Biarkan Kursi Roda Itu Tegak Berdiri

RemajaIslamHebat.Com - Kami sudah kelelahan,  berjalan menuntaskan syariat Sai melintasi bukit Safa dan Marwah selama tujuh putaran cukup membuat kaki penat. Adzan berkumandang tepat setelah kami menggenapkan ibadah ihram ini dengan tahallul. 

Terburu kami mencari shaf kosong pada deretan jamaah muslimah. Terpaksa aku dan dua orang temanku duduk terpisah,  menyusaikan dengan tempat yang ada.

Kondisi shaf memang cukup rapat,  sedikit berdesakan malah. Menjelang beberapa saat solat akan dimulai,  tiba-tiba seorang ibu mendorong kursi rodanya dan menempatkannya tepat di tempat sujudku.

Tanpa ada permisi atau ucapan apapun,  ibu itu sudah duduk manis di kursi yang didorongnya tadi.  Sedangkan aku, hanya bisa menahan nafas tepat beberapa centi di belakang kursinya. Sontak aku kebingungan karena imam sudah mulai menyerukan untuk merapikan shaf.

Ingin sih menegur si ibu mengatakan bahwa ini tempat sujudku dan memintanya memindahkan kursi rodanya dari hadapanku. Tapi mungkin malah aku akan banyak berdebat dan bisa jadi akan ketinggalan rakaat salat berjamaah.

Ku biarkan kursi roda itu berdiri tegak dihadapanku dan aku lebih memilih mundur beberapa jengkal mengambil jarak secukupnya untuk sujud. Bersyukur dua orang perempuan cantik yang ada di belakangku mengijinkan aku sedikit mengambil tempatnya. Memberiku ruang untuk membuat shaf baru seorang diri.

Tuhan sedang mengajariku mengalah dan menahan diri. Membiarkan orang lain menyerobot tempat sujudku. Memilih mundur kurasa sebagai pilihan yang lebih baik agar aku bisa tetap solat meski dengan kondisi tempat yang seadanya.

Atau mungkin saja, ada hak orang lain yang belum aku tunaikan sehingga Sang Maha Pengasih sedang menegurku. Astaqfirullah. Betapa salahnya aku,  mengabaikan hak orang lain demi kebenaran diri sendiri.

Akan selalu ada kebaikan pada setiap kejadian jika kita mampu melensa hikmahnya. Akan selalu ada kasih sayang dariNya jika kita mau membaca skenarionya.

Semoga Tuhan selalu memberiku jalan untuk bisa belajar dan memetik nilai-nilai kebaikan pada setiap pengalaman hidup.

#30DWC9
#Day26
#Tulisanbertemaberdiri

Sumber:

Fb: Deasy Febrianti

Post a Comment

0 Comments