Sinergi Orang Tua, Sekolah dan Pemerintah Mencetak Generasi Khoiru Ummah Abad Ini

Oleh: Sri Hartini, S.Pd

Memberikan pendidikan terbaik bagi anak-anaknya adalah dambaan semua orang tua. Maka tak heran,  mereka berlomba-lomba menyekolahkan buah hatinya ke sekolah-sekolah terbaik,  berlabel Islam,  elit dan mahal pastinya. Apa sih yang tidak dikorbankan untuk anak? Toh harta itu cari-carian. Begitu kilah orang tua yang menginginkan pendidikan terbaik bagi anaknya.

Akan tetapi sangat disayangkan, mereka menganggap sekolah mampu menggantikan mereka sehingga menyerahkan begitu saja sepenuhnya kepada sekolah dan meninggalkan pendidikan anak dirumah.

Tidak sedikit orangtua yang memasukkan anaknya ke sekolah yang elit dan mahal, menganggap keberadaan sekolah yang "profesional" tersebut mampu menjamin anaknya jadi cerdas dan sholeh, tanpa adanya usaha optimal dari orangtua dalam mendidik anaknya dirumah.

Mereka sepertinya lupa bahwa anak lebih dekat dengan orangtuanya dari pada yang lain, bahkan dari sejak anak di rahim ibunya. Setelah lahir, orangtuanyalah yang pertama kali ia kenal. Dan juga tidak bisa dipungkiri, ketergantungan mereka pada orangtua nya sangatlah tinggi saat ia belum mampu hidup mandiri. Anak lebih banyak hidup bersama orangtuanya dari pada yang lain.

Sehingga sangat wajar jika Islam menganggap orangtua adalah pendidik pertama dan utama bagi anaknya, sebagaimana Allah SWT berfirman dalam
Q.S.al-Tahrim/66:6:

Artinya: Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.

Makna ayat tersebut menurut tafsir Qurtubi:

Maksud tafsir di atas adalah hendaklah orang tua menasehati anaknya agar taat kepada Allah dengan menjalankan shalat serta amar ma’ruf nahi munkar.

Rasulullah SAW bersabda:

Setiap anak yang dilahirkan, ia dilahirkan dalam keadaan fitrah (kesucian), maka kedua orang tuanyalah yang akan menjadikan ia sebagai seorang yahudi, hasrani atau majusi.” (HR. Al Bukhori)

Maka, sekolah tidak akan mampu menggantikan peran orangtua sebagai pendidik utama dan pertama bagi anaknya, Karena perintah Allah dalam mendidik anak dibebankan kepada orangtuanya, bukan kepada yang lain. Apalagi sekolah tidak boleh merubah fakta bahwa kasih sayang dan kedekatan antara orangtua dan anak haruslah lebih kuat sebagai bagian dari fitrah yang Allah berikan kepada mereka.

Sekolah dalam hal ini berperan membantu orangtua dalam mendidik anaknya. Membantu orang lain dalam dalam hal kebaikan dan ketaqwaan adalah tugas yang mulia, sebagaimana Allah SWT berfirman:
ِ

Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya [al-Mâidah/5:2]

Agar orangtua dan sekolah sama-sama berperan optimal dalam pendidikan anak dibutuhkan sinergi/kerja sama.

Sekolah yang hebat adalah sekolah yang mampu mengarahkan orangtua agar menjadi pendidik utama bagi anaknya dan mensinergikannya dengan pendidikan di sekolah.

Peran sekolah tidak hanya berusaha optimal mendidik anak di sekolah tapi juga selalu mengingatkan orangtua jika lalai berperan sebagai pendidik anaknya di rumah. Ia juga membimbing orangtua dalam proses pendampingan anaknya dirumah dan memastikan agar pendidikan dirumah selalu bersinergi dengan pendidikan di sekolah.

Tak kalah penting adalah peran pemerintah yang berkewajiban menyediakan pendidikan y berkualitas,  pendidik profesional,  serta sarana prasarana pendidikan yang lengkap dari pendidikan tingkat dasar hingga tingkat tinggi. Pun memastikan pengaturan media massa yang edukatif bagi generasi,  bukan merusak pendidikan generasi. walhasil produk generasi dan peradaban gemilang di masa kejayaan Islam telah berhasil dicetak di masa kekhilafahan Islam.

Oleh karenanya, sudah semestinya agar orangtua, sekolah dan pemerintah dengan seperangkat aturannya selalu bersinergi dalam pendidikan generasi sehingga out put pendidikan anak bisa tercapai sesuai yang diharapkan, yaitu menjadi anak yang cerdas dan sholeh sehingga kedepannya mereka bisa menjadi pemimpin harapan dan dambaan umat, sebagaimana Allah SWT berfirman:

Ya Tuhan kami, anugrahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan Jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa” {Q.S. Al-furqon:74}.
[@mps_id]

Post a Comment

0 Comments