Silaturahmi dan Bincang-Bincang Kekinian Hijrah Menuju Islam Kaaffah Butuh Perjuangan

RemajaIslamHebat.Com - Hijrah dari kehidupan jahiliyah menuju penerapan Islam kaaffah (utuh menyeluruh) memerlukanperjuangan yang sangat besar. Hal ini terlihat dari proses hijrahnya Rasulullah SAW  dari Mekah ke Madinah di bulan Muharram. Demikian Ustadzah Ummu Khaidhoroh selaku salah satu narasumber acara Silaturahmi dan Bincang-Bincang Kekinian yang diselenggarakan oleh Paguyuban Muslimah Bogor mengawali pemaparan kisah hijrahnya Rasulullah SAW.  Dalam acara yang diselengarakan pada hari Ahad, 24 September 2017 di RM Warung Kondang ini tergambar melalui paparan Ustadzah proses hijrahnya  Rasulullah SAW yang begitu penuh dengan perjuangan dan pengorbanan. Betapa tidak, untuk menjalankan perintah Allah SWT ini perjalanannya tidaklah mulus. Karena kaum kafir Quraisy begitu bernafsu untuk menggagalkannya. Berkat pertolongan Allah SWT dan ditunjang oleh strategi yang rapi, pengorbanan besar tanpa pamrih para shahabat dan shohabiyah (Asma binti Abu Bakar), Alhamdulillah Rasulullah bisa selamat sampai ditujuan. Kaum Anshor, penduduk Kota Madnah, tidak kalah antusias menyambut hadirnya Rasul. Mereka pun berlomba-lomba untuk menawarkan pertolongan dan bantuan kepada kaum yang baru saja datang berhijrah.

Jika kita teliti lebih dalam, motif dari hijrahnya Rasulullah SAW ke Madinah bukan hanya untuk menghindari serangan dan ancaman  yang dilancarkan Kaum Quraisy terhadap dakwah, lanjut Ustadzah Ummu Khaidhoroh. Motif utama Rasulullah SAW selain menyelamatkan dakwah adalah penerapan hukum Islam secara kaffah lewat negara yang didirikan oleh Beliau SAW. Di Madinahlah, Rasulullah SAW mengawali membangun peradaban Islam yang cemerlang yang bertahan sampai 14 abad lamanya.

Ustadzah Soffiyah selaku narasumber kedua dalam acara yang mengangkat tema “ Tahun Baru Hijriah : Hijrah Menuju Islam Kaaffah” ini menambahkan bahwa kondisi umat muslim saat ini tidak berbeda dengan kondisi umat Muhammad SAW ketika sebelum hijrah ke Madinah. Kehidupan jahiliyah ala pendudukan Mekah saat itu dipraktekan bahkan dengan kadar lebih parah dipraktekan saat ini. Sebut saja seks bebas, pembunuhan bayi, aborsi, riba, korupsi, penyalahgunaan wewenang, dan kedzoliman-kedzoliman lain dipertontonkan saat ini. Karenanya kita,Umat Muhammad SAW abad 21, pun harus berhijrah. Hijrah dari kehidupan jahiliyah menuju penerapan Islam Kaaffah.  Dalam arti, hijrah perbuatan dari yang senang maksiyat, menjadi insan yang taat. Jika tidak memungkinkan di suatu tempat untuk taat kepada Allah SWT, hijrah dalam arti pindah tempat tinggal menjadi suatu keharusan. Pernyataan Ustadzah Soffiyah ini diamini oleh Ibu Elis Sahna (Muslimat NU). Beliau menyetujui bahwa kondisi saat ini sudah tidak Islami dan perlu dirubah dengan berhijrah untuk menerapkan Islam Kaaffah.

Untuk berhijrah kita harus tahu caranya, lanjut Ustadzah Shoffiyah.  Secara individu, kita harus meniatkan berhijrah hanya karena Allah semata. Lalu caranya hijrah pun harus senantiasa menyesuaikan perbuatan dengan hukum Allah SWT. Agar hijrah kita kaaffah maka yang berhijrah bukan hanya individu saja, tetapi harus diikuti oleh hijrahnya masyarakat dan negara. Karena pilar dari pelaksanaan hukum Islam itu adalah ketiganya.  Individu harus bertaqwa sehingga rela diterapkan hukum Islam atasnya. Masyarakat juga menjadi kontrol bagi pelaksanaanya. Lalu negara menerapkan hukum Allah dengan sempurna dan memberi sanksi kepada setiap pelanggarnya.  Inilah yang harus kita upayakan untuk terwujud.

Proses pengupayaan hijrahnya ketiga pilar pelaksana hukum Allah SWT itu butuh diperjuangkan. Marilah sama-sama bergerak untuk memperjuangkannya. Karena perjuangan itu mustahil bisa menghantarkan kepada tujuan jika dilakukan sendiri-sendiri. Terlalu berat. Rapatkan barisan, galang persatuan umat Islam untuk mewujudkan visi dan misi hijrah menuju Islam Kaaffah, pungkas Ustadzah Soffiyah. (RS)[Wadah Aspirasi Muslimah]

Post a Comment

0 Comments