Berhenti Pacaran karena Doa Ibu


Oleh : Hanik Syukrillah, M.Si

             Hari Minggu kemarin ada acara remaja dialog remaja inspiratif dengan tema Save Our Generation with Love. Salah satu bagian dari acara itu, ada sesi curhat remaja yang sudah pernah pacaran. Dia menyampaikan bahwa pada saat awal pacaran dia senang sekali, karena secara remaja ini merasa berbeda dengan remaja biasanya. Karena biasanya cowok pasti melihat cewek dari bentuk tubuhnya yang langsing, tapi remaja ini tubuhnya sebaliknya. Tapi berwajah manis. Inilah yang dikatakan pacarnya. Mereka pacaran sampai berjalan 3 bulan dan setelah itu ternyata sang pacar hilang tidak tau rimbanya. Jejak cinta ini yang senantiasa bikin remaja ini baper, sampai makan dan sholatpun selalu ingat dia, wajar kalau pacaran bisa bikin orang gila mendadak. Diposisi seperti ini ternyata ibu remaja ini sangat perhatian. 
 
Ada suatu malam yang menjadi titik balik remaja ini berfikir untuk apa dia pacaran. Pada saat itu sang ibu menyampaikan bahwa walaupun orang bilang wajah dan tubuhnya tidak cantik dan langsing, tapi menurut ibu kamu cantik, dan sang ibu berpesan carilah lelaki yang baik, lelaki yang baik itu yang datang ke rumah untuk melamar bukan mengajak pacaran. Sang ibu berkata bahwa “ibu akan setiap hari berdoa walaupun nanti di usiamu yang sudah sangat dewasa dan kamu belum menemukan pendamping, ibu akan berdoa agar kamu mendapat lelaki yang baik. Walaupun nanti ibu sudah tiada dan engkau belum menemukan pasangan, ibu tetap akan berdoa disana agar engkau mendapatkan pendamping yang baik. Ikutilah ajaran rasulullah karena kita ini seorang muslim yang taat kepada agama kita”. 

Dengan mata berkaca-kaca remaja tadi menyampaikan ceritanya dan memberi pesan kepada remaja yang hadir, ingatlah ketika kamu mau berbuat maksiat contoh pacaran, ingatlah ibumu. Ibumu 50% surgamu. Ibu aka nada ketika kamu ada masalah, dan ibumu yang paling bersedih ketika hal buruk menimpamu.

Pengaruh ibu terhadap kepribadian anak sungguh sangat luar biasa, ibu harus bisa menyelesaikan masalah anak, memberi motivasi, bimbingan, dan doa yang terbaik untuk anak. Ini akan mejadi bekas yang sulit hilang. Semoga ibu2 sekalian juga bisa demikan. Membimbing anaknya agar berada di jalan yang benar. Tentunya ini tidak instan, butuh ilmu, butuh perjuangan, butuh usaha keras. Ibu zaman now jauh dari cerita diatas. Mengapa karena hari ini kita lihat ibu tidak lagi bersedih ketika anaknya pacaran, malah dimotivasi segera dapat pacar, agar tidak dibilang jomblo. Mereka lebih memberikan kebebasan kepada anak dalam hal pergaulan asalkan tidak kebablasan atau pacaran tersebut tidak mengganggu sekolah. 

Di dalam islam, ibu adalah madrasah pertama bagi anak untuk mendapatkan banyak bekal untuk menghadapi berbagai tantangan dalam kehidupan. Terutama bekal agama, tidak heran banyak kesuksesan bersumber dari penuhnya kasih sayang ibu yang dicurahkan kepada anak, seperti halnya yang dilakukkan oleh Asma’ bin Abu Bakar yang terus menyemangati anaknya Abdullah bin Zubair untuk tidak menyerah melawan musuh dan untuk terus menjadi pemuda pembela agama, dan itu dibalas Abdullah bin Zubair dengan pengorbanan luar biasa untuk tegaknya Islam, sampai memberikan hadiah surge untuk Abdullah bin Zubair, karena dia termasuk dalam hadist mengenai pemuda yang dikabarkan masuk surga.[]  

Post a Comment

0 Comments