Menonton dan Menyaksikan

Oleh : Ina Ratu

“Tidaklah sama antara mukmin yang duduk yg tidak mempunyai ‘uzur dengan orang-orang yg berjihad di jalan Allah dengan harta mereka dan jiwanya. Allah melebihkan orang-orang yg berjihad dengan harta dan jiwanya atas orang-orang yg duduk satu derajat. Kepada masing-masing mereka Allah menjanjikan pahala yang baik (surga) dan Allah melebihkan orang-orang yang berjihad atas orang yang duduk dengan pahala yang besar.” (TQS. An-Nisaa [4]: 95)

“saya tidak begitu minat masalah politik”.(karna bukan ranah saya) .. benang merahnya adalah, hal yang dikatakan benar jika yang dimaksud adalah politik kotor dalam sistem kufur semacam demokrasi, pastilah siapapun akan muak mendengar dan membicarakannya. karena saya juga demikian. Tak ada satu hal pun yg baik untuk dijadikan contoh dari sebuah sistem yang bobrok dan diragukan kesuksesannya semacam itu. Tak ada yang menarik untuk dibicarakan mengenai sistem demokrasi yang berasal dari peradaban yunani yang hancur dan tak menghargai harkat dan martabat manusia!!!

Tetapi ketika politik yang di bicarakan adalah politik islam maka tentu ini sesuatu yang berbeda. Politik islam yang kita bicarakan adl sistem politik yang HANYA bisa diterapkan dlam sebuah sistem kenegaraan yang disebut Khilafah Islamiyah, tidak dalam bentuk sistem selain itu. Sistem politik ini adl sistem politik terbaik yang pernah dijalankan di muka bumi, pernah terbukti berhasil menyejahterakan manusia selama 1300 tahun, pernah membuat peradaban muslim menjadi peradaban yang begitu jaya, hebat, disegani dan dihormati oleh kawan maupun lawan. Karena sistem ini berasal langsung dari sang pencipta manusia, Allah swt.
Tidak akan ada kehinaan di sisi Allah bagi siapapun yang membicarakan, mengkaji, memikirkan, apalagi memperjuangkan politik islam dalam bingkai khilafah. Justru memperjuangkannya adalah sesuatu yang wajib hukumnya bagi semua muslim, tanpa terkecuali. Jadi jika saat ini tak ada ketertarikan dalam hati untuk memikirkan masalah politik islam, maka ubahlah mindset bahwa “saya harus mau tahu, dan saya harus tahu”. Krna tanpa adanya kekuasaan politik, agama kita tak akan pernah bisa menjadi agama yang rahmatan lil ‘alamin.

“Sesungguhnya dunia adalah ladang bagi akhirat, tidaklah sempurna agama kecuali dengan dunia. Kekuasaan dan agama bagaikan saudara kembar dimana agama merupakan pondasi dan penguasa adalah penjaganya. Apa saja yang tidak memiliki pondasi akan hancur, dan apa saja yang tidak memiliki penjaga akan hilang. Dan tidaklah sempurna kekuasaan dan hukum kecuali dengan adanya pemimpin.” – Ibnu Sina, dalam buku Al-Qanun.

Memang benar, ada atau tidak adanya orang yang memperjuangkan sistem politik islam tidaklah masalah bagi Allah, karena jika Allah sudah berkehendak untuk merealisasikan janjiNya maka “kun fayakun” pasti akan terjadi juga. Tapi apakah iya kita hanya akan menjadi penonton dan menunggu Allah menampakkan kekuasaannya tanpa ada keinginan kita untuk memperjuangkan tegaknya agama yang indah ini di muka bumi?

Cobalah baca sabda Rasulullah berikut,

“Barang siapa yang pada pagi hari hasratnya adalah selain Allah maka pada sisi Allah bukanlah apa-apa, dan barang siapa yang pagi harinya tidak peduli dengan urusan kaum muslimin maka dia bukan bagian dari mereka.”(HR. Imam Al Baihaqi dalam Syu’abul Iman)

Nasehat dosen saya yang tidak akan saya lupa: "Jangan Buat Allah Kecewa pada kita atas amanah yang lagi Allah percayakan pada kita. Andai Ummat muslim memahami IslamNya, Maka yakin Bahwa Peradaban Barat Kapitalisme akan cepat HANCUR!!!
Tugas kita adalah bagaimana kita mengubah pemikiran Ummat yang Belum Faham. 1 peluru bisa menembus 1 Kepala manusia, Tapi 1 Pemikiran Bisa menembus Ribuan Bahkan Jutaan kepala Manusia".

*Kontribusi kita, apakah siap atau tidak.. ???
itu Pilihan!

Sumber:

Fb: Ina Ratu

Post a Comment

0 Comments