Membela Sang Maha Kuasa

Oleh : Doni Riw

Maha Suci Allah ta'ala dari celaan mahluk Nya.

Meski seluruh mahluk mencelaNya, kehormatanNya tidak akan berkurang sedikitpun. Tanpa dibela, Allah tetap berkuasa mengendalikan semua.

Jadi, untuk apa sejatinya muslimin bersusah payah membela Agama, membela AlQuran, membela Allah ta'ala, membela Sang Maha Kuasa?

Allah SWT berfirman:

"Dan barang siapa berjihad, maka sesungguhnya jihadnya itu untuk dirinya sendiri. Sungguh, Allah Mahakaya (tidak memerlukan sesuatu) dari seluruh alam."
(QS. Al-'Ankabut: Ayat 6)

Sejatinya jihad itu bukan untuk membela kemuliaan Allah yg merosot karena dilecehkan mahluknya. Jihad itu untuk mahluk itu sendiri.

Allah swt berfirmam:

"Apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan hanya dengan mengatakan, "Kami telah beriman" dan mereka tidak diuji?"
(QS. Al-'Ankabut: Ayat 2)

Seorang guru yg menguji para siswanya, sejatinya ia tidak sedang membutuh bantuan siswa untuk menjawab soal-soal ujian yg diberikannya.

Para siswa menjawab untuk kebaikan nilai dirinya sendiri, bukan untuk membantu guru mengethui jawaban soal ujian.

Para siswa menjawab soal sebagai bukti kepada gurunya bahwa dia layak lulus dari ujian yang diberikan gurunya.

Begitu pula penistaan agama, pelecehan Allah dan FirmanNya, kriminalisasi ulama, kriminalisasi dakwah Islam dan ormasnya, adalah beberapa bentuk ujian bagi mahluk.

Pembelan atas itu semua bukan untuk kemuliaan Allah sendiri.

Tetapi sebagai korinah (indikator) bagi manusia, bahwa di hatinya masih ada kecintaan pada Sang Pemberi Hidup dan perjuangan mendakwahkan jalan Nya

Semua itu dilakukan agar si mahluk lulus ujian dan layak mendapat imbalan kelak.

Allahualam.[fb: Doni riw]

Tulisan lain Ustadz Doni Riw :

BUTA MATA, HATI, & TELINGA

© Doni Riw

Hampir habis kata ku, tuk ungkap ketidak adilan yang menimpa muslimin seluruh dunia, tetapi tetap saja tak ada sebersit pun iba di kalbu mu.

Tentang ribuan korban Rohingya, ribuan dalih pula kau tanam di pekarangan hati mu. Hingga beku ia, meski tuk sekedar simpati sebagai manusia.

Kata "tak terkait agama" itu dengan bangga kau ucap di tv, di koran, di sosial media, sampai kau lupa meski hanya tuk sekedar mengganti profile pic mu dg "pray for Rohingya", seperti ketika dengan bangga kau tulis "pray for Paris" yang korbannya tak sampai seper seratus Rohingya.

Tentang pembantaian saudara muslim di Suriah oleh rezim Assad dan koalisi amerika-eropa, sibuk kau bantu tebar opini tentang "perang saudara", sampai kau lupa, korban di sana adalah saudaramu pula, dan membela mereka adalah kewajibanmu juga, meski sebatas lisan dan doa.

Tentang ormas santun taat hukum yang dibubarkan paksa dengan prosedur yang tak adil, sibuk kau bantu tebar opini; ide Khilafah memecah belah bangsa. Sembari lupa, Rasulullah, Abu Bakar, Umar, Usman, Ali, beserta penerusnya, adalah Khalifah yang mempersatukan bangsa Arab, Persia, Byzantium, Afrika, dan India, dalam satu wadah negara Ilahi yg menjamin kemerdekaan beragama.

Tentang aktivis, kyai, ulama Islam yg dipersekusi secara tak adil oleh negara, ramai kau tuduh mereka "penebar kebencian". Sembari abai, engkau pun tengah menebar benci pada mereka.

Apa lagi fakta yang mesti ku sodorkan padamu saudara?Jutaan ketidak adilan baru pun aku tak yakin bisa mengubah hatimu, jika hasad masih tersembunyi di sana, meski barang sedepa.

Mungkin ayat ini masih bisa membuka hati mu.َ
.
"Dan sungguh, akan Kami isi Neraka Jahanam banyak dari kalangan jin dan manusia. Mereka memiliki hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami, dan mereka memiliki mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat, dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengarkan. Mereka seperti hewan ternak, bahkan lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lengah."
(QS. Al-A'raf 7: Ayat 179)

Tetapi ini pun akan percuma, jika kau sudah siapkan tafsir versi hawa nafsumu dan hasrat kuasa mereka.[]

Post a Comment

0 Comments