Berlarilah Mengejar Bola Jodoh

Oleh : Nur Baya

Berhubung karena lagi musim bola, jadi tiba-tiba pikiran saya membuat analogi tentang dunia jodoh perjodohan kurang lebih seperti dunia si kulit bundar.

Dalam permainan sepak bola, tentu para pemain berharap bisa mengoyak gawang lawan (ada tujuan yang hendak dicapai).

Pun dalam dunia sosial, dari sekian banyak orang yg kita kenal, tentunya kita berharap salah satu di antara mereka bersedia menjadikan bahunya untuk ditempati bersandar. Bagi yang perempuan bersedia untuk dimuliakan. Dan si perempuan seyogianya juga menghormati si laki-laki saat memahat pigura rumah tangga.

Dalam permainan bola, tentu ada lawan untuk beradu kompetisi sehingga saat permainan selesai ada pemenang. Tetapi harus tetap dalam koridor sportifitas.

Pun dalam hal perjodohan, lawan atau saingan berseliweran dimana-mana euyyyyy, jadi kudu jadi pemain yang tangguh untuk menaklukkan hati si calon jodoh .

Dalam permainan sepak bola, ada penjaga gawang. Kenapa gawang penting dijaga? Yaaaa, tentu saja agar bola tidak semaunya menggelinding masuk ke gawang tanpa permisi.

Sama halnya seorang gadis, ada orang tuanya tuh yang jagain sedari kecil. Jadi kalo pengen masuk ke gawang (baca, rumah) minta izin sama penjaga gawangnya (baca, bapaknya).

Saat permainan bola berlangsung, ada beberapa wasit bukan? Wasit ini bertugas menjaga kestabilan permainan, mencegah terjadinya pelanggaran dan memperhatikan waktu.

Tak ada bedanya dengan dunia jodoh perjodohan, kita diikat dan diatur oleh wasit norma-norma dan value yang berlaku di masyarakat. Makanya  beda tuh kalo manusia melangsungkan perkawinan dibanding binatang. Karena yaaa itu tadi kita diatur nilai-nilai dan hukum.

Dalam sepak bola, penontonnya bejibun tuh. Di antara semuuuuuaaa cabang dan ranting pohon olah raga, sepak bolalah yang paling banyak penontonnya.

Penontonnyapun kadang lebih pintar dari pemain. Sayangnya cuma pintar komentar, untuk eksekusi? Nol besar. Karena ngomong emang gampang tapi ngos-ngosan thawaf ngejar bola tak semudah lidah merangkai aksara pemirsa, hehehe.

Pun dalam dunia jodoh, penontonnya banyak. Bahkan kadang bertunas dari keluarga dan kerabat kita. Kerjaannya yaaa macam penonton bola tadi, komentaaaaaarrrr melulu, nanyaaaaaaa sampe dower. Nanya kapan nikahlah, komen si anu cocoklah, si itu kayaknya ajiblah, dll, dsb tralala trilili.

Gak tau apa, kalo si pencari jodoh udah ngos-ngosan mencari yang terbaik di antara yang baik. Keringat dingin mengajukan proposal istikhorah pada pencipta. Menikah bukan perkara remeh temeh, man!!

Next..

Dalam dunia sepak bola ada pelatihnya bukan? Si pelatih inilah yang mengajarkan dan mengarahkan teknik-teknik bermain, formasi yang digunakan serta memberi wejangan-wejangan agar sportifitas dari para pemain tetap terpelihara.

Bagitupun saat kita sedang mencari jodoh yang sebenarnya tidak hilang, cuma kita tidak tau keberadaannya di mana makanya kita nyariin terus.

Nah, penting menghadirkan sosok pelatih / guru atau ustadz/ah untuk mengarahkan kita agar lokomotif pencarian pasangan hidup tetap berjalan di atas rel kebenaran.

Dalam sepak bola waktu yang ditetapkan adalah 2 x 45 menit bukan? 90 menitlah begitu.

Tapi jangan salah, tak jarang ada injury time kan? . Kira-kira dalam injury time ini gol bisa tercipta gak?

Owwwww bisaaaaaa, sering malah. Karena mungkin di fase penambahan waktu ini puncak ikhtiar tertinggi dikuras habis-habisan.

Trus relevansinya dengan jodoh?

Tenang pemirsa, sabarrrrr .

Meskipun ada istilah platnya udah mau mati kek, ''produknya'' udah mendekati masa expired nek, tapi hati-hati.

Justru di masa-masa menjelang ''injury time'' stok do'a diproduksi besar-besaran. Antri berjubel mengetuk pintu-pintu langit. Beda dong kalo yang mengetuk itu cuma 1 orang dibanding banyak orang? Ya kan ya???

Sama halnya dengan do'a, akan jauh berbeda ketika yang memanjat ke langit cuma 1 box do'a dibanding berkontainer-kontainer do'a?

Sehinggaaaaaaa

Boleh jadi dan tidak menutup kemungkinan masa injury time ini justru berubah menjadi gold time.

Nah dalam permainan bola ada menang ada kalah bukan?

Persis dengan jodoh, bisa jadi kita menang (lamaran diterima), pun wajib siap-siap antisipasi kekalahan (lamaran loadingnya lamaaaaaaaa, ujung-ujungnya server not found alias ditolak).

Puncak terakhirnya adalah selebrasi kemenangan.

Klo dalam perjodohan, puncak selebrasinya adalah pada saat aqad nikah dan walimah.

Mengakhiri tulisan ini sudut hati bertanya, lalu maksud dari berlarilah mengejar bola jodoh apa?

Sekeping hati yang lain menjawab, maksudnya adalah berlarilah dalam hal memperbaiki diri, memantaskan diri serta maksimalkan ikhtiar.

Jangan hanya duduk manis ongkang ongkang kaki sambil main hape lalu berdalih, jodoh kan bakal datang dengan sendirinya.

Perbaiki diri, insya Allah yang akan menjadi jodohmu adalah orang yang nun jauh di sana sedang memperbaiki dirinya juga.

Pantaskan diri terlebih dahulu, insya Allah magnet jodohmu akan mendekati kutub si dia yang juga sementara memantaskan diri.

So, mulai sekarang berlarilah mengejar bola jodohmu, jangan lelet bin asal-asalan.

Semoga status jomblonya segera dipensiunkan. Aamiin .

#30DWC9Day28

**Nurb@y@ Tanpa Siti

Post a Comment

0 Comments