Syarat Diterimanya Amalan Oleh Allah

Oleh : Ainul Mardhiah ( anggota Pena Umat)

ALLAH SWT menciptakan jin dan manusia dengan satu tujuan yaitu untuk beribadah hanya kepada Allah, sebagaimana firman Allah "Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan untuk beribadah kepada Ku. (Q.A. Ad-Dzariyat:56).

Allah sebagai Rabb yang menciptakan manusia merupakan Dzat yang Maha Mengetahui yang terbaik bagi manusia sebagai hamba Nya. Oleh karena itu Allah memberi petunjuk kepada manusia agar bisa beribadah dengan baik dan benar. Agar manusia tidak salah jalan dan tersesat dalam menjalani hidup ini. Sering manusia melelahkan dirinya dengan banyak melakukan amal perbuatan yang tidak memberikan apa-apa kecuali kelelahan di dunia dan siksa di akhirat.Oleh karena itu  sebelum melangkah untuk melakukan amal perbuatan, kita harus mengetahui syarat diterimanya amal tersebut.

Ada dua hal yang merupakan syarat utama diterimanya amal seorang hamba.
Pertama. Ikhlas yaitu beribadah semata-mata karena mengharap ridho Allah, yang berarti menjauhkan diri dan hati dari riya dan sum'ah atau beramal karena mengharap pujian manusia.

Sebagai contoh bagaimana abu bakar yang dengan ikhlas menginfakkan seluruh hartanya untuk dakwah islam. Abu bakar menginfakkan seluruh hartanya untuk fisabilillah,sampai-sampai rasulullah menegur abu bakar "jika semua hartamu engkau infakkan, apakah yang engkau gunakan untuk membiayai hidup mu dan keluarga mu? Abu bakar dengan mantap menjawab "aku masih mempunyai Allah dan Rasul-Nya".

Abu bakar ikhlas melepaskan seluruh hartanya hanya untuk mendapatkan ridho Allah. Ibnu Al-Qayyim Al-jauziyah pernah mengatakan "Amal tanpa keikhlasan seperti musafir yang mengisi penuh kantongnya dengan kerikir kecil, memberatkannya tapi tidak bermanfaat sama sekali".

Kedua sesuai dengan ajaran Rasulullah. Dasar setiap amal adalah ikhlas, namun apakah hanya dengan ikhlas saja amal kita sudah diterima?tentu saja, selain ikhlas seorang hamba harus beramal sesuai dengan apa yang telah Rasulullah contohkan. Allah telah menjadikan Rasulullah sebagai sebaik-baik suri teladan. Sebagaimana firman Allah: "sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagi mu (yaitu bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan Dia banyak menyebut Allah" (Q.S. Al-Ahzab : 21).

Rasulullah saw bersabda" Barangsiapa yang melakukan amalan yang tidak ada perintah (tuntunan) dari kami, maka ia (amalan/ibadah) akan tertolak" (HR. Bukhari Muslim). Setiap amal yang tidak bersandar pada dalil yang syar'i yaitu Al-Qur'an dan hadist maka tertolaklah amalnya. Oleh karena itu amalan yang tidak dicontohkan oleh Rasulullah merupakan amalan yang sangat buruk dan merupakan dosa.

Orang-orang bertanya kepada Ali: "wahai Ali,apakah amal yang paling ikhlas dan benar itu? Ali menjawab" sesungguhnya jika amal itu ikhlas namun tidak benar maka ia tidak diterima,jika amal itu benar namun tidak ikhlas maka ia tidak akan diterima, hingga amal itu ikhlas dan benar, yang ikhlas ialah yang dikerjakan karena Allah dan yang benar ialah yang dikerjakan menurut As-sunnah.

Jadi jelas ada dua hal yang merupakan syarat utama diterimanya amalan  seorang hamba oleh Allah SWT yaitu ikhlas dan caranya sesuai ajaran Allah, dua hal inilah yang menjadikan amalan itu amal shaleh, tanpa keduanya atau salah satunya maka amal itu bukanlah amal shaleh tetapi amal salah.

Wallahualam bishawab.

#Penaumat
#Belajarmenulis
#Menulisuntukumat

Sumber:

Fb: Ainul Mardhiah

Post a Comment

0 Comments