Senjata Pamungkas Menumbuhkan Karakter Anak

RemajaIslamHebat.Com - Memiliki buah hati yang sehat, cerdas, lucu, ceria dan gampang diasuh pastilah dambaan setiap orang tua di belahan bumi manapun ia berpijak.

Tapi bagaimana jika yang terjadi tak seperti kehendak kita? Atau malah yang terjadi sering kali kenyataan tak seindah harapan, jauh panggang dari api?

Sesungguhnya ada jurus pamungkas dalam menumbuhkan karakter si buah hati. Antara lain yaitu membiasakan anak mengucapkan kata terima kasih, maaf dan permisi.

Awalnya mungkin memang terpaksa. Tapi seperti itulah proses. Yakinlah bahwa kita bisa mendidik anak kita, kemudian setelah yakin bisa, maka kita akan semakin biasa menanamkan nilai-nilai yang baik terhadap anak.

Finally , setelah bisa dan biasa maka akan lahirlah kebiasaan yang menjadi otomatisasi tanpa dikomando.

Mengajarkan anak mengucapkan terima kasih bisa dilakukan dari hal-hal atau kejadian sederhana yang kita lalui bersama.

Misalnya saat anak diberi sesuatu ajarkan untuk melafalkan kata “Terima kasih ibu”, “Terima kasih ayah “ intinya berterima kasih pada siapapun yang telah memberi sesuatu / bantuan.

Kata terima kasih ini tidak hanya terbatas pada pemberian materi / barang semata, tapi bisa juga saat diberi bantuan.

Misalnya, saat dibantu untuk mengambilkan air minum, dibantu memakaikan baju, dibantu mencari channel TV kartun dan sebagainya.

Pada prinsipnya ucapan terima kasih wajib diucapkan tatkala sebuah pertolongan menghampiri.

Dalam pembiasaan kata terima kasih pada anak, jangan hanya sepihak yang berperan (dalam hal ini hanya melibatkan anak semata) tapi libatkanlah juga orang tua / orang di sekitarnya (Tante, Om, Nenek dan Kakek).

Tidak fair rasanya jika kita hanya menuntut anak tapi kita tak mencontohkan teladan yang harus dia adopsi. Kita juga tak boleh dihinggapi jenuh dalam mengawal  pembiasaan karakter yang baik terhadap anak.

Karena pekerjaan seperti ini awalnya memang harus diulang-ulang. Tapi setelah ilmu yang kita transformasikan dengan baik tersave di alam bawah sadarnya, maka tanpa diingatkanpun kata terima kasih itu akan on dengan sendirinya.

Berikutnya adalah pembiasaan mengucapkan kata maaf.

Tatkala anak melakukan kekhilafan atau kealpaan, ajarkanlah kepadanya untuk segera menghaturkan permohonan maaf tanpa sungkan.

Ajarkan bahwa kebiasaan meminta maaf itu adalah salah satu ranting kebaikan. Hal ini akan jauh lebih efektif daripada menjejali anak dengan cercaan yang menyudutkan dan meruntuhkan harga diri si anak.

Kata maaf juga bisa kita ajarkan dari hal-hal atau peristiwa sederhana yang kita alami.

Misalnya, tanpa sengaja si anak menumpahkan susunya, memecahkan gelas, atau tanpa sengaja menginjak / menyambar kita. Nah, dimomen seperti ini sangat tepat kita praktekkan kebiasaan meminta maaf pada anak.

Intinya saat anak melakukan kesalahan sekecil apapun, pandu dan tuntun ia untuk meminta maaf.

Percayalah saat anak terbiasa meminta maaf maka ia akan memiliki jiwa kesatria yang diselimuti kelembutan hati.

Mengenai perkara permohonan maaf ini, orang tuapun harus juga meminta maaf pada anak jika sekiranya melakukan kesalahan.

Misalnya, saat telat membuatkan susu, saat telat pulang dari kantor, saat lupa membelikan ia sesuatu padahal sudah berjanji. Minta maaflah juga tatkala Anda lepas control memarahinya membabi buta.

Terakhir, jurus pamungkas berikutnya adalah kata permisi.

Ajarkanlah adab sopan santun kepada anak kita dengan membiasakan ia mengucapkan kata permisi saat melewati kerumunan orang.

Jangan asal nyelonong, apalagi jika hendak melewati orang-orang yang usianya lebih dewasa dari anak kita.

Oia penting juga mengajarkan pada anak untuk mengucapkan kata tolong saat hendak menyuruh atau saat memberi instruksi.

Kitapun sebagai orang tua sudah selayaknya mengamalkan hal ini sebelum menyuruh anak kita melakukannya. Misal, “Nak,  Tolong ambilkan buku ibu di atas meja''.

Cukup sekian, semoga bermanfaat

#30DWC9Day6

**Nurb@y@ Tanpa Siti

Penulis : Nur Baya

Post a Comment

0 Comments