Mengajarkan Si Kecil Sopan Santun

RemajaIslamHebat.Com - Dari Ibnu Abbas, bahwa Nabi Shalallaahu A’laihi Wassalam bersabda kepada Al Asyaj Al ‘Ashri:"Sesungguhnya dalam dirimu terdapat dua sikap yang dicintai oleh Allah; yaitu sifat santun dan malu.” (HR. Ibnu Majah).

Ayah Bunda, sopan santun merupakan ciri kepribadian yang paling umum dan paling bisa dilihat oleh orang lain. Sepertinya sejak kecil kita sudah akrab ya dengan pelajaran ini. Tata krama, adab, kesusilaan yang sangat diperlukan dalam kehidupan bermasyarakat ini sering diajarkan oleh orang tua kita maupun guru di sekolah.

Belajar berlaku sopan termasuk bagian penting dalam perkembangan sosial si Kecil. Sopan santun juga berguna untuk memberi mereka aturan moral dalam menjalani kehidupan. Ketika si Kecil  bersikap sopan, mereka jadi lebih percaya diri dalam menghadapi berbagai situasi dan orang lain. Mereka pun lebih disukai dan dipandang positif oleh setiap orang, serta lebih memiliki rasa hormat dan peduli pada sekelilingnya.

Lalu, kapan sebaiknya kita mulai mengajarkan sopan santun pada si Kecil?

Jawabannya, sedini mungkin. Mulailah dari pembiasaan sehari-hari di dalam rumah dengan orang tua sebagai contoh/teladan. Perhatikan sikap, perkataan dan perbuatan kita sehari-hari karena ada makhluk mungil yang senantiasa melihat dan siap menyerap apapun yang kita contohkan.

CARA MENGAJARKAN SOPAN SANTUN PADA ANAK

Mulai dari hal sederhana dengan orang tua sebagai contohnya.

Ajarkan si kecil kebiasaan baik seperti memberi salam ketika masuk atau keluar rumah, makan di meja makan, mencium tangan orang dewasa, membiasakan memanggil dengan nama yang baik, membuang sampah di tempatnya, etika bertamu, tidak mengganggu saat orang tua berbicara dengan orang lain, hingga bagaimana sopan santun berbahasa termasuk tidak berteriak ketika meminta sesuatu.

Membiasakan kata dasar sopan santun

Ajarkan dan tanamkan kebiasaan si Kecil untuk menggunakan kata “maaf”, “terima kasih” dan “tolong”. Meskipun pada awalnya si Kecil belum sepenuhnya mengerti kata tersebut, setidaknya Ayah Bunda sudah membuat dasar tata krama yang baik.

Bersikap konsisten dan konsekuen.

Dengan meminta anak berlaku sopan, Ayah Bunda dituntut untuk tak mudah lelah dan bosan. Karena yang paling penting untuk si kecil adalah prosesnya. Pun ketika Ia melakukan kesalahan, tegurlah dengan santun dan penuh kasih sayang. Berikan konsekuensi sesuai yang disepakati, bukan sekedar maklum dan membiarkan karena lagi-lagi Ia akan belajar dari bagaimana kita bersikap.

Tidak menertawakan kesalahan anak.

Terkadang sebagai orang tua, kita kelepasan menertawakan anak atas kesalahannya yang kadangkala lucu di mata kita. Sebisa mungkin dihindari ya, Ayah Bunda, karena ini bisa membuatnya merasa mendapat perhatian dan akan mengulanginya lagi. Atau efek lainnya, Ia akan merasa ditertawakan dan berimbas pada harga diri yang rendah.

Kenalkan dengan nilai-nilai agama.

Ciri utama sopan santun ialah harus tampak di permukaan dan itulah yang akan menjadi indikator baik buruknya agama seseorang. Maka, Ayah Bunda, kenalkan si kecil dengan nilai-nilai agama dan adab dalam Islam: adab makan minum, adab berbicara, adab bertamu, adab belajar, batasan aurat juga tentang hal yang boleh dan tidak boleh dalam aturan Islam. Seorang muslim yang menjalankan semua aturan dan adab Islam, pasti dalam kesehariannya merupakan seseorang yang sopan dan santun.

Beri perhatian dan pujian.

Berikan si kecil perhatian sesibuk apapun kita, karena Ia akan merasa dihargai dan begitulah Ia akan bersikap sebaliknya. Puji juga perilaku baiknya, baik dengan kata-kata, peluk dan cium, maupun hadiah.

Demikian Ayah Bunda, beberapa cara yang bisa kita lakukan untuk menanamkan perilaku sopan santun pada si Kecil. Bisa disimpulkan ya, bahwa dalam pembiasaan baiknya, ada peran kita sebagai teladan yang utama dan tentu saja, keistiqomahan kita dalam menjalankannya. Semoga Allah mudahkan kita untuk mendidik si Kecil menjadi pribadi berakhlak mulia yang disayang oleh semesta juga Allah dan RasulNya^^

Salam hangat,
Admin El-Hana Learning Kit

Sumber:

Fb: El-Hana Learning Kit

Post a Comment

0 Comments