Cinta Itu Tidak Buta

Oleh : Ana Nazahah

Kau bilang hatimu sesak saat tidak mendengar suaranya dan melihat wajahnya, ketahuilah itu nafsu. Mana bisa kau berlaku begitu sedang dia bukan mahrammu.

Kau berlemah lembut dan merendah dalam bicara, hanya kepadanya, sementara pernah tidak kau indahkan lisan sikapmu pada  ibumu?.

Jangan pernah bilang itu cinta, jika yang memberimu cinta sesungguhnya hingga rela mengorbankan nyawa tak kau perlakukan begitu.

Berapa kali kau mendengar titahNya?, bahwa mendekati zina itu bukan hal yang bisa diterima. Lalu kau menyanggahnya dengan mengatakan 'cinta itu buta'.

Hei..siapa yang bilang begitu? dari mana asalnya itu, kecuali dalih syaithon yang membujukmu, ahh atau mungkin itu darimu?. Ada banyak penjelasan tentang syaithon yang berwujud manusia. Aah ya ya, maksudku itu karena kau mengikuti hawa nafsu.

Cinta itu tidak buta, ia memerlukan hujjah, pembuktian. Kecintaan Ibrahim pada Allah tidak pernah membutakan matanya hingga rela menyembelih anaknya, yang ia lakukan adalah sikap taat, ianya tumbuh dari keimanan tinggi bukan ketaklidan palsu, karena iman itu hasil pencapain pikir manusia, telah terbukti lebih dahulu.

Kau tahu kenapa manusia dihisab sementara hewan tidak? itu karena akalnya menuntun untuk mengimani Rabb, lalu disalahi dengan mendengar hawa nafsu. Sama seperti kamu yang menuduh cinta butamu itu sebagai dalih pembenaran maksiatmu.

Aduhai kawan jangan begitu, jika terlanjur segerakan taubatmu. Tak ada untungpun kau bersikukuh pada sikapmu. Kau tahu  prinsip jodoh?, takan tertukar pemilik tulang rusukmu, cam kan itu.

Post a Comment

0 Comments