Wednesday, November 22, 2017

Anak Bukanlah Nyamuk yang harus Dibasmi

Oleh : Fitri Khoirunisak A,Md Jurnalis KIMI

Heran dengan manusia jaman now, maunya apa coba? Gak punya anak berobat sana sini agar dapat anak, punya anak cari cara sana sini buat di bunuh , helooo…hati mana hati rasa manusiawi sudah hilang bersamaan dengan hilangnya iman di dalam diri manusia. Sistem Sekuler mencabut hilangnya rasa manusiawi dan fitrah, di tambah pembebanan ekonomi dalam sistem kapitalisme menambah stress dalam menjalani Kehidupan.

news.detik.com memberitakan Jakarta - Novi Wanti resmi menjadi tersangka atas pembunuhan anaknya, GW . Novi membunuh anaknya dengan cara menyemprotkan obat nyamuk. "Pelaku menggunakan ini (obat nyamuk) untuk mendiamkan korban, hingga disemprot agar diam, padahal ini racun," kata Kapolres Metro Jakarta Barat, Kombes Roycke Harry Langie kepada wartawan di Mapolres Metro Jakarta Barat, Jalan S Parman, Palmerah Jakarta Barat, Minggu (12/11/2017). Selain itu, Novi juga mengikat tangan dan kaki anaknya itu. Polisi memastikan ada luka di bagian kaki dan tangan anak 5 tahun itu.  "Jadi korban diikat kaki dan tangan, disemprot dengan obat nyamuk, kemudian ditutup oleh kresek," ucap Roycke. Peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu (11/11) pada pukul 17.30 WIB, di rumah kos Novi di Jalan Asem Raya, Kebon Jeruk Jakarta Barat. Usai melakukan tindakan itu, si anak lemas.

Berbagai penyebab di atas muncul tidak lain karena sistem kehidupan kita saat ini adalah sistem kapitalisme dengan asasnya sekulerisme. Sekulerisme menjadikan agama tersingkirkan dari kehidupan. Kalau mau belajar agama Islam ya di pesantren, di sekolah Islam, kalau mau dekat dengan Allah ya ke masjid. Akhirnya saat berada di kehidupan umum, orang bertindak tak lagi berpedoman pada aturan Islam dan tak takut dengan Allah. Dalam membuat aturan pun tak berlandaskan aturan Allah (qur’an dan sunnah). Ketika ada orang membunuh, hukumannya hanya penjara beberapa bulan atau tahun, masyarakat tentunta tak akan takut dan tak jera dengan hukuman seperti itu.

Kondisi seperti ini jika dibiarkan berlarut-larut akan mengakibatkan masyarakat semakin rusak. Penghilangan nyawa yang begitu mudah menunjukan masyrakat dalam titik nadir. Seolah hidup dalam rimba belantara. Orang lain pun merasa tidak aman dan was-was. Cermin masyarakat rusak ini perlu ada solusi fundamental yang tidak sekadar pada penangkapan dan sosialisasi.

Islam adalah ad-diin  yang mempunyai aturan sempurna nan paripurna. Aturan Islam yang bersumber dari Allah, al-Khalik dan al-Mudabbir, tentulah aturan yang paling pas untuk manusia dan mampu menyolusi semua permasalahan kita, termasuk masalah pembunuhan. Islam memandang bahwa membunuh satu jiwa itu seakan-akan membunuh seluruh manusia (QS Al Maidah : 32). Bahkan jika korban pembunuhan itu seorang Muslim, Islam menilainya sebagai sesuatu yang sangat besar di sisi Allah, sampai-sampai Nabi SAW bersabda, “Sungguh hancurnya dunia lebih ringan di sisi Allah daripada terbunuhnya seorang Muslim.” (HR Ibnu Majah no 2619).

Syariah Islam memberikan solusi pada dua level. Pertama, perbaikan umum, yaitu perbaikan masyarakat, dengan cara mengoreksi berbagai pemikiran, perasaan, dan peraturan yang menyimpang dari Islam. Pemikiran rusak seperti sekulerisme tidak boleh ada, wajib dihancurkan. Perasaan rusak seperti pemujaan berlebihan kepada harta benda, dihilangkan dengan dakwah Islam yang menggugah kesadaran. Selanjutnya peraturan rusak juga harus dienyahkan, seperti sistem kapitalis yang tidak adil, sistem pidana Barat yang tidak memberi efek jera, dan sebagainya. Kedua, perbaikan khusus, yaitu perbaikan sistem pidana (nizhamul ‘uqubat), dengan cara menghentikan penerapan sistem pidana Barat warisan penjajah, diganti dengan sistem pidana Islam berdasarkan Alquran dan Sunah.


Bagikan Yuk!

Pengelola:

Informasi yang ada di web ini semoga bermanfaat buat pembaca sekalian. Amin!

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!