Suamiku Kuat Sekali

Oleh : Hilmi Firdausi

BAGI seorang Istri, memiliki suami yang kuat adalah segalanya. Kuat dalam berbagai macam hal, tak hanya kuat yang "itu" , tapi juga kuat dalam hal lain, hingga sang Istri akan merasa aman dan tentram jika bersama suami. Setangguh apapun wanita, bohong besar jika ia tak menginginkan dipimpin, dipandu, dituntun dan dimanja oleh lelaki. Itulah fitrah wanita, fitrah seorang Istri...punya suami "kuat" yang bisa melindungi. Kuat seperti apa aja sih ???

1. Kuat dalam memimpin

Seorang Suami adalah Pemimpin sejati dalam keluarga. Pemimpin yang telah ditaqdirkan Allah utk memimpin. Pemimpin yang tidak meminta-minta jabatan, pemimpin yang anti pencitraan, pemimpin yang ga suka marah-marah, apalagi sampai melecehkan ayat Al-Qur'an... eh...kok jadi kemana-mana, jadi inget yang lagi di Mako Brimob . Poko'e, Sang suami itu punya jiwa kepemimpinan yang setrongg. Dihormati seisi rumah. Perintahnya (dalam kebaikan) bak sabda Pandito Ratu. Tak perlu marah untuk memberikan perintah, berwibawa dan terutama, sekeluarga akan merasa tenang, aman, nyaman, gemah ripah lohjinawi jika bersamanya. Satu lagi, bagi seorang Suami ga kenal istilah SUSIS (SUami Sieun IStri), adanya SOSIS (Suami Oke Sayang Istri Sekeluarga)---yang paling nikmat tentunya SOSIS BRAGA "Suami Oke Sayang Istri Sekeluarga BeRsama hinggA surGA".

2. Kuat dalam memotivasi

Tak perlu ikut seminar motivasi atau pelatihan sana-sini untuk dapetin suntikan motivasi kece. Seorang Suami kuat mampu membangkitkan semangat istri dalam mengarungi bahtera kehidupan, dan juga mengarungi setumpuk cucian dan setrikaan. Dia akan berkata "Istriku yang super, aku yakin cucian dan setrikaan menggunung ini tak ada apa-apanya dibanding rasa cinta kita. Semangat istriku, doaku senantiasa menyertaimu! (Dalam hati istri berkata...bantuin napa, ngomong doank! )

3. Kuat Agamanya

Inilah seharusnya kriteria utama seorang wanita dalam mencari pasangannya, yakni mengerti tentang agamanya dan selalu mengajak kebaikan. Suami yang baik agamanya visi misinya selalu Ukhrowi. Ngajak sekeluarga bareng-bareng ke Surga. Ga pernah berpikiran, "ah saya mau ke Surga sendirian aja, nanti kalo ngajak Istri ga bisa bebas sama bidadari ", klo ada suami yang mau sendirian ke Surga, anak dan istri berhak komplain, karena Suami adalah penanggung jawab Istri dan anak-anaknya. Kalo Istri dan anak ga beres, maka Suamilah yang harus pertama disalahkan. Berat kan jadi suami? Makanya klo menikah kudu punya Ilmunya dulu wahai para Bujang, juga yang mau berniat nambah lagi, yakinkan bahwa pernikahan anda selanjutnya bermotivasi Surga, bukan hanya mencari kesenangan dan kenikmatan sementara.

4. Kuat dalam mendidik

Selayaknya seorang guru yang sabar dalam mendidik muridnya. Seorang Suami yang baik juga akan dengan sabar mendidik istrinya, tidak terburu-buru dalam menyampaikan ilmu, dan tidak galak jika Istri nakal dan membandel, ga main langsung setrap. Ga lucu kan lihat istri berdiri ngangkat satu kaki sambil jewer kuping di depan rumah .

5. Kuat dalam menghibur

Kekuatan menghibur ini yang paling disuka oleh keluarga. Seorang Suami yang bisa menghibur, akan membuat rumah menjadi hangat dan penuh kegembiraan. Inilah inti dari sakinah, seisi rumah merasa tentram, rumah menjadi hal yg paling dirindukan. Kekuatan entertainer seorang Suami yang lebih spesial ditujukan utk istri. Sang suami tau bagaimana menyenangkan seorang istri, tidak melulu  harus bersifat materi...menghibur istri bisa juga joget-joget ala boneka mampang misalnya , klo ga mampu ya minimal sering-seringlah ngabodor didepan istri, jangan serius mulu...menurut survei, lelaki yg humoris itu amat sangat lebih dicintai dibanding lelaki yg terlalu serius. Karena biasanya klo Serius itu hobinya teriak-teriak "rocker juga manusiaa...." .

6. Kuat dalam menggombal

Kekuatan yang ini spesial buat menaklukan hati istri. Jangan berpikir mentang-mentang sudah halal, istri ga perlu dirayu, digombalin, diromantisin...tetot ! Anda salah ! Justru setelah menikah, suami (pun juga istri) harus pandai merayu dan menggombal pasangannya. Untuk apa ? Ya agar pasangan kita termotivasi untuk menjadi lebih baik. Ini gombalan halal, rayuan syar'i dan Insya Allah berpahala besar. Saya kasih contoh, misal Istri agak malas masak ; "Sayang, emang enak sih masakan si Bibi, tapi sesekali boleh donk aku nyicipin masakan bidadari?" Asyeekkk Atau istri cerewet, kerjaannya ngomel terus, maka suami akan bilang "Honey, aku tau...marah atau diam kamu sama cantiknya, tapi aku khawatir kalau kamu ngomel terus, wajah kamu akan terlihat lelah, stress dan tidak fresh, aku ga pingin bidadariku turun satu level kecantikannya."#eeeaaaa
Atau juga Istri kita agak malas beribadah, malas menuntut Ilmu agama, suami akan bilang ;"Cinta, aku tau di Surga ada bidadari yang akan menemani para lelaki sholih, namun izinkanlah aku untuk meminangmu menjadi Permaisuriku kelak di JannahNya, yuuk bersama-sama kita mencari ridhoNya, kita saling mengingatkan dalam kebaikan dan ketaqwaan ya..." #meleleh

7. Kuat secara finansial

Nah...ini nih, kekuatan idaman, ajian pamungkas...ga boleh ga ada. Kudu n wajib dimiliki oleh Suami. Haram hukumnya suami pelit n bakhil sama Anak Istri ( jika suami mampu tentunya). Sering ngajak jalan-jalan, sering ngasih hadiah, sesekali ngajak makan diluar rumah, sesekali juga buat kejutan...pokoknya ga pedit, medit n buntut kasiran...ngerti ga? . Lalu bagaimana kalau suami penghasilannya pas-pasan, ya disesuaikan...ngajak jalan yang hemat, ke taman kota, ke alun-alun, naik odong-odong kan ga mahal. Lalu ngajak makan, pecel lele, sate madura pinggir jalan, soto lamongan seporsi 10ribuan...tak kalah menyenangkan. Hadiah juga bisa beli yang 5ribuan buat anak-anak, pasti mereka happy karena bukan nilai barangnya yang mereka lihat, tapi kecintaan dan kepedulian Ayahnya kepada mereka. Lalu buat istri, kalau ga bisa beli baju, sepatu dan tas branded, ya ajak aja Istri keliling Pasar tradisional, bisa tawar menawar, sampaikan "Honey, buat aku, kamu pakai baju pasar ini pun cantiknya luar biasa, tak kalah dengan baju rancangan desainer ternama". Saya yakin Istripun akan sangat faham kondisi ekonomi keluarga, tidak mungkin minta materi berlebih jika belum ada. Namun perhatian yang diberikan Suami tercinta itu jauh lebih utama.

Semoga bermanfaat
Baarakallahu fiikum.[]

Post a Comment

0 Comments