Tausiyah Inspiratif Ustadz Ismail Yusanto

RemajaIslamHebat.Com - Selepas sholat dzuhur di musholla lantai 2 hari ini, ada kesempatan ikut mendengarkan dari balik tirai tausiyah Ustadz Ismail Yusanto. Karena taunya pas selesai sholat, jadilah tidak menyiapkan hp atau buku catatan. Hanya mengingat dan mencoba menyimpulkan apa yang beliau sampaikan. Semoga memberi ruh juang kita untuk terus melanjutkan perjuangan.

Ada milyaran manusia di dunia ini. Yang memilih berada di jalan dakwah berapa jumlahnya? Sedikit.

Dari yang memilih di jalan dakwah, ada berapa yang bergerak sebagai partai politik yang membahas pemikiran politik Islam? Lebih sedikit lagi.

Maka, ada 3 hal yang beliau tekankan.

1. Istiqomah.

Kita saat ini sedang memegang bara api. Bara api yang mulia itu ya agama Islam ini. Jangan dilepas, sekalipun tangan kita harus melepuh. Karena kita hidup di dunia ini sebentar, ada masanya berakhir. Sedangkan akhirat itu abadi, tak berbatas waktu. Karena yang akan menemani kita nanti bukanlah keluarga atau harta, tetapi amal-amal kita.

Ada yang ketika berada pada kondisi ini meminta mundur atau istirahat. Bahkan adapula yang mengkhianati dan ikut membenci dakwah ini. Maka jadilah kita yang tetap istiqomah. Sekarang kita lagi diuji, yang namanya ujian itu baik atau buruk? Baik. Lihat saja ketika kita sekolah, ujian itu untuk menaikkan level kita.

2. Pengemban dakwah tidak cukup status saja, tapi harus ada amalnya. Apa itu, ya dakwah (mengajak dan menyampaikan). Ibarat petani kalo mau mendapatkan panen harus nanam. Kalo hanya sekedar mengatakan dia petani tapi tidak nanam tidak akan dapat hasil panen. Begitupun pengemban dakwah, harus nanam agar dapat hasil (amal).

Kita tidak pernah tau kapan 'injury time' hidup kita di dunia. Kalo sebelum-sebelumnya kita masih kurang atau bahkan tidak berdakwah, maka sekarang saatnya, jangan tunda atau tunggu nanti lagi. Karena penyesalan akan selalu datang di akhir.

3. Do'a.

Apa do'a yang tidak pernah kita tinggalkan di setiap waktu? Ihdinasshiraathol mustaqim.. Inilah penjagaan kita untuk selalu berada di jalan yang lurus. Bukan hari ke hari, tapi dari jam ke jam setiap harinya kita meminta ini. Kita memintanya kepada Allah dan Dia menunjukkan kita ini jalannya itu, dakwah.

Ada lagi do'a yang juga sering kita bacakan (Ya muqalibal qulub tsabbit qalbi 'ala diinika), siapa yang sebelum kita membaca ini? Nabi. Setara Nabi berdo'a seperti ini, apalagi kita yang setiap waktunya tak lepas dari godaan syaithon.

Beliau mengingatkan untuk terus belajar, menambah ilmu. Salah satu kunci menambah ilmu adalah dengan mengajarkan atau memberikan kepada orang lain. Selain itu, beliau juga mengingatkan untuk rendah hati, bukan rendah diri.

Sumber:

Fb : Lesi Puspitawati Z

Post a Comment

0 Comments