Ngapain Kamu Shalat, Gak Pegal???

RemajaIslamHebat.Com - Aku duduk tertegun di bibir danau, kubuang pandangan menyisiri riak yang berkejaran saling mendahului.

Pohon rindang nan hijau menghunjam bumi, kokoh memagari pinggiran danau.

Sesekali dedaunan mengikhlaskan dirinya pamit pada ranting, lalu jatuh mencumbu bumi, khusyuk menghantarkan dirinya menjejaki tanah yang sedari tadi menanti dengan sabar.

Aku masih termenung, menghimpun mozaik kenangan menelusuri lorong waktu dalam rimba masa lalu. Ada kerinduan berhembus pada sahabat waktu kuliah dulu. Apa kabarnya kini? Batinku.

Terekam jelas saat hari itu kau bertanya, bertanya apa saja, namun aku tersentak saat tanyamu lain dari biasanya.

"Apa tujuanku shalat 5 waktu?" to the point kau bertanya kala itu.

Sebelum kujawab, aku menatapmu dengan kening berkerut dan alis nyaris bertaut.

''Ia, aku serius apa tujuanmu shalat 5 waktu? Heran aja, kok kamu rajin banget yah'' lanjutnya sambil mengangguk dan mengangkat 2 jari ✌,  peace!!!

Lalu ku jawab
"Jangan bertanya apa tujuanku, tapi tanyakan mengapa aku melakukannya?"

"Okehhhh,,, lalu mengapa kau melakukannya?" Sergahmu secepat kilat, menirukan penggalan kalimat terakhirku.

"Karena aku yakin" singkatku.

"Apa yang kau yakini?" dia semakin memburu tak sabaran.

"Entahlah.. yang kutahu hanya yakin dan percaya bahwa Dia ada, serta firman-firmanNya adalah muatan kebenaran yang tak ada dusta dan keraguan sedikitpun di dalamnya" Terangku sambil tersenyum ke arahnya.

"lalu bagaimna kau menyakininya? Bukankah ada banyak pilihan?" Berondongmu.

Aku meneguk ludah, menghirup oksigen untuk menyegarkan paru-paru. Di sekitar nampak mahasiswa lalu lalang dengan kesibukan masing-masing. Hilir mudik dgn aura wajah beragam.

"Kenapa kau seperti hakim? Ini bukan meja hijau kan? Kau terlalu banyak bertanya, tapi baiklah akan kucoba menjelaskan, semoga ada sedikit pemahaman yg menyusupi relung hatimu sayang, pasang telinga baik-baik yahh'' candaku tersenyum gurih.

''Bukankah saat kau menyukai atau  jatuh cinta diam-diam pada makhluk bernama laki-laki,  ada rasa yang berkecamuk tak karuan? Ada kerinduan membelenggu tak terkendali?

Kau dibuai rasa ingin selalu melihatnya,  yang jangankan menemukan alasan mengapa perasaan itu ada, bahkan kau selalu ingin bersamanya menghabiskan hari bukan?

Padahal boro-boro bersama, saat perpapasan tanpa sengaja saja, hati sudah acak-acakan, serasa diguncang gempa dahsyat, berasa kesetrum tegangangan listrik daya tinggi kan yah? Dan yang pasti bukankah juga banyak pilihan untukmu saat itu bukan?

Begitulah aku, ada perasaan dalam nuraniku yang tak bisa ku jelaskan selain dengan berkomunikasi pada-Nya lewat memaksimalkan usahaku melaksanakan perintah dan menjauhi larangan-Nya.

Tapi silahkan bertanya lebih lanjut pada yang lebih faham perkara agama sobat cantikku, kau kan tahu aku masih miskin ilmu dan pemahaman agama, uppzzz miskin harta juga" Selorohku panjang lebar sambil kutepuk manja pundaknya.

"Hahahaha nyadar miskin ilmu dan miskin harta  yaaahh??? Lanjutnya bercanda sambil terkekeh.

''Eh tapi koq kamu suka shalat subuh kepagian? emang gpp? Tanyamu menyelidik.

''Oooooo'' mulutku membulat ber-O panjang sambil tersenyum.

''Koq cuma O doang? '' tatapmu bingung.

''Iya shalat subuh kepagian emang gpp dan boleh sepanjang kita bener-bener ketiduran, bukan karena kita malas2an lho yah?

Bukan karena sengaja ngulur-ngulur waktu dengan dalih masih ngantuk.
Persis hukumnya saat kita lagi puasa lantas gak sengaja makan ato minum, yaaahhh gpp sayang, puasa kita tetep sah.

Oia, kalo shalat yang biasa kamu liat saya lakukan di pagi hari itu bukan shalat subuh kepagian ciiin, tapi itu namanya shalat duha'' jawabku panjang kali lebar.

''Apah, apa tadi? Shalat aduhai?? Emang ada? Keren yah namanya?'' Timpalmu mengangguk berkali-kali.

''Ah kau ini, pura-pura gak denger ato emang budeg beneran?, bukan shalat aduhai tapi shalat D U H A ''Aku tertawa sambil mengeja huruf.

''Oooowwwww gitcuuu, klo shalat duha tadi waktunya kapan ibu ustadzahku? '' godamu dengan panggilan ibu ustadzah.

"Setahuku jam  8-11, intinya sebelum bayang kita menyebrangi matahari duhur jamaah " balasku bercanda memanggilnya jamaah.

Kami kompak bersamaan tertawa.

"Mmmmm.. kalo gitu, yuk kita sholat dhuha, skrg masih jam 10an kan, mumpung dosen belum masuk'' ajakmu.

"Seriuuuusssss??????" Aku terperangah serasa tak percaya.

"Ia,,,, yukkk,, gak usah tinggal planga plongo gitu, jelek tau' aku juga mau belajar shalat duha dan shalat 5 waktu, ajarin aku yaaahhh'' Tatapmu diliputi rona serius.

''Be'.. Be.. Benerannnn?? '' gagapku sambil balas menatapnya, ada selaksa haru menggantung di sudut mata.

Ia hanya mengangguk dibalut binar kesungguhan.

''Aku bahagiaaa Allaaaaahhh.... '' Pekikku menahan tangis.

Kau tahu sobat, saat itu entah aku seperti apa, jatuh cinta atau orang gila yang senyam senyum sepanjang jalan kenangan, riang sekali mengayuh langkah menuju mushalla kampus kita dan sekarang masih lucu saja mengingatnya :).

Melihatmu ingin belajar shalat saja membuatku begitu ingin berjingkrak setinggi mungkin lalu kukabarkan pada penduduk langit bahwa engkau kini berhijrah.

Lalu bagaimana rasanya ketika kita menjadi perpanjangan tangan Allah mengirimkan hidayah mengislamkan orang kemudian tersemat kata muallaf padanya???

Oohhh Allaahhhh, Fabi ayyi alaaa i rabbi kuma tukdzi baaannn. Engkaulah Maha segalanya,  Raja di Raja, penguasa dan pemilik semesta tempatku bernaung.

Di tepi danau ini, aku kembali mengenangmu sahabat, semoga dengan terpautnya jarak kita menjadikanmu tetap istiqamah.
Aku mengasihimu karena Allah.

Aku beranjak meninggalkan danau sambil menyunggingkan senyum. Terima kasih atas kedamaian hati yang Kau berikan Allah.

Jika sekiranya Engkau tak mentakdirkanku kembali bersua dengannya di bumiMu, semoga kelak di JannahMu Engkau pertemukan kami sebagai golongan orang-orang yang shalih.

#30DWC9Day12
**Nurb@y@ Tanpa Siti

Sumber:

Fb: Nur Baya

Post a Comment

0 Comments