Narkoba Perusak Generasi Penghancur Peradaban

RemajaIslamHebat.Com - Berita:
Kepala Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Provinsi Banten, Nur Jaya Bangsawan terus meningkatkan koordinasi pasca terungkapnya gudang obat ilegal di kawasan pergudangan di Jatiuwung, Kamis (28/9) lalu.(Tangerangonline.id/29-09-2017)

Komentar:
Penangkapan tersebut adalah yang ke sekian kali nya terjadi di kota Tangerang sepanjang tahun 2017. Kejadian itu pun semakin menambah daftar hitam pengedar narkoba. Ini menunjukkan bahwa kota Tangerang menjadi pasar pengguna narkoba yang potensial. Keadaan ini sesungguhnya sinyal bahaya besar bagi kota ini. Bukan sekedar mengancam masyarakat dan generasi saat ini, namun juga akan merusak bangunan harapan peradaban yang unggul di masa depan.

Keseriusan aparat untuk menuntaskan kasus narkoba, baik jenis ganja ataupun jenis lain nya sangat di tunggu. Karena penangkapan demi penangkapan yang berhasil di lakukan sebenarnya alarm nyata bahwa kebobrokan massal masih terus meraja. Sampai kapan? Di mana akhirnya ? harus nya ini juga menjadi fokus penyelesaian kasus narkoba ini. Kasus narkoba bukan hanya di temukan pada orang berada dan tokoh di masyarakat. Namun juga berada di lingkup masyarakat kelas bawah dengan kemampuan ekonomi lemah. Padahal ini jelas memberikan kerusakan pada masyarakat. Bukan kebaikan.

Memang kasus narkoba bukan sekedar urusan kepolisian sebagai pihak penjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Namun ini justru tugas penguasa secara umum untuk mengerahkan aparat terkait lain nya dalam mengatasi hal ini.  Karena penyelesaian tuntas pasti harus terkait dengan aspek lain seperti ekonomi, hukum, pendidikan, kesehatan dll.

Islam menjadikan narkoba adalah ancaman bagi manusia normal. Karena narkoba akan membuat seseorang kehilangan kesadaran nya. Sementara amal seseorang di nilai dari keadaan sadar nya. Bukan keadaan hilang akal / gila. Maka narkoba menjadi ancaman bagi seorang muslim karena akan menjadikannya seperti orang gila. Sehingga hukuman keras akan di jatuhkan kepada pelaku ataupun pihak yang memfasilitasinya. Dalam Islam hukuman ini masuk kategori ta’zir artinya di putuskan oleh penguasa dalam batas yang diizinkan syariat. Selain aspek hukum, segala hal yang membuat seseorang mengkonsumsi narkoba dan mengedarkannya itu pun harus di perhatikan.

Sistem kehidupan kapitalis telah membawa manusia saat ini hidup susah dengan aturan buatan manusia dan jiwa yang hampa karena sekulerisasi yang telah mengabaikan aturan pencipta dalam kehidupan. Akhirnya untuk melarikan diri dari masalah, narkoba menjadi salah satu cara singkat untuk memberi ketenangan, meskipun bersifat semu. Maka aspek kesulitan hidup ini akan tuntas dengan mencabut sistem kehidupan kapitalis sekuler dari kehidupan manusia dan menggantinya dengan syariat Islam.

Masalah kejiwaan yang memang bisa saja muncul dalam kehidupan manusia pun akan diselesaikan oleh dokter yang ahli di bidang tersebut. Tentu dengan menguatkan keimanan orang tersebut, bahwa apapun masalah kehidupan harus yakin kepada adanya pertolongan Allah SWT. Dan karena aspek kesehatan adalah tanggung jawab negara, maka menyelesaikan masalah kejiwaan termasuk juga menyembuhkan pecandu narkoba dari kecanduan nya akan di tanggung penuh oleh negara, alias  bebas biaya.
Demikianlah yang pernah dilakukan Rosulullah Muhammad SAW, sebagai kepala negara di Madinah saat menyiapkan dokter bagi masyarakat di Madinah dengan cuma-cuma.

Ketika masalah narkoba tidak dituntaskan dari akar masalah nya, maka ancaman kerusakan bukan saja di alami oleh manusianya. Namun harapan untuk bisa membangun negri ini dengan baik dan memimpin dunia dengan peradaban mulia, akan terganggu. Karena manusia perancang masa depan tersebut terganggu akal nya oleh narkoba. Di sinilah kita wajib mencegah dan mengatasi peredaran narkoba. Tentu dengan adannya penerapan Islam yang Kaaffah. Sehingga terwujud baldatun thoyyibatun wa robbun ghofur. InsyaAllah.[]

Post a Comment

0 Comments