Tokoh Muslimah Peduli Bangsa Sampaikan Aspirasi Penolakan Perppu No. 2/2017 ke Fraksi PKS dan PPP

RemajaIslamHebat.Com - Puluhan Tokoh Muslimah Peduli Bangsa telah beraudiensi ke Fraksi PKS pada Selasa, (27/09/2017) pk 10.00 WIB, terkait penolakan Perppu No 2 th 2017 tentang Ormas. Delegasi disambut dengan ramah oleh Sutryono anggota FPKS di Komisi II dan Muhammad Nasir Djamil anggota FPKS Komisi III.

Delegasi menyampaikan berbagai argumentasi tentang bahaya Perppu, memberikan apresiasi atas sikap tegas FPKS dalam menolak Perppu dan mendukung untuk melakukan penolakan dengan lebih keras lagi.

Bapak Sutryono dalam pembukaannya menyampaikan bahwa Perppu ini tidak memenuhi persyaratan formil untuk lahirnya Perppu. Dalam audiensinya Zunaerah Pangaribuan, SH (Ketua Bidang Hukum Wanita Islam DKI) menguatkan bahwa tidak ada kondisi genting di negara ini saat Perppu ini diterbitkan.

Kalau yang dimaksud kengentingan adalah dakwah Khilafah maka ini suatu kesalahan besar. Karena Khilafah merupakan ajaran Islam, berasal dari Allah yang tentunya akan membawa rahmatan lil alamiin. Menjadikan dakwah Khilafah sebagai alasan kegentingan justru menunjukkan Perppu ini telah mengkriminalkan ajaran Islam.

Demikian Iffah Ainur Rochmah, S.Pd (Jubir Muslimah HTI) semakin menguatkan penolakan terhadap Perppu ini. Ini tentu saja akan memperparah kondisi yang ada dimana Lagu Tepuk Anak Sholih sempat dipersoalkan sementara pornografi, homoseksual justru terkesan dibiarkan.

Ini akan sangat berbahaya bagi integritas muslim yang hari ini justru dibuthkan untuk meningkatkan kualitas SDM kita termasuk perempuan dan generasi ke depan.

Dr Ferryal Basbeth, Sp F (tokoh intelektual, Spesiali Forensik) menyampaikan bahwa Perppu ini lebih kejam dari hukum penjajah kolonila Belanda sekalipun. Karena Perppu ini menyasar pengurus dan anggota ormas yang dibubarkan. Ditambah lagi Perppu ini berpeluang digunakan oleh penguasa untuk secara semena-mena membubarkan ormas atau organisasi manapu yang kritis terhadap penguasa dengan tuduhan anti Pancasila.

Dengan tanpa pembuktian dan ruang pembelaan bagi tertuduh. Karena Perppu ini telah menghapus puluhan pasal yang ada di UU Ormas no 17 tahun 2013 yang berkaitan dengan pembubaran ormas melalui peradilan. 

Ibu Erna dari GNPF kemudian menguatkan bahaya dari Perppu ini dengan fakta berbagai persekusi sudah terjadi di kalangan pesantren, ini tentu sangat menggelisahkan. Bu Nunie (PW Persistri DKI) di depan anggota DPR FPKS, meluruskan berita yang salah tentang Persis, dan menegaskan bahwa Persis dengan tegas menolak Perppu ini.

Di akhir audiensi, sebagai pimpinan delegasi, Eny Dwiningsih, M.Si (Sekjend Forum Muslimah Peduli Bangsa) menegaskan bahwa Perppu no 2 tahun 2017 ini wajib untuk ditolak dan mendorong  kepada fraksi PKS agar lebih keras lagi penolakan terhadap Perppu ini.

Fraksi PKS mengucapkan terimakasih atas dukungannya dan sikap PKS tegas menolak Perppu ini. Mendorong kepada delegasi untuk melakukan hal yang sama kepada Fraksi yang lain.

Acara diakhiri dengan penyerahan Petisi Tokoh Muslimah Peduli Bangsa Tolak Perppu Ormas kepada Fraksi PKS.

Siang harinya Audiensi berlanjut ke Fraksi PPP diterima langsung oleh Ketua Fraksi Dr Reni Marlinawati. Delegasi disambut dengan hangat dan ramah. Argumentasi tentang bahaya Perppu kembali disampaikan kepada Fraksi PPP.

Ustadzah Ishmah Cholil (Muslimah HTI) menyampaikan dengan penuh semangat bahwa Perppu ini berpotensi untuk mengkriminalkan kalamullah dengan pasal-pasal karetnya terutama pasal 59 (3).

Perppu ini juga berpotensi untuk tindakan kejam melebihi kekejaman PKI. Kalau kekejaman PKI terjadi saat 30 September saja maka dengan Perppu ini bisa berpotensi untuk menciduk dan mempidanakan para ulama, sepanjang Perppu ini berlaku.

Maka delegasi meminta kepada Fraksi PPP untuk segera menyatakan sikap tegas penolakan terhadap Perppu ini sebagai bentuk tanggung jawab terhadap konsituen yang semuanya muslim dan tanggung jawab kepada Allah SWT.

Tanggapan dari Fraksi PPP bahwa Fraksi PPP belum menentukan sikap dan apa yang disampaikan delegasi akan disampaikan dalam rapat pleno PPP.

Acara diakhiri dengan penyerahan Petisi Tokoh Muslimah Peduli Bangsa Tolak Perppu No 2 tahun 2017. Dari pihak Fraksi juga memberikan kenang-kenangan buku kepada delegasi. [MuslimahNewsID]

Post a Comment

0 Comments