The Politik Of Emak-Emak

Oleh: Etiana Milka Sari, S.Pd

Saat ini di dunia maya kita dapati beberapa tulisan ataupun gambar mengenai Ibu-ibu (yang kemudian disebut emak-emak militan) yang aktif dan kritis baik meyingkapi kondisi kita saat ini,  baik di sosial media maupun di dunia nyata. Dan yang cukup membuat semakin mencuatnya perbincangan mengenai aksi emak-emak ini pada saat ibu Asma Dewi di tangkap karena terjerat UU ITE, (tapi kita tidak membahas ini). Yang membuat seharusnya kita tersentak dan sadar adalah bagaimana  ibu-ibu yang di dalam tulisan ini kita sebut emak-emak (karena lagi hangat sebutan ini) yang pasti dalam bayangan banyak orang adalah sosok yang super sibuk karena harus mengurus rumah, mengurus suami, dan mengurus anak-anak dan bahkan jam kerja nya non stop 24 yang jika kita rincikan tugas dan fungsinya tidak mengalahkan seorang karyawan kantoran, karena emak-emak ini bisa melakukan berberapa tugas dalam rangka mengurus rumah dan penghuninya, dari menjadi perencana keuangan, kasir ,berbelanja, memasak, mencuci, guru les, bahkan bisa menjadi ojek antar jemput anak sekolah, terkadang juga menjadi perawat jika ada yang sakit. Tapi ternyata emak-emak yang tugas dan perkerjaan bermacam-macam yang menyita pikiran dan energi mereka memiliki kepekaan dan kepedulian yang tinggi terhadap keadaan masyarakat/umat sehinga tidak berlebihan jika ada sebutan BEM (Barisan Emak-emak Militan) .

Jika kita mencermati emak-emak yang super sibuk tapi masih perduli dengan kondisi umat saat ini sebenarnya sesuatu yang wajar bahkan semestinya, karena emak-emak sudah terbiasa mengurus orang lain selain dirinya sendiri dan karena banyaknya tugas yang ada padanya maka emak-emak sangat terpengaruh dengan perubahan kondisi yang terjadi di masyarakat dan negara bahkan dunia, mengutip tulisan ibu Yanti Tanjung bahwa emak-emaklah yang paling merasakan dampak dari perubahan, contoh: Garam Mahal siapa yang duluan merasakan emak-emak kan?BBM naik yang duluan merasakan emak-emak, Listrik naik emak-emak juga yang pusing.

Sehingga kita seharusnya bertanya jika ada emak-emak yang cuek dan bahkan tidak perduli dengan kondisi yang terjadi. Karena tugas dan fungsi emak-emak adalah sebagai  ibu dan pengurus rumah, yang dalam melaksakan tugas dan fungsinya emak-emak sangat terpengaruh oleh perubahan di masyarakat dan Negara. Maka tidaklah berlebihan jika banyak emak-emak yang kritis dan perduli  perkembangan berbangsa dan bernegara serta sangat mencermati kebijakan-kebijakan penguasa.  Yang mana jika kita lihat bahwa kekritisan  dan keperdulian emak-emak ini sebuah kekuatan yang luar biasa yang lahir dari nurani-nurani ibu yang mencintai anak-anaknya, keluarganya, masyarakatnya, agamanya dan bangsanya.

Sehingga kekritisan dan kepedulian emak-emak terhadap kondisi yang ada adalah bentuk pelaksanaan Politik yang sesuai dengan peran dan tugas emak-emak, maka kritis dan perdulinya emak-emak yang dari statusnya di sosmed hingga sampai turun ikut berdemo untuk membela Al Qur’an atau Saudaranya Muslim Rohingya merupakan bagian pelaksanaan peran politik emak-emak di tengah kesibukkannya menunaikan amanah menjadi Ibu dan Pengurus Rumah.

Karena jika melihat tulisan saya sebelumnya pada “Jangan Takut Berpolitik” kita dapati bahwa dalam konteks Islam, secara bahasa (lughah),Politik (As-siyasah) berasal dari kata sasa-yasusu-siyasatan yang berarti mengurus kepentingan seseorang. Dan dalam Jurnal Al-Ihsas menyatakan bahwa politik bermakna memelihara dan memperhatikan urusan Rakyat.

Sehingga dari pengertian politik dalam konteks Islam wajar jika emak-emak yang perduli, kritis dan berani menyampaikan koreksinya kepada penguasa, dan berdakwah menyampaikan kebenaran adalah  emak-emak yang menjalankan peran strategis politiknya tanpa harus duduk di gedung Dewan Perwakilan Rakyat atau Menjadi pejabat Negara. Sehingga jangan menganggap emak-emak tidak perlu berpolitik atau melarang emak-emak berpolitik bahkan meremehkan emak-emak yang berpolitik, mengutip perkataan  Bertoh Brech seorang penyair dan dermawan Jerman ”Buta terburuk adalah buta politik.

Semoga emak-emak semakin semangat berpolitik. Wassalam.

Post a Comment

0 Comments