Berlari Tanpa Kaki

RemajaIslamHebat.Com - Di usia 16 tahun gw mulai kenal dunia ini. Sebelumnya cuma tahu sebelah mata aja, tapi mulai saat itu gw adalah bagian didalamnya. Dunia yang akan terus gw dalami sampai akhir tugas di dunia. Dunia yang akan terus memberi warna dalam setiap langkah sebelah kaki ini. Dunia yang akan terus gw sebut sebagai disabilitas tanpa batas. Disabilitas penuh kerja keras dan kreatifitas.

Awalnya gw benci sama nasib yang menimpa. Suatu kecelakaan ditengah semangat beraktivitas yang lagi tinggi-tingginya. Brak! Kejadian satu detik yang mengubah mimpi dan jalan hidup. Biasa berangkat sekolah setiap pagi pake motor, biasa balik sekolah agak malem karena ada aja yang dikerjain dulu, biasa main bola di rumah sama ade gw, semuanya berhenti, dan gw cuma bisa berbaring di tempat tidur tiga bulan. Tiga bulan itu bukan akhir penantian, karena setelah itu gw harus hidup dengan sebelah tumpuan yang hilang, kaki kanan gw harus diamputasi.

Buat remaja usia 16 tahun, anak kelas 1 SMA, kondisi itu bikin hancur. Apalagi buat gw yang ga tau dunia sebelah kaki itu gimana. Bayangan kondisi terburuk ga segan buat melintas dalam pikiran. Untungnya saat itu gw ga sendirian. Gw punya keluarga yang kuat, sahabat yang justru mendekat, dan lingkungan yang tidak menghujat. Beruntunglah gw, karena ada pondasi yang ga akan telupakan sampai kapanpun.

Butuh setahun buat gw menata kembali harapan, dan menerima kondisi bahwa gw akan terus lari dengan satu kaki. Beruntung lagi, ternyata Allah mewujudkan satu kaki itu dalam wujud yang berbeda. Topangan itu sekarang berbentuk doa orang tua, semangat dari keluarga, sampai alat bantu seperti krug atau prostesa.

14 tahun berjalan, gw baru bisa tahu kenapa ada di dunia ini. Gw ketemu sama mereka dari dunia yang sama, dengan semangat dan kerja keras yang lebih luar biasa. Sampai pada awal gw mengenal, rasa kaget sampai merinding bukan hal yang baru, terkagum dengan apa yang mereka lakukan. Mereka seakan tersembunyi di pojok ruangan besar, berkumpul dan berusaha untuk keluar. Lingkungan kadang ga mengizinkan mereka yang punya perbedaan, termasuk fisik, mental, dan intelektual. Hanya keteguhan dan kesabaran orang-orang inilah yang buat mereka sendiri berada. Apa salah menjadi unik, sedangkan tidak pernah ada kesempatan untuk memilih berada dalam kondisi unik itu. Semua manusia tercipta sama, hanya berbeda cara, itu saja.

Jalan gw hari ini sudah digariskan. Menjadi bagian dari #DisabilitasBergerak udah jadi panggilan yang ga bisa ditolak. Allah mungkin pengen gw bisa paham isunya secara dalam, ga cuma tahu, tapi juga merasakan. Mungkin gw punya kemewahan untuk merasakan, tapi #DisabilitasBergerak adalah urusan kemanusiaan, bagaimana melawan diskriminasi terhadap golongan tertentu, dan ini investasi jangka panjang, karena kita hanya berencana dan ga pernah tahu kondisi apa yang akan kita alami dimasa mendatang.

InsyaAllah ini jalan yang benar, karena semua Manusia diciptakan sempurna oleh Allah SWT. Bismillahirohmanirohim, semoga Allah SWT senantiasa meridhoi pilihan untuk terus berlari tanpa kaki.

#DisabilitasBergerak

Sumber:

Fb: Fajri Nursyamsi

Post a Comment

0 Comments