Bukan Perjuangan Sesaat

Oleh: RWijaya (Anggota Back To Muslim Identity Samarinda)

Hidup adalah perjuangan. Begitu kalimat bijak yang sering singgah di ruang dengar. Tidak ada yang salah dengan kalimat ini. Sungguh benar bahwa hidup memang dipenuhi dengan perjuangan.

Sebagai pemuda Muslim, kata berjuang dan sejenisnya bukanlah kosa kata baru yang melekat pada kepribadiannya. Justru aktivitas berjuang adalah aktivitas utama baginya. Berjuang untuk apa? Tentu bukan sekedar berjuang untuk senantiasa taat kepada Allah dalam hal ibadah ritual saja, tetapi berjuang agar Islam merasuk dalam benak-benak manusia seluruhnya.

Sungguh berjuang untuk Islam bukanlah aktivitas yang bisa dilakukan di sebagian waktu dan ditinggalkan pada waktu yang lain. Sama sekali tidak! Berjuang untuk Islam tidak berbatas usia dan profesi. Karena Islam bukan aktivitas seperti budaya, olahraga atau kepaduan yang biasa digeluti tatkala kuliah, kemudian ditinggalkan jika telah lulus.

Perjuangan untuk Islam bukan pula aktivitas yang bisa diberikan tenggat waktu sebelum menduduki jabatan tertentu, kemudian ditinggalkan begitu saja setelah sukses membuka klinik, apotek, atau setelah sibuk melanjutkan studi S1, S2 bahkan S3. Berjuang untuk Islam tidak demikian!

Sadarilah wahai para pemuda Muslim yang dimuliakan oleh Allah! Setiap derap langkah perjuangan adalah bukti nyata penghambaan kita terhadap Allah SWT. Maka seorang Muslim sejati tidak akan melepaskannya kecuali Allah telah berkenan memanggil untuk pulang menghadap-Nya.

Saudaraku, hari ini suara kebenaran Islam dipaksa untuk berhenti digaungkan. Islam dikriminalisasi. Kebangkitan Islam membuat kaum kafir tidak pernah lelah untuk menyusun makar-makar untuk memperlambat laju gerak kebangkitan Islam. Lalu, apa yang telah kita lakukan? Adakah kita sungguh berlelah-lelah untuk agama Allah? Atau lelah kita selama ini hanyalah lelah karena kepentingan pribadi saja?

Saudaraku, aku mengingatkan diriku dan dirimu. Ingatlah, bahwa hari pertanggungjawaban itu adalah benar. Kembalinya masa kejayaan Islam adalah benar. Maka, bila kaum kafir saja yang tahu kalau mereka akan kalah di "pertarungan" ini terus berjuang untuk menciptakan kerusakan. Lalu mengapa kita -sebagai seorang Muslim- yang mempunyai Allah dan Allah pasti akan memenangkan kita, kita tidak bersungguh-sungguh dalam perjuangan?

Post a Comment

0 Comments