BMI Community Palembang menyelenggarakan acara “BMI Community Gathering dengan tema “Menegaskan Jati Diri Pemuda – Sebuah Inspirasi Untuk Negeri”

RemajaIslamHebat.Com - Acara yang dihadiri oleh lebih dari 250 Mahasiswi dari berbagai unversitas dan pergerakan yang ada di Palembang dan Indralaya. Tepat pada pukul 8.30 wib Rizki dan Devi selaku host membuka acara dengan membakar semangat peserta dengan yel-yel dan takbir. Ayu Fitriani selaku koordinator BMI Community Palembang ,Menyampaikan ucapan terima kasih atas kedatangan para peserta dan ucapan maaf jika jamuan panitia kurang berkenan serta memperkenalkan BMI Community serta mejelaskan bahwa jati diri seorang pemuda adalah taat kepada Allah dan memperjuangkan Islam Kaffah dalam naungan Khilafah.
Orasi pertama disampaikan dengan penuh semangat. “pemuda jaman now, tidak boleh galau akan identitasnya. Kita muslim dan kita adalah generasi penerus masa depan dunia. Di saat ada upaya labeling game identitas, radikalisme, ekkstrimis, moderat, sekuler, maka sikap pemudi muslim tetap TEGUH dengan Islam Kaffah, just Islam kaffah” tegas orator pertama.

Selanjutnya, pemutaran video sejarah masuknya Islam ke Nusantara. Dalam video ini dijelaskan dengan sangat jelas bahwa masuknya Islam ke Nusatara tidak bisa dilepaskan dari peran Khilafah Turki Utsmani yang telah mengirim para Wali Songo. Penelusuran sejarah dari berbagai kota oleh aktivis juga menambah bukti nyata sejarah Islam di Nusantara.

Tibalah pada diskusi interaktif, dalam acara ini menghadirkan Ibu Sri Dewi, Dosen salah satu Universitas di Palembang. Selaku pemateri pertama, beliau menyampaikan bahwa sejarah telah membuktikan bahwa Khilafah memiliki peran sangat besar terhadap Nusantara yang tidak boleh kita lupakan. Beliau juga menegaskan khilafah adalah ajaran Islam dengan menyampaikan berbagai dalil mulai dr Al-Quran, Hadits, Ijma’ para sahabat, kesepakatan para ulama. serta sejarah umat Islam yang dipimpin oleh Khalifah hingga tahun 1924. Gemuruh kerinduan umat terhadap khilafah pun saat ini mulai bangkit kembali kita bisa lihat dari berbagai aksi bela Islam dan minat para pemuda dan mahasiswi mengkaji Islam dan mendakwakanya.
Acara ini juga menghadirkan Ustdzah Syafridah Syafruddin (Pengamat Pergerakan Mahasiswa Sumsel), dengan penuh semangat beliau menyampaikan “ Seiring dengan kerinduan umat terhadap khilafah, Konsporasi Barat pun terus dihembuskan untuk meredupkan pelaksanaan syariat Islam Kaffah diantaranya 1.  keruntuhan khilafah 192 menjadikan terpecah belahnya wilayah khilafah ustmaniyah  (2/3 dunia)menjadi  negara-negara kecil dengan semangat nation state & demokrasi sebagai sistem politiknya, 2.  sebelumnya juga terjadi upaya deislamisasi diberbagai wilayah kekhilafahan, termasuk di kesultanan islam indonesai yang dilakukan belanda, 3.  hingga kini berbagai upaya dilakukan meredupkan cahaya kebangkitan islam-khilafah. Saat ini juga barat menggunakan kekuatan represif negara dengan cara : 1. memprovakasi negara untuk  menghancurkan  kelompok Islam politik- yang memperjuangkan Khilafah, 2. DEVIDE ET IMPERA : mengadu domba golongan islam tradisional vs  fundamentalis, 3. Isu Terorisme , propaganda Radikalisme, kriminalisasi ulama, pembubaran ORMAS, kriminalisasi AJARAN Islam –KHILAFAH atas nama anti pancasila (UU ORMAS no 2 th 2017). Dan berbagai upaya lainnya yang dilakukan Barat. Namun kerinduan umat Islam tidak dapat dibendung lagi, janji Allah dan RasulNya tidak akan ada yang mampu menghalaunya, oleh karena itu dimana posisi mahasiswi hari ini? Menjadi pejuang, penghalang atau penonton?” Ungkap Ustdazah Syafridah.

Persembahan monolog dengan iringan Liwa dan Rayah memecah tangis penyesalan selama ini bungkam dengan kedzoliman dan tangis kerinduan terhadap kejayaan Islam.

Orasi penutup, semakin membangkitkan semangat perjuangan dengan pernyataan “Suarakan lantang kebenaran bahwa memperjuangkan Islam kaffah dalam naungan khilafah adalah konsekuensi keimanan dalam melaksanakan syariat Islam secara kaffah karena demikian dalilnya jelas didalam Alqur’an, Hadist, ijma sahabat, dan kesepakatan Ulama. Suarakan lantang  kebenaran bahwa bukan islam kaffah yang menyuburkan bibit  radikalisme-terorisme, karena Islam kaffah mengajarkan metode shohih penegakkan khilafah mengikuti metode kenabian. Semangat perjuangan terus berkobar hingga acara ini ditutup.[BacktoMuslimIdentity]

Post a Comment

0 Comments