Broken Home Dan Perceraian

Oleh : Ida Hanifah S.HI  (Ummu Nada)

PADA umumnya broken home sering di identikkan dengan perceraian yang terjadi dalam rumah tangga.

Apabila dari pernikahan tersebut memiliki anak maka anak tersebut sering dikatakan "anak broken home".

Istilah anak broken home ini adalah anak anak yang rusak moral dan perilakunya alias nakal.

Memang tidak bisa dipungkiri banyak anak anak "nakal" itu karena perceraian orangtuanya.

Namun, tak jarang kita menemukan anak anak yang "nakal" itu adalah anak yang justru punya orang tua yang utuh dan masih bersama alias tidak bercerai.

Disisi lain, ternyata ada juga anak yang orangtuanya bercerai tapi anak tersebut sholih dan sholihah.

Berarti secara tidak langsung kita bisa menyimpulkan bahwa tidak semua anak "nakal" itu karena perceraian.

Sebenarnya banyak faktor yang membuat Anak anak itu "nakal".

Pertama, faktor keluarga, faktor keluarga ini memang banyak macamnya.

Bisa karena orangtuanya bercerai sehingga si anak tidak teratur pola asuhnya. Kadang tinggal dengan ayah dan kadang tinggal dengan ibu.

Sementara setiap keluarga itu kan beda beda peraturan dan pola asuh si anak.

Juga terkait kasih sayang dari ayah dan ibu yang sudah terbagi.

Bisa juga karena orangtuanya sibuk bekerja sehingga si anak dititipkan ke art dan kurangnya perhatian ayah dan ibu terhadap anak.

Banyak orangtua yang menganggap bahwa dengan memberikan makanan yang bergizi, pakaian yang layak, mainan yang banyak dan uang serta fasilitas yang cukup itu sudah selesai tugasnya.

Bisa juga ayah dan ibu yang tidak akur dalam mendidik anak. Ayah melarang sementara ibu membolehkan atau ketika anak salah n ayah memarahi si ibu justru melindungi begitu juga sebaliknya.

Banyak juga para ayah yang menyerahkan tanggung jawab terhadap   anak itu sepenuhnya pada ibu.

Dengan alasan ayah sibuk bekerja diluar sehingga tidak ada waktu bersama anak.

Ketika pulang kerumah si ayah lebih memilih istirahat dibandingkan bermain dan belajar bersama anak dengan alasan capek bekerja.

Kedua, faktor pergaulan yang ada ditengah tengah masyarakat.

Banyak anak yang dididik dengan baik dirumah tapi justru hasilnya tidak baik,   kenapa?

Karena terpengaruh dengan lingkungan. Salah satunya adalah Salah dalam memilih teman.

Teman itu sangat besar pengaruhnya terhadap seseorang, sehingga ada istilah yang mengatakan bahwa "jika berteman dengan penjual minyak wangi maka sedikit banyaknya juga akan kecipratan minyak wangi".

Ya istilah itu sangatlah benar, banyak anak yang kecanduan narkotika itu dari temannya yang pecandu.

Banyak juga anak yang suka tawuran itu karena temannya tawuran.

Awalnya bisa jadi iseng iseng ikut teman tapi lama lama jadilah dia persis seperti temannya itu.

Lingkungan yang rusak itu memang sangat bahaya bagi anak anak apalagi jika di lingkungan itu tidak ada yang mencegah alias membiarkan saja kerusakan itu.

Ketiga, rusaknya seorang anak itu karena di dukung oleh negara.

Negara membiarkan setiap keburukan yang terjadi di masyarakat bahkan justru mendukung keburukan itu.

Lihatlah, ketika orangtuanya menghukum anak yang berbuat salah justru orangtuanya yang kena penjara dengan pasal perlindungan anak.

Ketika masyarakat membubarkan rumah bordir atau tempat judi justru masyarakat yang kena hukum dengan pasal HAM dan alasan mereka sudah membayar pajak alias ada ijin dari pemerintah.

Ketiga faktor itulah penyebab rusaknya seorang anak, sementara karena perceraian itu hanya sebagian kecil saja.

Jadi jika ingin anak itu tidak "nakal" maka harus ada upaya serius dari kita semua.

Dengan cara apa? Dengan cara merubah ketiga faktor diatas.

Secara individual atau keluarga, ubahlah pola asuh dengan pola asuh yang sudah terbukti ampuh membuat anak berkualitas yakni pola asuh Islam.

Sebagai orang tua harus betul betul memberikan perhatian penuh bagi anak, bukan hanya kebutuhan fisik seperti makan dan lain lain tapi juga mental dan pendidikan serta kasih sayang yang berlimpah untuk anaknya.

Secara masyarakat, haruslah ada amar ma'ruf nahi mungkar. Bahu membahu dalam kebaikan serta mencegah segala kerusakan dan keburukan yang ada agar pergaulannya terjaga.

Secara Negara, haruslah mengubah sistem yang ada dengan sistem yang mendukung kebaikan bukan justru mendukung keburukan.

Tentu hanya sistem Islam lah satu satunya sistem yang menciptakan kebaikan dan membumihanguskan segala bentuk keburukan dan kemungkaran yang ada.

So, BILA ADA ANAK "NAKAL" ITU BERARTI TIDAK SEMATA MATA KARENA PERCERAIAAN.

#ideowritergroup
#belajarnulis
#penaUmmat

Post a Comment

0 Comments