dakwah Seperti Hidroponik

Oleh Fitri khoirunisak

Kalian tau mengapa banyak  teman-teman yang gugur di jalan dakwah ini, banyak yang memilih bungkam dari kebenaran daripada bertindak, itu karena masih banyak yang menganggap bahwa dakwah adalah beban yang harus di lupakan. Padahal dakwah adalah salah satu kewajiban yang harus kita jalankan dan laksanakan.

Banyak sekali metode-metode yang bisa kita lakukan dalam menyampaikan dakwah. Dan banyak cara agar dakwah yang kita sampaikan itu sampai kepada sasaran dakwah, agar dakwah tidak monoton / membosankan seperti harus naik mimbar. Kita bisa menggunakan cara-cara yang cantik seperti lewat media, tulisan, lisan dan gambar. Dakwah itu ibarat hidroponik,sulit menyuburkan dakwah secara langsung bisa kita ganti dengan media yang lain, seprti tanah di ganti dengan air. Tanaman lebih subur dengan cara hidroponik di bandingkan dengan tanah, walaupun keduanya sama baiknya, tapi harus ada yang di unggulkan dari keduanya.

Pengemban dakwah harus kreatif, dan aktif . kreatif seperti apa brayyy? Setiap manusia Allah berikan kelebihan. Ada yang pintar bicara nah itu bagus jika dimanfaatkan untuk dakwah pasti berpengaruh besar bagi yang mendengarkan, ada yang pintar nulis nah lewat tulisan kita bisa menyampaikan dakwah Islam, lewat desain atau gambar buat sketsa-sketsa yang dibuat secara apik agar pesan di dalam gambar tersebut sampai kepada orang yang melihatnya. Islam itu kreatif  oleh karena itu kita di tuntut untuk aktif.
Seperti saya sekarang ini, saya menulis ini untuk memotivasi teman-teman agar aktif menulis, gencar dakwah dengan kelebihan kita masing-masing.

Banyak yang bilang, jika saya berbicara di depan audiens itu suka terbata-bata dan suka ngebleng sendiri, nah itu artinya saya tidak pintar berbicara, namun ini tidak bisa menjadi alasan, saya di tuntun harus banyak belajar.

Sedikit cerita !
Kemarin saya memberanikan diri menyapa 2 akhwat di masjid Muhtadin, saya membuka pembicaraan dengan menanyakan nama, fakultas, jurusan, dan tempat tinggal mereka, Allhamdulillah mereka menerima saya dengan baik. Saya lanjutkan dengan menayakan pendapat mereka mengenai artis yang baru-baru ini buming karena membuka kerudungnya ya dia Rina Nose, kedua akhwat ini bernama Nasob dan Yani, Nasob memberikan tanggapan bahwa “tidakan Rina Nose sangat berbahaya bagi para fans nya, yang memberikan pernyataan yang nyeleneh dan menyalahkan ajaran Islam tentang menutup aurat atau berkerudung, tidak masalah jika dia membuka kerudung dan kembali jahiliyah tetapi statmenya yang membuat saya geram, mempelajari filsafat telah meracuni fikirannya”

Saya membuka pembicaraan sedikit, namun tanggapan dan jawaban dari Nasob menandakan banyak yang peduli dengan sesama dan nasib kaum muslim, karena tidak ada wadah dan arahan, mereka hanya mengubur kecemasannya sendiri.nah inilah tugas kita , memberikan mereka wadah untuk belajar Islam dan agar mereka tidak sendirian.

Dari kasus di atas, walaupun saya gak pintar berbicara namun saya beranikan diri buat berbicara, soalnya masalah yang di hadapi umat muslim saat ini dan kerusakan-kerusakan yang terjadi saat ini itu menuntut kita untuk bicara, menuntut kita untuk menolak dan memprotes kebijakan-kebijakan yang menyensarakan tidak ada lagi yang bisa membungkam mulut kita dalam menyampaikan kebenaran, walaupun nyawa yang menjadi taruhan.

#keppSpirit
#keepIstiqomah
#UntilJannah
#jomnulissay

Post a Comment

0 Comments