Yakin Amalan Kita Diterima?

Oleh Eli Marlinda, S.Pd.I .( Anggota Pena Umat)

SOBAT muslimah, Allah menciptakan manusia di dunia ini tidak lain dan tidak bukan yaitu untuk beribadah kepadaNya. Sebagaimana firman Allah SWT:
ِ
Artinya: Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku, (Qs. Ad-Dzariyat: 56).

Ayat tersebut sangat jelas, menggambarkan kepada kita bahwa penciptaan manusia di dunia ini hanya untuk beribadah kepadaNya, bukan kepada yang lain.

Dalam hal beribadah, tentunya Allah juga memberikan peraturan sehingga ibadah kita bisa diterima oleh Allah SWT, balasannya surga. So, gimana ya agar amal tersebut bisa diterima?

Sebagai analoginya, saat kita mau masuk ke perguruan tinggi, agar bisa menjadi mahasiswa di kampus yang kita tuju, maka ada persyaratannya. Yaitu kita harus mendaftar terlebih dahulu dan mengikuti aturan yang ada di kampus tersebut. Jika kita tidak mau mengikuti aturan seperti mendaftarkan diri terlebih dahulu, maka tidak dianggap sebagai mahasiswa di kampus tersebut.

Sekalipun dia adalah seorang yang paling pintar. Jika dia tetap memaksa masuk ke dalam kampus tersebut dengan menunjukkan segala kemampuan, tetap saja tidak dianggap sebagai mahasiswa.

Kenapa? Karena dia tidak terdaftar sebagai mahasiswanya. Bahkan kampus pun, memiliki seperangkat aturan yang harus diikuti dan ditaati oleh setiap mahasiswa yang akan masuk ke sana.

Begitupun dalam kehidupan yang lebih luas ini. Manusia juga seharusnya diatur oleh Sang Pencipta, yaitu Allah SWT pemilik alam semesta. Baik dalam hal beribadah dan segala perbuatan lainnya. Sehingga perbuatan kita diterima oleh Allah SWT, sebagai amal jariyah yang memberatkan timbangan kebaikan di yaumil akhir nanti.

Seperti yang disampaikan oleh seorang ulama gurunya Imam Syafi'i, Fudhail Bin Iyad ketika menjelaskan Firman Allah Swt berikut;
ُ

Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.

Dari ayat tersebut beliau mengatakan “yang terbaik amal nya adalah yang terikhlas dan terbenar amal nya” Artinya dalam melakukan amal, harus ikhlas karena Allah semata, untuk mendapatkan ridhoNya, seperti yang terdapat dalam sabda Rasul SAW: "Sesungguhnya segala perbuatan itu di nilai berdasarkan niat nya dan setiap orang akan memperoleh apa yang di niatkan (HR. al-Muslim).

Seperti halnya seseorang yang berhijrah dari kemaksiatan menuju ketaatan. Jika hijrahnya karena Allah dan RasulNya, maka hijrahnya diterima. Namun, jika hijrahnya karena kehidupan dunia dan ingin mendapatkan pujian dari manusia, maka dia sudah melakukan riya. Seperti sabda rasul; "sesungguhnya riya adalah syirik" (Sunan Tirmizi Juz:13).

Jadi ikhlas tersebut sangat menentukan. Diterimanya amal seseorang tergantung pada niat pelakunya. Dan ikhlas ini haruslah berdasarkan iman kepada Allah SWT. Karena orang yang ikhlas melakukan perbuatan karena Allah tidak akan mampu disesatkan oleh iblis sesuai dengan firman Allah SWT:
َ
“Iblis menjawab: "Demi kekuasaan Engkau Aku akan menyesatkan mereka semuanya, Kecuali hamba-hamba-Mu yang mukhlis di antara mereka; (QS. Shad: 82-83).
Imam Abi Al qusyairiy mengatakan: "ikhlas adalah menjadikan tujuan taat satu-satu nya kepada Allah yang maha benar". Sehingga orang ikhlas akan mampu menghadapi setiap ujian hidup yang diberikan oleh Allah.

Apalagi di saat awal-awal kita hijrah untuk taat kepada Allah, yang paling terasa itu saat kita dicibir oleh keluarga kita sendiri, dijauhi teman, dianggap sesat dan aneh. Itu dikarenakan dulunya kita jauh dari tampilan dan aktivitas yang mencirikan kemusliman kita.

So, jika kita berubah karena Allah dengan bekal ikhlas, insyallah kita bisa istiqomah, seberat apapun masalah yang kita hadapi, karena yakin Allah akan membantu.

Tidak Cukup Ikhlas Saja

Sobat muslimah, ternyata amal itu tidak cukup hanya keikhlasan saja, tetapi amal tersebut akan diterima jika amal kita showab. Artinya cara melakukan amal perbuatan secara benar, yaitu sesuai perintah dan larangan Allah atau syariat islam. Jika amal seseorang hanya ikhlas saja tanpa disertai cara yang benar maka amalnya pasti tertolak.

Sungguh Islam sudah mengatur sedemikian rupa segala amal yang kita lakukan mulai dari bangun tidur hingga tidur kembali. Mulai dari keluar rumah, masuk kamar mandi, bahkan ketika mau makan dan minum pun diperintahkan oleh Rasul sambil duduk.

Persoalan yang sering kita anggap sepele pun ada aturannya. Apalagi dalam mengurusi hajat hidup orang banyak seperti dalam perkara ekonomi, kesehatan, pendidikan, pergaulan, sampai masalah pemerintahan pun ada aturannya. 

Aturan main dari Allah itu harus sesuai syariatNya. Contoh perbuatan yang caranya tidak sesuai syariat, seorang perempuan yang bekerja membantu ekonomi keluarga dengan cara menjadi PSK. Niatnya sudah benar mau membantu, bahkan ikhlas. Tetapi ketika caranya bertentangan dengan syariat Allah, maka amal seseorang tertolak.

Begitu juga dengan seorang koruptor, dia melakukan itu dengan alasan memberi nafkah untuk istri dan anaknya tetap tertolak. Karena bertentangan dengan syriatNya. Atau seseorang yang ingin mendapatkan jodoh dengan cara melakukan aktivitas pacaran, padahal pacaran itu akan membawa seseorang melakukan zina sehingga tidak jarang orang menikah tapi sudah hamil duluan.

Sobat muslimah, ketika hendak melakukan sesuatu, maka sudah seharus nya kita mencari tahu terlebih dahulu, apakah perbuatan yang akan kita lakukan itu sudah sesuai syariat atau belum. Jangan sampai seluruh amalan kita tertolak dan menjadi sia-sia.

Oleh karena itu, kita butuh ilmu pengetahuan tentang syariat islam. Satu-satunya jalan adalah dengan terus belajar, mengkaji tsaqofah islam, mengikuti kajian-kajian islami, membaca buku-buku islam, dll.

Sesibuk apapun kita harus meluangkan waktu untuk belajar jangan menunggu waktu luang baru belajar. Dengan bekal ilmu agama yang kita miliki dan terus mendekatkan diri kepada Allah, berteman dengan orang-orang yang selalu mengingatkan kita dalam ketaatan kepadaNya, insya Allah kita tidak akan tersesat. Wallahu’alam bishowab. []

Post a Comment

0 Comments